Home

Renungan Hari Ini

JUST ENJOY IT

Amsal 10:28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.

Ketika saya masih kecil, hal yang paling tidak saya sukai adalah ketika saya harus pergi ke dokter gigi. Bunyi alat bor begitu memekakan telinga dan menakutkan. Membayangkan alat itu masuk ke dalam mulut dan mengaduk-aduk gigi-gigi saya dan mencium baunya yang khas, benar-benar membuat hal itu seperti mimpi buruk.

Tapi karena gigi saya cukup bermasalah, jadi sepertinya saya tidak akan pernah bisa menghindari pergi ke dokter gigi. Seperti sebuah kewajiban, hampir setiap tahun mau tidak mau saya harus bertemu dengan dokter gigi saya dan melakukan segala rutinitas itu. Namun, thanks to my dentist, setidaknya gigi saya masih bisa saya gunakan dengan baik sampai di usia saya yang sekarang.

Dan sama seperti pengalaman saya di atas, ada banyak peristiwa di dalam kehidupan kita yang juga pasti tidak menyenangkan, namun mau tidak mau harus kita hadapi juga. Sulit untuk dihindari. Tapi saya punya cara untuk mengatasinya. Percaya atau tidak percaya, inilah yang saya lakukan : Just Enjoy It.

Ya, cara yang aneh ini ternyata berhasil ketika diterapkan. Kedengarannya memang sangat klise kalau kita katakan bahwa ‘the joy of the Lord is my strength…’. Tapi memang itulah resep yang paling tepat di dalam menghadapi semua masalah yang tidak kita sukai.

Tapi mungkin ada yang akan bertanya, bagaimana kita bisa mempunyai sukacita itu kalau masalah itu kelihatan begitu besar di mata kita? Boro-boro bisa bersukacita, tapi sebaliknya kita akan berusaha untuk melarikan diri dari masalah itu. Yup…tidak salah sih. Itu sangat benar. Ssst..kadang saya juga demikian. Tapi teman, sampai kapan kita bisa menghindari semua masalah itu? Lagipula, ada lebih banyak masalah yang tidak bisa kita hindari juga.

Nah, cara untuk mendapatkan sukacita itu adalah dengan berlari kepada Tuhan setiap kali ada masalah. Dan ketika kita datang kepadaNya itulah kita akan mendapatkan cara pandang yang berbeda terhadap masalah itu. Proses pertama yang kita alami adalah Dia akan mengangkat beban itu dari hidup kita terlebih dahulu, sehingga masalah yang tampak berat tadi akan kita pandang dengan cara yang berbeda. Dan ketika kita bisa melewati proses ini, saat itulah sukacita itu hadir di dalam hati kita.

Yes..just enjoy it. Terlebih lagi ketika kita tahu bahwa di dalam setiap perkara itu Allah memang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Segala sesuatu terjadi pasti ada alasannya, dan semua alasan itu akan menuntun kita kepada kebaikan. Wow..apa lagi yang perlu ditakutkan dan dikhawatirkan? Nothing. Absolutely nothing!!

Just Enjoy it, guys. Sampai satu waktu kita semua bisa melihat apa yang menjadi tujuan Tuhan mengijinkan semua itu terjadi di dalam hidup kita.

Nah..sekarang kalian semua tahu rahasiaku dalam menghadapi setiap kesulitan dan masalah dalam hidup ini. Just enjoy it and trust the Lord, maka semua itu menjadi terasa lebih ringan. I believe you can do it too. Enjoy…!!!

 

RotiHidup.com - Bertumbuh dalam Kristus | Renungan dan Artikel Kristen
YESUS YANG INGIN KUKENAL
Written by sariwati   
Thursday, 10 May 2012 17:07

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Kenapa ya...kenapa yaa....hatiku rasanya gelisah sekali hari-hari ini. Tidak seperti biasanya. Duduk salah, berbaring salah, berjalan apa lagi. Biasanya juga beginilah kegiatanku, tapi hari ini rasanya berbeda. Padahal setiap hari pekerjaanku  memang cuma berbaring, karena sudah dua belas tahun ini aku sulit berjalan kemana-mana. Yang bisa kulakukan hanya pekerjaan-pekerjaan ringan yang tidak membuatku harus meninggalkan tempat tidurku ini. Sudah begitu lamanya kualami ini, sehingga membuatku terbiasa dengan posisiku ini.

Jujur saja, dulu aku punya banyak uang dan tabungan. Tapi sekarang, semua itu sudah tidak ada sisanya lagi. Padahal itu adalah hasil kerjaku selama bertahun-tahun. Aku begitu berhasil dulu. Dan rasanya itu sudah lama sekali, jauh sebelum aku mengalami semua ini. Entah apa penyebabnya, tapi sejak aku mengalami menstruasiku bulan itu, pendarahanku tidak berhenti. Terus mengalir tanpa bisa dihentikan.

Aku sangat bingung dengan apa yang kualami ini, tapi aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Yang pasti, aku berusaha untuk mengobatinya. Berbagai tabib sudah aku coba, bahkan sampai ke mana-mana pun aku lakukan. Berapapun harganya, aku bersedia mengeluarkannya, yang penting aku sembuh. Bahkan sampai akhirnya kusadari bahwa seluruh tabunganku sudah habis. Aku sudah tidak punya lagi apapun yang berharga. Seluruh keluargaku sudah menyerah dan mengatakan tidak sanggup lagi membantuku, karena sepertinya penderitaanku ini seperti tiada akhirnya. Aku mengerti, sungguh..aku tidak menyalahkan mereka semua. Ini bukan penderitaan mereka, tapi penderitaanku, jadi ya memang seharusnya aku yang menanggungnya.

Setiap hari, yang bisa kulakukan hanyalah berdoa dan memohon kebaikan Tuhan. Aku merasa yakin kalau Dia sanggup mendengar doaku. Dia mengasihiku, dan Dia takkan meninggalkanku dalam keadaan seperti ini seumur hidupku. Harapan itu masih tetap ada, aku yakin sekali tentang hal itu. Mungkin orang lain tidak tahu dan tidak bisa mendengar, tapi aku yakin Tuhan bisa. Setiap hari aku berdoa. Sungguh! Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.

Read more...
 
FINISHING TOUCH
Written by sariwati   
Tuesday, 01 May 2012 09:31

Amsal 11:30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Aku memandangi foto-foto menu makanan yang terpampang di sebuah buku resep yang baru saja aku beli. Tak puas-puasnya rasanya melihat dan melihat lagi kesemua gambar-gambar itu. Tanpa kusadari, apa yang kulihat itu menimbulkan rasa lapar. Setidaknya mataku yang merasa lapar menikmati pemandangan yang sangat menarik itu. Slurppp...liurku pun ikut berperan sekarang. Mataku terus melalap semua foto-foto makanan yang menarik itu dan membuatku ingin menyantapnya sekarang.

Kenapa semua foto-foto itu bisa membangkitkan selera makan yang begitu kuat ya? Padahal kalau dilihat lebih dekat, semua masakan itu biasa-biasa saja. Masakan sehari-hari yang aku sendiri bisa membuatnya. Bahkan beberapa memang sering kumasak dan kusajikan di rumah. Tapi melihat semua foto-foto itu memang tetap berbeda. Tak habis-habisnya aku membolak-balik semua halaman buku itu dan mengaguminya.

Entahlah apakah anda setuju dengan saya atau tidak, tapi apa yang kualami itu memang begitulah kenyataannya, sampai akhirnya aku mengerti apa yang bisa membuatku begitu tertarik dengan semua itu. Finishing touch....!! Ya, itulah yang membuatnya berbeda.

Cara memasak yang diajarkan di dalam buku resep tersebut belum tentu lebih enak dari apa yang biasa aku lakukan. Tapi penyajiannya, benar-benar berbeda. Dari peralatan piring mangkuknya saja, kita bisa melihat perbedaan yang begitu besar. Apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda dari yang biasa kulakukan. Waahh..piring mangkuk sajinya benar-benar serasi baik warna maupun bentuknya. Belum lagi cara menaruh masakan tersebut. Benar-benar menarik dan luar biasa. Coba saja anda ambil sebuah buku resep, dan anda perhatikan baik-baik. Saya jamin anda akan setuju dengan apa yang baru saja saya jabarkan.

Penyelesaian sebuah maha karya memang akan membuat banyak hal berbeda. Mungkin seringkali kita tidak memperhatikannya, tapi itu kenyataannya. Dan bukan hanya berlaku untuk masakan saja, tapi juga untuk seluruh bidang kerja kita.

Read more...
 
PERSEVERANCE
Written by sariwati   
Wednesday, 25 April 2012 10:19

1 Tesalonika 1:3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

 

Bermimpi dan membangun mimpi yang besar adalah satu hal. Memiliki rencana bagaimana membuat mimpi itu menjadi kenyataan adalah hal yang lain. Namun ada satu hal yang tidak boleh dilepaskan dalam semua proses membuat mimpi menjadi kenyataan ini, dan itu adalah KETEKUNAN atau dalam bahasa Inggrisnya, PERSEVERANCE.

Istilah ini aku dapatkan ketika aku memulai semester yang baru di masa SMA. Ketika itu guru bahasa Inggris saya, Mr. Ronald Iskandar (great thanks to him), membuka pelajaran pertamanya dengan memberikan sebuah puisi yang berjudul PERSEVERANCE. Sebuah dorongan yang baik bagi semua muridnya untuk melakukan semua hal dengan sebuah ketekunan. Dan entah mengapa, sejak hari itu juga kata ini begitu melekat kuat di pikiran saya.  Sebuah kata yang menarik dan saya sangat menyukainya.

Ketekunan. Yaa..banyak orang memiliki impian yang besar dan indah. Tapi giliran harus membuatnya menjadi kenyataan, sebagian dari mereka hanya mampu bertahan beberapa saat saja, karena ketika ada masalah yang menghadang maka dengan mudahnya mereka menyerah dan melepaskan semua impian yang mereka miliki itu.

Apa sih sebenarnya ketekunan itu?

Read more...
 
EVERYBODY NEEDS LOVE
Written by sariwati   
Thursday, 19 April 2012 11:59

Yohanes 8 : 11 …Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

Sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya akan berbeda dibandingkan sebaliknya. Begitu juga ketika anak saya ‘dipaksa’ belajar, ditambah dengan sebuah ancaman dan peringatan bahwa jika tidak belajar sungguh-sungguh maka bisa-bisa dia tidak naik kelas. Akibatnya, anak-anak kami akan belajar dengan berat hati. Hasilnya memang dia bisa mengerjakan setiap ulangannya, tapi mereka tidak merasa suka cita. Dan gara-gara ancaman-ancaman seperti inilah para siswa akan menggunakan banyak cara supaya bisa naik kelas. Mencontek, bekerja sama dengan teman, cari kunci jawaban, atau apapun caranya…asal tidak ketahuan, yang penting bisa naik kelas.

Berbeda sekali ketika mereka mulai menikmati setiap mata pelajaran itu dan menyukainya. Apalagi dengan diberikan pengertian yang benar tanpa ancaman apapun, cara mereka melakukannya sangat berbeda sekarang. Sukacita itu membuat segala beban itu menjadi lebih ringan. Kini, mata pelajaran yang tadinya tampak sulit di matanya menjadi lebih mudah karena cara mereka mengerjakannya sangat berbeda. Dan karena menjadi lebih mudah, tentu mereka tidak perlu lagi berbuat curang, karena toh kini semuanya sudah bisa mereka atasi dengan sangat baik.

Mengerjakan sesuatu dibawah tekanan dan ancaman tentu akan memberikan hasil yang berbeda dibandingkan jika melakukannya dengan rasa kasih dan sukacita. Apa yang tadinya terasa berat, kini menjadi relatif lebih mudah.

Hukum Taurat diberikan dengan penuh tekanan dan ancaman. Jika kita tidak bisa melakukannya sesuai dengan hukum yang berlaku, maka segala ancaman pun berlaku. Dan siapapun tidak akan tahan dengan segala akibat dari hukum taurat tersebut. Dan akibatnya, hukum taurat ini membuat setiap orang akan mencari cara supaya tidak menanggung akibatnya.

Bagus kalau mereka memang bisa menghindari dosa itu. Tapi yang lebih parah, mereka tahu bahwa mereka bersalah, tapi mereka berusaha menutupinya dengan dosa lain supaya tidak ketahuan. Artinya, mereka melaksanakan semua hukum itu bukan karena mereka mengasihi Allah, tapi hanya karena mereka ‘takut’ akan akibat dari kesalahan yang harus mereka tanggung jika ketahuan.

Read more...
 
LEADING BY GRACE
Written by sariwati   
Sunday, 08 April 2012 12:49

Ulangan 3:28 …. kuatkan dan teguhkanlah hatinya, sebab dialah yang akan menyeberang di depan bangsa ini dan dialah yang akan memimpin mereka sampai mereka memiliki negeri yang akan kaulihat itu

 

Memiliki sebuah posisi saja ternyata tidaklah cukup. Benarlah seperti apa kata pendahulu kita, bahwa seorang pemimpin tanpa pengikut bukanlah pemimpin yang sebenarnya. Meskipun posisi tersebut diberikan kepada kita, tapi kalau kita tidak mampu membangun sebuah hubungan yang baik dengan orang-orang yang ada di bawah kita, maka posisi itu hanyalah sebuah utopia.

Belajar dari pengalaman berorganisasi selama bertahun-tahun sejak saya duduk di bangku SMP, memang nyata sekali terlihat bahwa biar bagaimanapun seorang yang menjabat ketua organisasi itu jauh lebih baik jika dijabat oleh seorang yang memang menjadi pilihan sebagian besar orang, karena dengan cara itu, segala beban kerjanya bisa dia delegasikan dan akan ditanggung oleh lebih banyak orang sehingga tentunya akan lebih mudah diselesaikan, dibandingkan jika hanya sedikit orang yang mengusungnya, tentu menjadi sulit baginya untuk berjalan maju.

Jangan juga kita lupa bahwa sebenarnya, setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing. Akan ada masanya dimana mereka berpikir bahwa lebih baik mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan pribadi daripada mengurusi kepentingan orang lain. Jadi, jika seorang pemimpin tidak mampu membangun relasi yang baik dengan bawahannya, apalagi jika berbicara tentang organisasi non profit yang notabene tidak memiliki nilai materi yang substansial bagi pengikutnya, tentu mereka semua akan berpikir berulang kali sebelum benar-benar melangkah mendukung pemimpinnya.

Membangun relasi tentulah sangat diperlukan. Masalahnya, relasi macam apa yang kiranya akan bisa bertahan lama dan lebih berkualitas?

Saya teringat dengan pelajaran biologi, ada istilah ‘simbiosis mutualisme’. Kira-kira artinya adalah hubungan yang bisa saling menguntungkan setiap pihak yang terlibat di dalamnya.

Tentunya didalam relasi kita dengan banyak orang pun perlu sekali jenis relasi seperti ini. Persis seperti yang Tuhan juga ajarkan, bahwa terlebih baik memberi daripada menerima, maka jenis relasi ini pun memerlukan sikap hati yang seperti ini. Saling memberi dari kedua belah pihak, dan bukan saling menuntut, barulah relasi itu akan saling menguntungkan. Karena ketika yang satu memberi, maka pihak lain bisa menerima. Dan begitulah sebaliknya. Jadi, keduanya akhirnya bisa saling memperhatikan dan saling menguntungkan.

Namun saya mempelajari, seringkali terjadi bagi orang-orang yang merasa sudah berhasil dalam bisnisnya, mereka lupa untuk memisahkan cara penerapan kepemimpinannya di dalam bisnisnya dengan masalah pelayanannya. Sehingga seringkali mereka menerapkan sikap ‘bossy’ mereka di dalam dunia pelayanan, seakan-akan orang-orang yang ada di bawah mereka itu adalah ‘pegawai bayaran’ mereka yang tetap harus mengikuti perintah mereka.

Jangan lupa, ketika kita ada di dunia pelayanan, bahkan setiap pemimpin pun adalah ‘bawahan’ dari satu pimpinan tertinggi, yaitu Tuhan sendiri. Dan gaya kepemimpinan Tuhan tidaklah seperti seorang boss yang ada di dunia ini, meskipun Dia sangat mampu ‘menggaji’ kita lebih dari siapapun di seluruh dunia ini.

Kalau Tuhan saja memakai cara yang sangat baik dalam memimpin kita, dengan membangun hubungan yang personal dan sangat dalam, mengapa kita yang hanya ‘anak buahnya’, kok sepertinya bisa lebih berlagak daripada Pemimpin yang sebenarnya?

Read more...
 
Designed by vonfio.de