Home Artikel Rohani
Apakah Yesus harus lahir kembali di kandang domba? PDF Print E-mail
Written by Nelson Saragih   
Wednesday, 24 December 2008 15:37

Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Bulan Desember khususnya tanggal 25 Desember adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh orang kristen. Tanggal  tersebut ditentukan sebagai tanggal memperingati lahirnya juru selamat manusia yaitu Tuhan Yesus. Dimana-mana umat Kristiani merayakannya. Berbagai acara natal dilakukan, mulai dengan acara sederhana sampai acara yang menelan banyak biaya. Bahkan dibeberapa tempat, KKR natal banyak dilakukan. Moment natal digunakan untuk membangunkan kembali rohani yang mungkin sedang tertidur. Ini menunjukkan secara Jasmani kelahiran Yesus memang disambut secara luar biasa tapi apakah Yesus ada lahir di dalam hati kita? 

Last Updated on Wednesday, 24 December 2008 16:07
Read more...
 
BISA JADI KITA SALAH BERDOA PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 29 December 2011 09:05

Yakobus 4 : 3 ‘Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.’

Apa jadinya ya kira-kira kalau Tuhan selalu menjawab ‘YA’ untuk semua permintaan kita? Apakah semua itu pasti menyenangkan dan baik?

Saya mengajak anda untuk merenungkannya sejenak hari ini, karena banyak dari kita berharap bahwa Dia akan selalu mengabulkan semua yang kita harapkan dan kita minta, padahal belum tentu kita mengerti apa yang kita minta itu.

Bisa jadi saat anda membaca tulisan ini, di dalam hati anda sedang bergumul dengan Tuhan akan suatu permohonan yang sudah lama anda doakan namun belum juga anda dapatkan. Dan selama itu pula anda bertanya-tanya ‘mengapa Tuhan?’.

Tapi pernahkah anda mencoba untuk merenungkan semuanya dengan lebih jernih, sehingga anda sendiri akan mengerti sebuah jawaban yang lebih jelas akan apa yang sedang anda doakan tersebut? Karena jangan-jangan, persoalannya bukan terletak pada Tuhan, tapi justru karena apa yang anda doakan tersebut memang tidak berkenan dengan kehendak Tuhan.

‘Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.’ (Yakobus 4 : 3)

Nah, bisa jadi selama ini kita salah berdoa. Hmmm...apanya yang salah? Apakah cara bicaranya? Atau salah menggunakan password-nya? ...ternyata bukan itu.

Yang menjadi kesalahan adalah : Karena kita seringkali tidak mengerti apa yang kita minta.

Apa yang kita inginkan ternyata belum tentu semuanya baik bagi kita. Salah-salah malah menjadi jerat dalam hidup kita. Dan siapa yang sebenarnya paling tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang? Kitakah? Atau Tuhan sang pencipta? Tentu saja Dia, Tuhan sang pencipta itu.

Dan karena Dia juga yang memegang hari-hari kita, maka Dia akan selalu berusah meng-intervensi kehidupan kita. Tentu saja hal itu akan termasuk di dalam menjawab doa-doa kita.

Hmm...kalau demikian, maka pertanyaan yang seringkali muncul adalah, bagaimana caranya kita bisa tahu apakah permintaan kita itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak? Dan apakah salah kalau kita terus menerus meminta dan mendoakan sesuatu untuk waktu yang lama, sekalipun kita melihat bagaimana Tuhan sepertinya tidak memberikan jawaban untuk permintaan itu?

Saudaraku, di dalam penantian kita akan sebuah jawaban doa, disitulah terletak proses pengujian itu. Ketika Tuhan belum menjawab doa-doa kita,  maka kita akan berada di sebuah masa, dimana justru kita akan mengalami transformasi bersama Dia.

Kalau kita ingin mengetahui, apakah doa kita ini sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak, maka sebetulnya kita bisa menemukannya di dalam hati kita sendiri. Dalam waktu penantian itu, jika kita merasakan bahwa ‘beban’ itu semakin terasa, dan membuat kita ingin terus mendoakannya sekalipun kelihatannya mustahil, maka bisa jadi memang permintaan itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika hal ini yang terjadi, maka jangan berhenti untuk mendoakannya. Dan ketika kita terus berdoa, kita bisa melihat bahwa kebutuhan untuk jawaban doa itu semakin kuat terasa, itulah saatnya untuk makin bersungguh-sungguh berharap kepada Tuhan.

Tapi sebaliknya, jika apa yang kita doakan hari ini, yang kelihatannya begitu berat menekan pada hari ini, tapi sejalan dengan waktu, ternyata beban itu sepertinya menguap begitu saja sehingga pada akhirnya kita tidak lagi merasakan perlunya bagi kita untuk mendoakan hal itu, maka bisa jadi bahwa kebutuhan itu hanya keinginan kita saja. Karena ketika diuji dengan waktu, beban itu menguap begitu saja dan tidak ada lagi urgensi nya bagi kita.

Sebaliknya, jika ada permintaan dalam hati kita yang menekan demikian kuat, namun ketika didoakan ternyata jawaban Tuhan tidak kunjung datang, dan pada akhirnya malah membuat kita marah dan frustrasi, dan menganggap bahwa Tuhan tidak adil atau bahkan dengan teganya menyimpulkan bahwa Tuhan itu mati dan tidak pernah ada, maka itu waktunya untuk kita mulai menguji diri kita, jangan-jangan...permintaan itu bukan sesuatu yang baik dan sesuai dengan kehendakNya, malah akan membuat hidup kita menjadi buruk dan menjerat kita untuk melakukan dosa pada akhirnya.

Jadi, bagaimana sebetulnya cara berdoa dan menantikan jawaban Tuhan itu?

Last Updated on Thursday, 29 December 2011 09:24
Read more...
 
Bendahara yang cerdik PDF Print E-mail
Written by Nelson Saragih   
Sunday, 14 December 2008 15:12

Bendahara yang Cerdik (Lukas 16:1-9)

Lukas 16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.


Dalam Lukas 16:1-14 dikisahkan ada seorang bendahara yang bertugas mengurus harta seorang Tuannya. Karena bendahara tersebut memboroskan hartanya maka sang tuan meminta agar si bendahara membuat laporan pertanggung jawaban. Si bendahara tahu bahwa akibat dari perbuatannya ia akan menghadapi resiko pemecatan. Dengan cerdik dia memanggil orang-orang yang berhutang pada tuannya dan mengurangi semua hutang mereka. Harapannya adalah apabila ia benar-benar di pecat maka orang-orang tersebut akan menolongnya. Atas kecerdikannya itu tuannya memuji dia dalam hatinya.


Yang menjadi pertanyaan, mengapa bendahara itu bisa memboroskan harta tuannya? Jawabannya adalah karena bendahara itu tidak menyadari kalau harta itu bukan miliknya. Dia merasa bahwa harta yang dikelolanya itu adalah miliknya pribadi. Seandainya dia benar-benar menyadari bahwa harta itu bukan miliknya, pasti dia tidak akan memakai harta itu sekehendak hatinya.

Last Updated on Sunday, 14 December 2008 15:51
Read more...
 
GOD’S VESSEL PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Saturday, 24 December 2011 08:00

Lukas 1 : 38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

“Oeeeeeekkkk.....oeeekkk...”begitulah biasanya tangisan bayi yang pertama kali menghirup udara dunia ini. Setelah sembilan bulan  terkurung dalam ‘rumah’ pribadinya, tidak ada yang mengganggu, tidak ada aktivitas lain selain berputar-putar dalam ‘kurungan’ itu, sekarang tiba-tiba ia harus menatap sinar terang dan mendengar suara gaduh lain. Uuuuuhhh...!!!!

Dan bagi orang tuanya, teriakan bayi itu artinya sebuah tombol ON besar sudah menyala dan...tidak ada waktu untuk mengembalikannya. Karena di sebelah tombol itu tidak ada tombol OFF sama sekali. Artinya...terlambat untuk membatalkannya. Mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus menerima kehadiran ‘buntelan’ kecil itu.

Buat aku dan suamiku, saat itu adalah saat yang sangat membahagiakan dan memang kami nanti-nantikan. Tapi buat yang lain, siapa yang tahu? Masing-masing tentunya punya problem sendiri tentang hal ini, dan kami tidak berhak menghakimi atau mengajari harus ini dan itu.

Ketika Jonathan kecil ada dipangkuanku, masih segar dalam ingatanku bagaimana kami, aku dan suamiku, begitu kagum akan penciptaan Allah yang begitu sempurna. Wajahnya yang begitu tampan, bibirnya yang kecil tersenyum manis dalam dekapanku. Matanya tertutup rapat menikmati kehangatannya, sambil ke dua tangannya mengepal, tampak jari-jarinya yang kecil dan lucu. Tubuhnya memancarkan keharuman khas bayi. Aku suka mencium bayi. Harum dan memberi sensasi tersendiri. Rasa sayang akan mengalir begitu saja tanpa bisa ditahan.

Setiap kali perawat di rumah sakit itu mengantar bayiku ini ke kamarku, maka aku akan berlama-lama mendekapnya dan menciuminya. Dan seperti mengetahui rasa sayang kami, Jonathan kecil pun akan memberikan senyuman yang manis. Sangat menyenangkan rasanya. Dan aku benar-benar merasa tidak rela ketika perawat datang dan mengambilnya untuk dimasukkan kembali ke ruang bayi yang ada di rumah sakit tersebut. Ada perasaan kehilangan, walaupun sebenarnya aku tahu bayi itu akan dibawa ke tempat yang aman dan nyaman baginya.

Dan di saat Natal ini tiba, aku mencoba memahami hati dari seorang ibu yang mengandung bayi Natal itu. Maria.

Read more...
 
BELAJAR DARI PERSEMBAHAN HABEL DAN KAIN PDF Print E-mail
Written by Nelson Saragih   
Tuesday, 09 December 2008 19:03

Persembahan Habel dan Kain

Kejadian 4:3-5 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.


Dikisahkan di Alkitab ada dua orang kakak beradik yaitu Habel dan Kain. Suatu ketika mereka mempersembahkan persembahan kepada Tuhan. Persembahan Kain di tolak oleh Tuhan sementara persembahan Habel diterima.

 

Last Updated on Wednesday, 10 December 2008 03:47
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 26
Designed by vonfio.de