|

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.
Apa yang dilakukannya hanyalah mengajarkan tentang musik kepada murid-muridnya. Ia melakukannya setiap hari dengan sungguh-sungguh, dan mencoba menanamkan rasa cinta akan musik dengan satu cara pandang yang berbeda. Ia menularkan ‘passion’nya akan dunia musik dengan satu tindakan dan gaya hidup. Dan itu sangat tampak dari caranya memberikan pelajaran di kelasnya. Ketika ia menceritakan siapa itu Sebastian Bach, dan bagaimana ia memainkan setiap nada melalui dentingan pianonya, dan bagaimana matanya melukiskan semua kecintaannya kepada musik, dan usahanya mendorong serta memotivasi setiap murid-muridnya untuk terus berusaha dan tidak putus asa dalam belajar menyanyi atau memainkan alat musik, semuanya menggambarkan bagaimana ketekunannya dalam menularkan kecintaannya tersebut.
Musik adalah dunianya. Ia bisa membenamkan dirinya dalam kumpulan nada dan dentingan pianonya selama berjam-jam sepanjang hari tanpa henti demi menelurkan aransemen yang bagus. Ia juga menunjukkan kepiawaiannya dalam menjadi conductor sebuah orkestra.
Dan begitulah yang ia lakukan dari hari ke hari secara alamiah, dari tahun ke tahun, dari angkatan ke angkatan berikutnya, yang ia lakukan hanyalah mengajar dan mengajar dan menularkan kecintaannya tersebut kepada tiap orang yang dia ajar.
Kelihatannya sederhana, dan dari semua sudut pandang guru-guru yang lain, apa yang dilakukannya tidaklah seberapa. Secara kurikulum, pelajaran musik hanya mendapatkan kredit yang sangat kecil karena dianggap hanya penunjang dan bukan hal yang mayor. Bahkan sewaktu-waktu bisa saja pelajaran ini ditiadakan karena dianggap kurang berguna sehingga tidak ada anggaran lebih untuk bisa menunjukkan kemampuannya. Namun ia tidak menyerah. Ia mengerjakan hal tersebut bukan sekedar untuk uang, tapi lebih karena kecintaannya akan musik. Ia merasa terpuaskan ketika ia bisa melihat bagaimana murid-muridnya bisa menemukan bakat mereka dalam hal musik dan menemukan passion yang sama dengan yang ia miliki.
Kisah ini aku saksikan dalam filem Mr Holland’s Opus. Sebuah filem yang sangat menarik untuk disaksikan, dan sarat dengan pendidikan. Lebih menarik lagi karena kita bisa belajar tentang apa itu passion, dan bagaimana seseorang bisa memberikan pengaruhnya kepada orang lain tanpa ia sadari.
Banyak orang ingin memiliki pengaruh, tapi akhirnya melakukannya dengan cara yang salah. Ada yang dengan memaksakannya, ada yang mencoba membelinya. Tapi filem ini menunjukkan satu cara yang sangat alamiah bagaimana menanamkan pengaruh kepada banyak orang. Tokoh ini tidak pernah berusaha memaksakan pengaruhnya, tapi ia mengimpartasikannya dengan cara hidup dan kecintaannya. Ia menanamkan hal tersebut dengan membangun relasi yang kuat dengan setiap orang yang ia ajar, sehingga hampir semua muridnya mempunyai rasa hormat yang tinggi akan dia, dan benar-benar mencintainya dan apa yang ia ajarkan.
Ia menjadi guru favorit bukan karena pelajaran yang top. Ia menjadi favorit, dan musik menjadi menyenangkan karena cara ia mengajar memang menyenangkan dan membuat setiap orang bisa terhanyut di dalamnya tanpa paksaan. Ia mengajak setiap orang untuk mempunyai wawasan yang baru tentang musik, dan menunjukkan caranya bagaimana bisa mencintai musik untuk tiap orang, bahkan yang paling tidak berbakat sekalipun.
Dan kisah ini ditutup dengan sebuah kisah yang manis, bagaimana akhirnya ia harus mengakhiri jabatannya sebagai guru musik di usianya yang ke 60, dan murid-murid yang pernah ia ajar berkumpul untuk membuat pesta perpisahan dengannya, memberikan sebuah kejutan kepadanya dengan mengumpulkan semua anak dari setiap angkatan ke dalam sebuah orkestra yang kemudian meminta sang maestro ini untuk menjadi conductor nya.
Sang guru ini begitu terharu sekaligus tidak menyangka bahwa semua muridnya menghargainya sedemikian rupa. Apalagi ketika ia mendengar pidato pembukaan dari salah seorang murid yang dulu begitu sulit dalam belajar memainkan flute, tapi sekarang ia sudah ahli memainkannya berkat dorongannya, sekaligus anak tersebut sudah menjadi seorang gubernur di salah satu daerah di Amerika, anak ini mengatakan bahwa salah satu orang yang membuatnya berhasil adalah karena dorongan dan pengaruh yang diberikan oleh guru musik ini. Caranya dalam membuat ia berhasil memainkan flute dan mencintai musik membuat ia berani melangkah ke dalam banyak hal yang lain. Sungguh tidak terduga sekaligus membanggakan.
Kisah ini mengingatkan saya tentang bagaimana kita menjadi pengaruh kepada orang lain.
|