Home

Renungan Hari Ini

HANDLE WITH CARE

Iya Jac.. makasih ya.”

SMS ini saya terima dari seorang teman yang baru saja kehilangan adiknya yang meninggal. Saya mengirim SMS pendek kepadanya dan mendorongnya untuk tetap kuat menghadapi kehilangan saudaranya. Setelah membaca SMS balasan itu, justru saya yang terharu dan pengen nangis. Yah... saya tahu betul artinya kehilangan. Karena saya tahu betul artinya kehilangan dan sudah pernah mengalaminya makanya saya dapat ikut merasakan emosi seorang teman yang juga sedang mengalami kehilangan.

Kadang-kadang, kita nggak butuh kata-kata yang panjang dan bagus ala motivator untuk merasakan arti dan kehadiran seorang teman. Kita hanya butuh 2-3 kata pendek sederhana yang bisa sangat menguatkan, terutama bagi teman yang sangat membutuhkan kepedulian dan kehadiran kita dalam masa-masa sulit. Kehadiran kita tak berarti harus ketemu muka. Zaman sekarang teknologi turut menyumbangkan efek keakraban yang punya pengaruh sangat luar biasa. Orang-orang tak lagi merasa sendiri di luar sana.

Kalau saya pindah ke sebuah tempat baru, katakanlah kota baru, dan saya belum memiliki banyak teman, saya tentu merindukan teman-teman saya di kota sebelumnya yang saya tinggalkan. Apalagi kalau teman-teman di tempat lama jauh lebih peduli. Saya bisa rindu berat dengan mereka. Toh, setiap orang punya kehidupan sendiri. Tapi tak berarti bahwa kehidupan sendiri tidak membutuhkan orang lain.

Kita memerlukan teman. Teman untuk merasakan senang bersama, sedih bersama. Kadang orang menikah pun jadi kehilangan teman yang dia butuhkan. Pasangannya belum tentu teman terbaiknya. Manusia itu mahkluk sosial. Manusia butuh untuk berbagi. Itu kebutuhan yang lebih kuat dari sekadar makan minum. Orang bisa bertahan nggak makan atau minum, nggak ganti baju, atau nggak punya rumah tapi orang merasa tidak berarti lagi kalau dia tidak dipedulikan, tidak diajak bicara. Pendek kata, diabaikan. Dianggap mahkluk “halus” yang hanya melayang-layang di sekitarnya. Tidak bisa dilihat dan disentuh. Lalu apa artinya hidup?

Saya punya seorang teman yang super duper sibuk. Dia sudah berkeluarga. Dia seorang pria yang serius dan cerdas dalam kerjaan dan pemikiran. Dia duduk di jajaran tinggi di perusahaan tempat dia bekerja. Dan terlalu sering rapat, yang membuat dia bosan setengah mati.

Walau dia pria yang dari luar tampak amat cuek, tapi hanya dialah, satu-satunya teman saya, yang super duper sibuk itu, yang sangat menghargai pertemanan kami. Setiap SMS pendek dari saya, bahkan SMS yang tak penting sekadar menanyakan hal remeh-temeh, selalu dia balas saat itu juga. Saya selalu merindukannya kemana pun saya pergi. Kami memiliki pertemanan yang positif. Saya selalu merasa dikuatkan ketika dia meng-SMS saya. Se-nggak penting apapun isi SMS-nya, saya merasa dia selalu ada untuk saya. Mungkin kalau suatu hari Tuhan memanggilnya, sayalah orang yang akan paling berderai air mata.

 

Setiap kita butuh seseorang yang dapat diajak bicara. Tapi, akan sangat tidak adil, kalau kita sendiri, tidak bisa menjadi seseorang yang dapat diajak bicara itu. If you need a friend, handle with care. You will never know, when you need him/her. (Jaclyn)

RotiHidup.com - Bertumbuh dalam Kristus | Renungan dan Artikel Kristen
CHANGE THE WORLD
Written by sariwati   
Friday, 07 March 2014 14:44

Lukas 5 : 9 b Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Di tengah-tengah ketidakpastian dunia ini, Yesus datang untuk memberi sebuah harapan. Ia memiliki segala kuasa yang tertinggi di dalam tanganNya dan Ia ingin memberikan perubahan itu kepada semua orang yang percaya kepadaNya.

Petrus adalah seorang nelayan yang mendedikasikan hidupnya untuk menangkap ikan sampai hari dimana ia melepaskannya dan mengikuti Tuhan Yesus kemanapun Ia pergi. Dan selama itu ia tetap berpikir bahwa ia adalah penjala ikan. Pengalamannya untuk hal ini tidak diragukan lagi. Orang tuanya adalah nelayan, ia dan saudara-saudaranya pun adalah nelayan.

Ia sangat akhli dalam menangkap ikan. Ia sangat kenal daerahnya, dan ia sangat tahu bagaimana situasi disana. Bahkan jika ada perubahan cuaca sedikit saja, maka ia bisa mendeteksi apa yang akan terjadi dengan ikan-ikan disana.

Ia mengetahuinya, dan jika memang ada suatu perubahan yang terjadi, maka yang bisa ia lakukan adalah berusaha mengubah cara yang biasa ia lakukan atau menyerah kepada situasi tersebut dan menerima hasilnya begitu saja. Ia sadar bahwa ia 'dikendalikan' oleh alam, dan tidak bisa kebalikannya.

Namun pagi itu, tepat ketika ia baru saja membereskan semua jalanya dan bersiap untuk kembali ke rumah, ia melihat Yesus berjalan mendekati perahunya dan malah langsung menaikinya dan memintanya untuk kembali berlayar ke tengah.

Petrus kenal orang ini. Ia tahu siapa Yesus, karena beberapa waktu itu Yesus mulai banyak disebut-sebut oleh banyak orang. Tapi ia mengenal Yesus sebatas yang ia 'dengar'.

Hari itu Yesus memintanya untuk kembali berlayar. Coba kita perhatikan kisah di dalam Lukas 5 : 1 – 11.

Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

Petrus yang masih disebut Simon ketika itu memandang Dia dengan heran dan saya yakin di dalam hatinya timbul sebuah pertentangan.

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa,

Dan saat itu ia pun mengemukakan pendapatnya. Tentu saja, karena kenyataannya ia sudah melakukan bagiannya dan ia memang tidak mendapatkan hasil. Kalau ia ditanya lebih jauh mengenai ketidakberhasilannya, maka seribu satu alasan pasti bisa ia sampaikan saat itu juga. Dimulai dari cuaca, musim, mengenai posisi bulan atau mungkin mengenai air pasang atau surut, dan banyak lagi. Jangan lupa, ia nelayan yang cukup berpengalaman. Dan ketidakberhasilannya hari itu, meskipun pasti mereka merasa kecewa juga, namun mereka sudah terbiasa juga dengan keadaan seperti itu. Suatu usaha yang dilakukan tentu ada pasang surutnya. Kadang berhasil, kadang tidak.

Hal ini adalah suatu hasil yang kadang bisa terjadi, dan 'It's OK'.

Tunggu dulu..tunggu dulu...sepertinya kita mengenali sesuatu ya.

Bukankah hal ini juga sering terjadi dala hidup kita? Banyak orang berkata hidup ini memang seperti sebuah roda. Kadang ada di atas, kadang ada di bawah. Jadi artinya, kadang bisa berhasil, kadang tidak. Hal yang sangat wajar bukan?

Bukankah hal ini yang dialami Simon ketika itu? Itu sebabnya ketika Yesus datang ke tempat itu, Dia menemukan mereka sedang membereskan jala dan bersiap untuk pulang. Mereka menerima kondisi itu sebagai hal yang biasa.

Namun tahukah Anda bahwa Yesus datang untuk mengubah kondisi yang 'biasa' itu?

Last Updated on Friday, 07 March 2014 14:56
Read more...
 
AGAIN, LEARNING BY DOING
Written by sariwati   
Friday, 22 November 2013 10:15

“At one time I thought the most important thing was talent. I think now that — the young man or the young woman must possess or teach himself, train himself, in infinite patience, which is to try and to try and to try until it comes right. He must train himself in ruthless intolerance. That is, to throw away anything that is false no matter how much he might love that page or that paragraph. The most important thing is insight, that is ... curiosity to wonder, to mull, and to muse why it is that man does what he does. And if you have that, then I don't think the talent makes much difference, whether you've got that or not.”

“Pada satu waktu Aku berpikir bahwa talenta adalah hal yang paling penting. Aku tahu sekarang bahwa – seorang pria dan wanita muda harus memiliki atau mengajar dirinya sendiri, melatih dirinya sendiri, dengan kesabaran, yaitu dengan mencoba dan mencoba dan mencoba  sampai semuanya menjadi benar. Ia harus melatih dirinya tanpa toleransi. Yaitu dengan membuang segala sesuatu yang salah tidak perduli seberapa besar ia menyukai halaman atau paragraph tersebut. Hal yang paling penting adalah inti dari semuanya itu, yaitu...rasa ingin tahu akan semua keajaiban, mempertimbangkan  dan merenungkan mengapa manusia melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Dan jika Anda memilikinya, maka Aku pikir bahwa talenta tidaklah membuat banyak perubahan,  tidak perduli Anda memilikinya atau tidak.”

- William Faulkner-

 

 

Begitu banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Ada yang langsung berkaitan dengan saya, tapi banyak juga yang sebenarnya sama sekali tidak ada sangkut pautnya. Jika yang memang berkaitan, maka tidaklah mengherankan kalau hal itu akan sangat mempengaruhi saya, khususnya dalam hal perasaan. Namun untuk hal-hal yang sebenarnya sama sekali tidak ada kaitannya itu, namun ternyata bisa disangkut pautkan, wah...itu lebih mempengaruhi lagi ternyata.

Saya yakin setiap orang pasti pernah mengalami hal seperti ini. Namanya juga hidup di tengah masyarakat, kita tidak bisa begitu saja ingin menyendiri dan memisahkan diri dari banyak kejadian di sekitar kita.

Apalagi kalau kita adalah tipe orang yang aktif, yang selalu ingin berada di dalam lingkaran kegiatan apapun di tempat dimana kita berada, maka akan lebih sulit lagi untuk menghindari hal-hal tersebut. Sedikit banyak, pasti ada saja yang akan kita alami. Jangan sebut jika Anda adalah juga seorang leader di dalam lingkungan itu. Yang akan Anda hadapi bukan hanya tanggung jawab yang besar untuk menjalankannya, tapi juga sorotan yang sangat besar dari setiap orang di sekitar Anda.

 

Last Updated on Friday, 22 November 2013 10:38
Read more...
 
NEXT STEP
Written by sariwati   
Friday, 25 January 2013 12:03

Next Step

Daniel 12:3”Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Membangun sebuah 'image' tentang diri kita bukanlah satu proses yang singkat. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan dan daya tahan. Bahkan kita semua tentu menyadari, untuk membuat orang-orang menyadari 'keberadaan' kita saja dibutuhkan satu upaya.

Memiliki bakat yang bagus tentu adalah modal untuk mencapai suatu karir yang baik, tapi kalau tidak ada yang mengetahuinya, tentu itu hanya akan menjadi sebuah hobi yang menyenangkan bagi pribadi tersebut, namun belum bisa menjadi sebuah tangga untuk menuju karir berikutnya.

Coba saya berikan sebuah gambaran untuk hal ini, dan saya harap akan membuat anda lebih bisa membayangkan situasinya.

Anda senang menyanyi, dan suara anda sangaaaaat bagus menurut bayangan anda. Katakanlah keluarga anda pun setuju dengan hal ini. Dan sedikit lebih jauh lagi, seluruh tetangga sekiar pun menyatakan hal yang sama. Oke, apakah anda akan puas sampai di sana? Mungkin tidak akan puas sebelum lebih banyak lagi yang menyatakan hal yang sama. Dan bisa jadi anda belum puas karena bakat tersebut belum memberikan kontribusi apa-apa bagi anda. Lalu bagaimana?

Read more...
 
STARTING WITH WOW
Written by sariwati   
Wednesday, 23 January 2013 06:10

Fallen Trees

Lukas 2 : 47 'Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. '

 

Saya menemukan judul sub tema ini di dalam buku BUILDING PLATFORM yang ditulis oleh Michael Hyatt, seorang platform builder yang keren dan benar-benar pengajar yang sangat baik dalam pandangan saya. Buku ini recommended sekali bagi mereka yang sedang ingin membangun masa depannya dengan lebih baik lagi.

Dimulai dengan WOW. Yaa..seringkali kita semua membuat joke untuk orang-orang yang kita anggap mengesalkan dan kedengarannya seperti menyombongkan diri dengan mengatakan,'jadi..kita harus bilang woww gitu?' (senyum). Yup..terkadang saya sendiri sering tergelitik untuk mengatakan hal yang sama dalam situasi seperti itu.

Tapi dalam kenyataannya, kita semua memang akan berupaya untuk mendapatkan respon WOW tersebut, namun tentunya dalam arti yang sebenarnya. Dan adalah hal yang sangat baik dan sangat memotivasi kita jika memang bisa mendapatkan respon tersebut dalam segala hal yang kita kerjakan.

Ada sebuah ilustrasi tentang sebuah pohon yang tumbuh sangat besar dalam jangka waktu yang cukup lama di sebuah hutan di Arizona sana. Dia adalah pohon yang kuat dan berakar cukup dalam. Dilihat dari usianya, bisa jadi ia adalah pohon yang paling lama menjadi penghuni hutan itu. Namun satu kali, ketika hujan yang sangat deras mengguyur hutan tersebut disertai angin badai dan kilat yang sabung menyambung, daya tahan pohon tua tadi tidak lagi mampu menahan berat tubuhnya. Sebagai akibatnya, pohon besar yang sudah tua itu pun tumbang. Masa kejayaannya sudah berlalu, ia pun tergeletak dengan diiringi pandangan sedih dari rekan-rekan sesama pohon di sekitarnya yang juga sedang sibuk menahan dirinya masing-masing agar tidak ikut tumbang seperti pohon tersebut. Padahal bunyi dari tumbangnya pohon itu seharusnya cukup keras hingga bisa terdengar kemanapun, namun apa daya bunyi itu pun dengan segera hilang tertelan kesunyian hutan yang lebat itu. Tidak ada rekamannya, tidak ada beritanya, dan tidak ada yang memperdulikannya.

Last Updated on Friday, 25 January 2013 12:06
Read more...
 
YES...HIS NAME IS JESUS
Written by sariwati   
Wednesday, 05 December 2012 10:40

Yohanes 14 : 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Seandainya setiap orang bisa mengerti jalan hidupnya, apakah hal itu akan membuat setiap kehidupan kita menjadi lebih baik? Atau seandainya kita mempunyai sebuah bola kristal yang bisa menunjukkan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kemudian, apakah kita akan membuat keputusan yang lebih baik? Apakah ada banyak hal buruk yang bisa kita hindari? Apakah akan ada banyak akhir kisah kehidupan yang bisa kita ubah menjadi lebih baik? Apakah akan banyak perceraian yang dapat dihindari? Kecelakaan yang dapat dicegah? Atau kemalangan yang tidak perlu terjadi? Mungkin ya, mungkin juga tidak.

Menyaksikan sebuah serial yang mengisahkan tentang seseorang dengan karunia khusus, yang selalu mendapat mimpi dan penglihatan yang begitu jelas akan sebuah peristiwa yang sudah terjadi atau yang akan terjadi, tentunya jenis filem ini sangat menarik dan menggelitik rasa penasaran kita tentang akhir kisah setiap filem tersebut.

Apalagi dikemas menjadi sebuah filem misteri penyelidikan, membuat filem ini makin seru untuk diikuti. Rasanya ikut 'greget' jika orang-orang disekitarnya tidak terlalu mempercayai apa yang dia dapatkan lewat 'mimpi'nya itu, sementara kita para penonton sepertinya sudah tahu lebih dahulu apa yang dia 'ketahui' lewat impiannya itu.

 

Last Updated on Wednesday, 05 December 2012 10:44
Read more...
 
Designed by vonfio.de