Home Artikel Rohani
DIPAKSA UNTUK MEMIKUL SALIB PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 02 February 2012 14:29

Markus 15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Dengan teganya seseorang mengatakan kepadaku bahwa adalah bagianku untuk memikul salib karena aku mempunyai titel ‘Pendeta’. Hmmmm.. aku merenung panjang untuk hal ini, dan mulai membuka Alkitab. Kucari bagian ayat ini, dan aku menemukan ayat ini : Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Ya, aku tahu sebagai hamba Tuhan memang kita akan mempunyai tugas yang tidak mudah melakukan segala bagian yang Tuhan taruh dalam hidup kita. Tapi kalau soal memikul salib...maaf saudaraku, itu bukan hanya bagian pendeta atau hamba Tuhan saja. Tapi ayat itu disampaikan untuk kita semua yang mengaku pengikut Tuhan, karena tidak ada kata spesifik bahwa itu hanya untuk hamba Tuhan.

Jadi..aku rasa bukan hanya seorang hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban melakukan semua tugas ini, tapi termasuk anda yang saat ini membaca artikel ini. Setuju dengan saya?

Terkadang kebanyakan dari kita sangat tidak adil dalam menerapkan firman Tuhan di dalam kehidupan kita, seakan-akan ada bagian yang memang untuk seseorang, dan ada bagian yang bukan untuk kita. Sepertinya kita boleh memilih mana yang kita sukai dan itu yang akan kita terapkan, tapi ada bagian yang kita tidak suka, maka akan kita bebankan kepada orang lain.

 

Saya jadi tersenyum sendiri mengingat percakapan saya sore itu. Memang tidak mudah menyelami pikiran seseorang. Dan betapa liciknya hati kita, karena seringkali kita menerapkan hal itu kepada orang lain tapi tidak pernah berani untuk mengambil tanggung jawab itu untuk diri kita sendiri.

Ingat peristiwa Via de Lorosa? Peristiwa ketika Tuhan harus memikul salib menuju Golgota? Di saat itu ada seorang yang bernama Simon dari Kirene sedang melewati daerah itu. Ia bukan Yesus, dan sepertinya ia juga bukan saudaranya. Dan kalau saya boleh menebak, ia juga sepertinya bukan salah satu murid Yesus yang mengikutinya kemana-mana. Tapi apa yang terjadi? Hari itu dia sepertinya berada di tempat yang tidak tepat.

Last Updated on Thursday, 02 February 2012 14:43
Read more...
 
Power of Influence PDF Print E-mail
Written by Ps. Jimmy Oentoro   
Tuesday, 10 March 2009 18:17

Redaksi: Kami dari tim RotiHidup.com mengucapkan selamat datang dan sekaligus berterima kasih kepada Pastor Jimmy Oentoro (Founder IFGF GISI Worldwide) atas kontribusinya melalui artikel berikut untuk dimuat di website RotiHidup.com. Tuhan Yesus memberkati.

 


 

“Pengaruh...” setiap orang ingin memberikan pengaruh dan ingin dipengaruhi.  Siapa yang tidak bangga bila orang lain menerima ide, mengadopsi pemikiran bahkan meniru tingkah laku mereka.  Puluhan buku ditulis tentang bagaimana menjadi orang yang berpengaruh, bagaimana menyampaikan ide sehingga orang dapat menerimanya, dan berbagai judul yang intinya cara-cara membawa masuk pengaruh kita dalam kehidupan orang lain. Tetapi orang juga membutuhkan dan menginginkan orang lain memberikan pengaruhnya pada mereka.  Orang membutuhkan mentor, pembimbing atau sekedar orang lain yang memberikan inspirasi bagi kehidupan mereka.  Tidak jarang, orang ingin bertemu langsung dan “berguru” dengan seseorang yang mereka idolakan.  Pada kenyataannya, kehidupan kita adalah rangkaian pengaruh yang kita terima dari orang-orang di sekitar kita sepanjang kehidupan kita. 

Last Updated on Tuesday, 10 March 2009 18:25
Read more...
 
TENGGELAM DALAM CINTANYA PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 12 January 2012 09:26

Yeremia 31 : 3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Pernah jatuh cinta? Pernah mencintai seseorang dengan perasaan yang teramat dalam? Pernah mencoba membangun hubungan dengan seseorang? Bagaimana rasanya? Sangat indah dan menyenangkan. Betul begitu?

Yaaa, di saat kita jatuh cinta  dan dalam proses mencintai seseorang, segala situasi menjadi menyenangkan. Perasaan cinta itu mengalahkan segalanya. Sekalipun orang tersebut melakukan hal yang menggelikan, kita akan dengan mudah bisa menerimanya. Kita bahkan tidak akan keberatan dengan semua permintaan yang dia lakukan. Dengan senang hati kita akan melakukannya asal bisa menyenangkan hatinya.

Hampir setiap waktu di setiap hari yang kita lewati, yang kita pikirkan hanya tentang orang tersebut, dan bagaimana bisa memenuhi harapannya.

Kita akan mencatat baik-baik semua kesukaannya dan apa yang menjadi cita-citanya. Makanan favoritnya, bahkan kita akan menyimpan dalam memori kita bagaimana caranya bicara, tertawa, dan mengucapkan kalimat-kalimat tertentu yang khusus ia tujukan kepada kita.

Cinta oh cinta, alangkah indah dan menyenangkannya. Dan sangat menyenangkan khususnya ketika semuanya berjalan mulus seperti yang kita inginkan, kondisinya baik-baik saja, komunikasi lancar, dan tidak ada pertengkaran dan konflik di dalam hubungan tersebut.

Tapi apa yang akan terjadi ketika situasinya berubah? Ia tidak lagi bisa diharapkan. Ia juga tidak selucu dan se-menyenangkan sebelumnya. Kata-katanya tidak lagi manis, dan malah kebalikannya : tajam, judes, keras dan penuh penghinaan. Wajahnya sudah tidak mempunyai senyuman. Matanya tidak lagi memancarkan cinta. Semua yang indah itu sudah berlalu. Yang tersisa hanyalah rasa sakit, kebencian dan dendam. Tiba-tiba saja, hanya dalam waktu yang singkat, semua peristiwa menyakitkan yang dulu tidak menjadi masalah, kini muncul dan tidak bisa diampuni. Semua keindahan itu sirna sudah. Apa yang dulu bisa ditoleransi, kini tidak lagi. Bahkan kata-kata yang salah sedikit saja, bisa menyebabkan pertengkaran yang besar.

Read more...
 
Putus Asa: Sebab dan Obatnya PDF Print E-mail
Written by Rev. Agus Pitarto   
Friday, 13 February 2009 04:51

Never Give Up!

Gampang dikatakan, tapi sulit dilakukan. Banyak dari kita yang mengalami tantangan yang menjadikan kita putus asa. Sebelum memutuskan untuk berkata "I can't do it any longer", ada baiknya kita belajar dari Nehemia yang memberidari dirinya, segala yang terbaik buat Tuhan ketika membangun kembali tembok Yerusalem.
Sebagai pemimpin dalam Gereja, wajar koq kalau kita sempat down, toh kita juga manusia. Secara.., Nehemia adalah Nabi besar, bo.. dia juga bisa mengalami tekanan mental.
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita untuk tidak mudah merasa kecil hati, dan kiranya menjadi berkat untuk kita semua.

Last Updated on Friday, 13 February 2009 04:57
Read more...
 
MENJADI PENGARUH BAGI ORANG LAIN PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Friday, 06 January 2012 14:59

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.

Apa yang dilakukannya hanyalah mengajarkan tentang musik kepada murid-muridnya. Ia melakukannya setiap hari dengan sungguh-sungguh, dan mencoba menanamkan rasa cinta akan musik dengan satu cara pandang yang berbeda. Ia menularkan ‘passion’nya akan dunia musik dengan satu tindakan dan gaya hidup. Dan itu sangat tampak dari caranya memberikan pelajaran di kelasnya. Ketika ia menceritakan siapa itu Sebastian Bach, dan bagaimana ia memainkan setiap nada melalui dentingan pianonya, dan bagaimana matanya melukiskan semua kecintaannya kepada musik, dan usahanya mendorong serta memotivasi setiap murid-muridnya untuk terus berusaha dan tidak putus asa dalam belajar menyanyi atau memainkan alat musik, semuanya menggambarkan bagaimana ketekunannya dalam menularkan kecintaannya tersebut.

Musik adalah dunianya. Ia bisa membenamkan dirinya dalam kumpulan nada dan dentingan pianonya selama berjam-jam sepanjang hari tanpa henti demi menelurkan aransemen yang bagus. Ia juga menunjukkan kepiawaiannya dalam menjadi conductor sebuah orkestra.

Dan begitulah yang ia lakukan dari hari ke hari secara alamiah, dari tahun ke tahun, dari angkatan ke angkatan berikutnya, yang ia lakukan hanyalah mengajar dan mengajar dan menularkan kecintaannya tersebut kepada tiap orang yang dia ajar.

Kelihatannya sederhana, dan dari semua sudut pandang guru-guru yang lain, apa yang dilakukannya tidaklah seberapa. Secara kurikulum, pelajaran musik hanya mendapatkan kredit yang sangat kecil karena dianggap hanya penunjang dan bukan hal yang mayor. Bahkan sewaktu-waktu bisa saja pelajaran ini ditiadakan karena dianggap kurang berguna sehingga tidak ada anggaran lebih untuk bisa menunjukkan kemampuannya. Namun ia tidak menyerah. Ia mengerjakan hal tersebut bukan sekedar untuk uang, tapi lebih karena kecintaannya akan musik. Ia merasa terpuaskan ketika ia bisa melihat bagaimana murid-muridnya bisa menemukan bakat mereka dalam hal musik dan menemukan passion yang sama dengan yang ia miliki.

Kisah ini aku saksikan dalam filem Mr Holland’s Opus. Sebuah filem yang sangat menarik untuk disaksikan, dan sarat dengan pendidikan. Lebih menarik lagi karena kita bisa belajar tentang apa itu passion, dan bagaimana seseorang bisa memberikan pengaruhnya kepada orang lain tanpa ia sadari.

Banyak orang ingin memiliki pengaruh, tapi akhirnya melakukannya dengan cara yang salah. Ada yang dengan memaksakannya, ada yang mencoba membelinya. Tapi filem ini menunjukkan satu cara yang sangat alamiah bagaimana menanamkan pengaruh kepada banyak orang. Tokoh ini tidak pernah berusaha memaksakan pengaruhnya, tapi ia mengimpartasikannya dengan cara hidup dan kecintaannya. Ia menanamkan hal tersebut dengan membangun relasi yang kuat dengan setiap orang yang ia ajar, sehingga hampir semua muridnya mempunyai rasa hormat yang tinggi akan dia, dan benar-benar mencintainya dan apa yang ia ajarkan.

Ia menjadi guru favorit bukan karena pelajaran yang top. Ia menjadi favorit, dan musik menjadi menyenangkan karena cara ia mengajar memang menyenangkan dan membuat setiap orang bisa terhanyut di dalamnya tanpa paksaan. Ia mengajak setiap orang untuk mempunyai wawasan yang baru tentang musik, dan menunjukkan caranya bagaimana bisa mencintai musik untuk tiap orang, bahkan yang paling tidak berbakat sekalipun.

Dan kisah ini ditutup dengan sebuah kisah yang manis, bagaimana akhirnya ia harus mengakhiri jabatannya sebagai guru musik di usianya yang ke 60, dan murid-murid yang pernah ia ajar berkumpul untuk membuat pesta perpisahan dengannya, memberikan sebuah kejutan kepadanya dengan mengumpulkan semua anak dari setiap angkatan ke dalam sebuah orkestra yang kemudian meminta sang maestro ini untuk menjadi conductor nya.

Sang guru ini begitu terharu sekaligus tidak menyangka bahwa semua muridnya menghargainya sedemikian rupa. Apalagi ketika ia mendengar pidato pembukaan dari salah seorang murid yang dulu begitu sulit dalam belajar memainkan flute, tapi sekarang ia sudah ahli memainkannya berkat dorongannya, sekaligus anak tersebut sudah menjadi seorang gubernur di salah satu daerah di Amerika, anak ini mengatakan bahwa salah satu orang yang membuatnya berhasil adalah karena dorongan dan pengaruh yang diberikan oleh guru musik ini. Caranya dalam membuat ia berhasil memainkan flute dan mencintai musik membuat ia berani melangkah ke dalam banyak hal yang lain. Sungguh tidak terduga sekaligus membanggakan.

Kisah ini mengingatkan  saya tentang bagaimana kita menjadi  pengaruh kepada orang lain.

Last Updated on Friday, 06 January 2012 15:11
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 26
Designed by vonfio.de