Home Artikel Rohani
KITA MEMANG TIDAK TAHU PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Wednesday, 21 December 2011 08:11

Pengkhotbah 10:14 Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

Ada banyak hal yang kita tidak tahu. Kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya untung, dan kapan datangnya malang. Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, bahkan siang atau malam hari ini. Kita juga tidak tahu mengapa pasangan kita mengambil keputusan seperti itu atau mengatakan hal tersebut.

Demikian juga kita tidak tahu kenapa teman-teman kita berlaku aneh atau begitu bergembira hari ini, mengapa anak-anak kita tiba-tiba menjadi pendiam, atau sebaliknya menjadi begitu bergembira dan berteriak-teriak tak terkendali?

Kita juga tidak tahu kapan akhirnya visi dan mimpi kita benar-benar tercapai, memenuhi semua harapan dan keinginan kita. Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa memberi tahukannya. Yang bisa kita lakukan hanyalah tetap tinggal percaya di dalam namaNya.

Read more...
 
4 KATEGORI ORANG KRISTEN PDF Print E-mail
Written by Nelson Saragih   
Sunday, 07 December 2008 19:48
Kata Kristen memiliki pengertian pengikut Kristus artinya orang yang mengikut Kristus. Kalau kita perhatikan dalam Alkitab, sewaktu pelayanan Tuhan Yesus banyak orang menjadi percaya dan mengikuti Tuhan Yesus. Kemana saja Tuhan Yesus melayani maka berbondong-bondong orang datang dan menyaksikan muzizat yang terjadi sampai-sampai Tuhan Yesus harus menyingkir ketempat yang sepi untuk menghindari kerumunan orang. Namun dari sekian banyak orang yang mengikut Yesus, tidak semua memiliki karakter yang sama. Disini saya kategorikan karakter mereka atas empat kelompok.
Last Updated on Sunday, 07 December 2008 20:05
Read more...
 
WHERE IS MY STAR? PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Friday, 09 December 2011 09:28

Matius 2 : 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

Pada liburan kemarin, aku dan anak-anakku serta adikku dan keluarganya, pergi bersama-sama ke Jakarta. Kami memang berencana untuk menghabiskan liburan kami di Jakarta karena anak-anak kami ingin pergi bermain di beberapa tempat di sana.

Dengan bersemangat kami berangkat pagi-pagi dan langsung menuju jalan tol Cipularang yang akan membawa kami ke sana.

Di sepanjang perjalanan kami mendiskusikan jadwal perjalanan kami dan merencanakan bagaimana pergi ke tempat-tempat yang kami inginkan, karena ada beberapa tempat yang kami tidak terlalu yakin lokasinya, karena kami memang belum pernah ke daerah sana sebelumnya.

Namun adikku mengatakan dengan yakin bahwa kami tidak perlu khawatir, karena dia membawa GPS miliknya yang sangat akurat dalam menunjukkan jalan. Oke pikirku. Hatiku merasa tenang mendengarnya dan merasa yakin dengan jawaban itu.

Begitu memasuki dalam kota Jakarta, kami memang sudah membutuhkan bantuan GPS itu karena jalanan yang begitu panjang dan banyak patahan sehingga membingungkan kami. Sedangkan daerah yang kami tuju adalah daerah asing yang belum pernah kami jajaki sendiri sebelumnya. Kalaupun kami pernah ke sana, maka itu sudah bertahun-tahun yang lalu, dan sekarang kondisinya benar-benar sudah berubah sehingga sama sekali asing bagi kami.

Bersyukur dengan teknologi yang canggih di jaman ini, GPS itu benar-benar berguna. Suara komputer yang memandu kami itu benar-benar akurat dan sangat membantu. Jadilah kami terus bergantung pada alat itu untuk menemukan lokasi yang kami tuju.

Dengan kata lain, memiliki ‘tujuan’ dalam hidup kita ternyata barulah satu permulaan. Itu belum apa-apa. Karena jika mempunyai tujuan, tapi kita tidak tahu bagaimana memulai dan tidak tahu arah perjalanan itu, maka tentunya akan membuat hidup menjadi berat.

Kita membutuhkan satu direction/arahan dalam mencapai tujuan itu. Kemana akan memulainya, ke kiri? Atau ke kanan? Lurus? Atau belok?

Sebuah Peta memang bisa membantu, namun memiliki sebuah PETA saja belum membantu seluruhnya. Karena PETA melukiskan begitu banyak jalanan dan daerah yang sangat semrawut. Jika kita belum pernah ke daerah tersebut, maka gambaran jalan-jalan di PETA tersebut malah akan membuat kita semakin pusing melihatnya. Perlu seseorang yang membantu mengarahkan perjalanan kita tersebut. Kita butuh sebuah GPS yang akan memandu.

Dan aku yakin, setiap kita memerlukan panduan tersebut dalam mencapai tujuan hidup kita. Memiliki cita-cita adalah satu hal, tapi memulai perjalanan dan mencari cara untuk mencapainya itu adalah hal lain lagi. Dari sekian banyak pilihan dan alternatif pilihan, maka sangat diperlukan untuk menentukan arah perjalanan kita.

Read more...
 
ALLAH PEDULI DENGAN PERNIKAHAN ANDA PDF Print E-mail
Written by Pdt. Dr. Jusak Karijanto   
Saturday, 29 November 2008 07:27

Ayat Nats: Yohanes 2:1-11.

Yesus sebelum masuk dalam pelayanan-Nya, DIA telah hadir ditengah2 pernikahan di Kana (Yoh.2:1-2).

Peristiwa ini bukan kebetulan telah menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sangat peduli dan senang hadir di dalam setiap rumahtangga orang percaya.

Dan apabila Yesus hadir ditengah2 rumahtangga anda, maka DIA siap untuk mengubah setiap krisis menjadi kelimpahan (Yoh.2:1-11).

Sebab Yesus amat mengasihi setiap pernikahan, sehingga walaupun ”waktunya belum tiba” (Yoh. 2:4b), DIA tetap bersedia menolong setiap krisis yang anda alami dalam rumahtangga anda secara ajaib (Yoh.2:7) dan mengubahnya menjadi kelimpahan (Yoh.2:10-11).


Read more...
 
ATTITUDE THAT ATRACTS THE SUCCESS PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 01 December 2011 19:32

Markus 9:35 ..."Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

 

Izinkan saya meminjam judul dari sebuah buku favorit saya yang ditulis oleh Wayne Cordeiro, yang juga merupakan salah satu hamba Tuhan yang menjadi teladan saya dalam melayani Tuhan.

Judul ini mewakili banyak pendapat orang, bahwa yang menjadi porsi paling besar di dalam menentukan sebuah keberhasilan adalah : attitude atau sikap dan perilaku kita.

Penting sekali kita mengerti hal ini, karena kebanyakan orang jauh lebih menekankan ilmu pengetahuan dan materi kekayaan, tapi seringkali mengabaikan tentang hal yang satu ini, dan akhirnya banyak dari mereka menjadi kecewa dan tersandung oleh sikap mereka sendiri yang kurang terpuji.

Ester 3:1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda.

Belajar dari peristiwa Haman yang merupakan seseorang yang sudah mencapai sebuah keberhasilan di dalam karirnya. Ia baru saja dipromosikan untuk sebuah posisi yang tinggi di dalam pemerintahan ketika itu. Tapi sayangnya, kenaikan pangkat itu tidak disertai dengan sebuah attitude yang baik.

Ester 3:5- 6 Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

Ketika ia melihat bahwa ada orang yang tidak menghargai dia seperti yang dia harapkan, maka seketika itu juga timbul satu niat untuk menghabisi nyawa orang tersebut. Dan ia tidak menyadari bahwa niat yang buruk  itu sungguh-sungguh merupakan awal dari kehancuran karirnya sendiri.

Keberhasilan kita tidak hanya ditentukan oleh titel dan pengetahuan kita, atau seberapa banyak tabungan dan koneksi kita, atau siapa backing dan orang tua kita. Ada satu faktor yang tidak boleh kita lupakan, yaitu sikap dan perilaku kita atau dalam tulisan ini saya lebih suka menggunakan kata dalam bahasa Inggrisnya, yaitu ‘attitude’.

Last Updated on Thursday, 01 December 2011 19:54
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 26
Designed by vonfio.de