|

Yakobus 4 : 3 ‘Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.’
Apa jadinya ya kira-kira kalau Tuhan selalu menjawab ‘YA’ untuk semua permintaan kita? Apakah semua itu pasti menyenangkan dan baik?
Saya mengajak anda untuk merenungkannya sejenak hari ini, karena banyak dari kita berharap bahwa Dia akan selalu mengabulkan semua yang kita harapkan dan kita minta, padahal belum tentu kita mengerti apa yang kita minta itu.
Bisa jadi saat anda membaca tulisan ini, di dalam hati anda sedang bergumul dengan Tuhan akan suatu permohonan yang sudah lama anda doakan namun belum juga anda dapatkan. Dan selama itu pula anda bertanya-tanya ‘mengapa Tuhan?’.
Tapi pernahkah anda mencoba untuk merenungkan semuanya dengan lebih jernih, sehingga anda sendiri akan mengerti sebuah jawaban yang lebih jelas akan apa yang sedang anda doakan tersebut? Karena jangan-jangan, persoalannya bukan terletak pada Tuhan, tapi justru karena apa yang anda doakan tersebut memang tidak berkenan dengan kehendak Tuhan.
‘Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.’ (Yakobus 4 : 3)
Nah, bisa jadi selama ini kita salah berdoa. Hmmm...apanya yang salah? Apakah cara bicaranya? Atau salah menggunakan password-nya? ...ternyata bukan itu.
Yang menjadi kesalahan adalah : Karena kita seringkali tidak mengerti apa yang kita minta.
Apa yang kita inginkan ternyata belum tentu semuanya baik bagi kita. Salah-salah malah menjadi jerat dalam hidup kita. Dan siapa yang sebenarnya paling tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang? Kitakah? Atau Tuhan sang pencipta? Tentu saja Dia, Tuhan sang pencipta itu.
Dan karena Dia juga yang memegang hari-hari kita, maka Dia akan selalu berusah meng-intervensi kehidupan kita. Tentu saja hal itu akan termasuk di dalam menjawab doa-doa kita.
Hmm...kalau demikian, maka pertanyaan yang seringkali muncul adalah, bagaimana caranya kita bisa tahu apakah permintaan kita itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak? Dan apakah salah kalau kita terus menerus meminta dan mendoakan sesuatu untuk waktu yang lama, sekalipun kita melihat bagaimana Tuhan sepertinya tidak memberikan jawaban untuk permintaan itu?
Saudaraku, di dalam penantian kita akan sebuah jawaban doa, disitulah terletak proses pengujian itu. Ketika Tuhan belum menjawab doa-doa kita, maka kita akan berada di sebuah masa, dimana justru kita akan mengalami transformasi bersama Dia.
Kalau kita ingin mengetahui, apakah doa kita ini sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak, maka sebetulnya kita bisa menemukannya di dalam hati kita sendiri. Dalam waktu penantian itu, jika kita merasakan bahwa ‘beban’ itu semakin terasa, dan membuat kita ingin terus mendoakannya sekalipun kelihatannya mustahil, maka bisa jadi memang permintaan itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika hal ini yang terjadi, maka jangan berhenti untuk mendoakannya. Dan ketika kita terus berdoa, kita bisa melihat bahwa kebutuhan untuk jawaban doa itu semakin kuat terasa, itulah saatnya untuk makin bersungguh-sungguh berharap kepada Tuhan.
Tapi sebaliknya, jika apa yang kita doakan hari ini, yang kelihatannya begitu berat menekan pada hari ini, tapi sejalan dengan waktu, ternyata beban itu sepertinya menguap begitu saja sehingga pada akhirnya kita tidak lagi merasakan perlunya bagi kita untuk mendoakan hal itu, maka bisa jadi bahwa kebutuhan itu hanya keinginan kita saja. Karena ketika diuji dengan waktu, beban itu menguap begitu saja dan tidak ada lagi urgensi nya bagi kita.
Sebaliknya, jika ada permintaan dalam hati kita yang menekan demikian kuat, namun ketika didoakan ternyata jawaban Tuhan tidak kunjung datang, dan pada akhirnya malah membuat kita marah dan frustrasi, dan menganggap bahwa Tuhan tidak adil atau bahkan dengan teganya menyimpulkan bahwa Tuhan itu mati dan tidak pernah ada, maka itu waktunya untuk kita mulai menguji diri kita, jangan-jangan...permintaan itu bukan sesuatu yang baik dan sesuai dengan kehendakNya, malah akan membuat hidup kita menjadi buruk dan menjerat kita untuk melakukan dosa pada akhirnya.
Jadi, bagaimana sebetulnya cara berdoa dan menantikan jawaban Tuhan itu?
|