|
Written by Rev. Agus Pitarto
|
|
Monday, 20 October 2008 05:25 |
|
Wahyu 4:6 – 11 Tidak ada tempat yang lebih indah selain dekat dengan Tahta Tuhan : Mazmur Daud juga mengatakan : “Lebih baik 1 hari dipelataranNYA daripaa 1000 hari di tempat yang lain” Kalau kita pelajari maka kita akan menemukan ada 4 (empat) mahluk yang berada disekeliling Tahta Tuhan dalam perikop ini, yaitu : 1. Mahluk yang seperti SINGA. 2. Mahluk yang seperti ANAK LEMBU. 3. Mahluk yang seperti MUKA MANUSIA. 4. Mahluk yang seperti BURUNG NASAR/RAJAWALI. |
|
Last Updated on Wednesday, 22 October 2008 07:38 |
|
Read more...
|
|
|
Written by sariwati
|
|
Thursday, 24 November 2011 10:01 |
|
Yeremia 33 : 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui
Penyesalan akan suatu hal yang sudah berlalu hampir selalu tidak ada gunanya. Apalagi jika hal itu sebenarnya sudah pernah diperingatkan sebelumnya oleh banyak orang, namun toh kita memilih untuk tetap melakukannya. Dan setelah itu kita akan merasa menyesal atas keputusan itu dan berpikir, ‘seandainya saja aku tidak melakukannya dan mendengarkan nasihat itu kemarin.’
Apa yang sudah berlalu tidak akan pernah bisa diulang. Tapi tentu saja semua itu akan tetap ada gunanya asal kita mau mengambil sisi baiknya. Kita bisa belajar dari kesalahan dan kegagalan yang lalu supaya tidak lagi terjadi di kemudian hari.
Sayangnya, ada banyak orang yang sampai hari ini masih terus hidup di masa yang lalu.
Sepertinya kegagalan yang mereka alami benar-benar membuat langkah mereka tertahan di sana dan tidak bisa beranjak dari situ. Apalagi jika hal itu berhubungan dengan kekayaan atau harta yang hilang. Mereka akan meratapi nasibnya dan merasa bahwa itulah akhir dari segalanya. Bahkan tidak jarang yang menjadi depresi dan menjadi hilang ingatan akibat peristiwa yang menyakitkan itu.
Itu memang kasus yang esktrem, tapi banyak juga kasus lain yang lebih ringan sifatnya namun tetap membawa akibat yang membahayakan.
|
|
Last Updated on Thursday, 24 November 2011 10:14 |
|
Read more...
|
|
Written by Rev. Agus Pitarto
|
|
Monday, 20 October 2008 05:19 |
|
Baca : 1samuel 1:1-20 Hana mengalami kesulitan yang sebenarnya bagi manusia tidak ada jalan keluarnya, tidak mungkin dapat teratasi karena dikatakan Tuhan menutup kandungannya maka apapun yang bias manusia lakukan, tidak akan mengubah keadaan dari Hana, Hana sangat diliputi dengan kesedian yang mendalam untuk keadaannya tersebut apalagi ditambah dengan berbagai olokan, hinaan dan cercaan orang – orang termasuk orang yang ada disekitarnya, coba perhatikan 1Sam 1:7 Penina ke rumah Tuhan untuk menyakiti hati Hana. Kadangkala bahkan mungkin sering terjadi orang lain atau bahkan kita kerumah Tuhan (gereja) tapi menyakiti hati orang lain, hal ini harusnya tidak boleh terjadi……ke rumah Tuhan harusnya untuk berbuat bakti pada Tuhan atau dengan kata lain untuk Celebration of Praise, maka itu kita semua harus belajar untuk dapat menjadi berkat dengan apapun yang kita perbuat, lakukan, pikirkan dan katakana bahkan sikap kita. |
|
Last Updated on Wednesday, 22 October 2008 07:39 |
|
Read more...
|
|
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 19 November 2011 06:18 |
|
Kolose 3 : 23-24 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
Persaingan ? Itu adalah hal biasa dalam sebuah kelompok. Kadang juga diperlukan untuk memacu kita mengeluarkan kemampuan yang terbaik dari diri kita. Yang terpenting adalah jangan sampai persaingan ini jadi mempengaruhi hubungan pribadi diantara setiap orang yang bersangkutan.
Tapi sayangnya, memang hubungan inilah yang akhirnya menjadi taruhannya. Bahkan tidak jarang kita tidak lagi perduli siapa orang tersebut, tapi jika mereka menghalangi langkah kita, maka sebisa-bisanya kita akan melibas mereka dan menghilangkan mereka dari jajaran tersebut.
Hal ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, dan berlaku untuk siapa saja.
Persaingan bahkan tidak akan memandang urusannya apa. Hal besar atau kecil akan berlaku sama saja. Kelompok besar atau kecil, semuanya bisa terjadi. Yang paling berbahaya sebagai akibat dari hal ini maka kita tidak akan pernah bisa mencapai yang namanya ‘unity’ atau kesatuan.
Melakukan hal yang baik tentu sangat alkitabiah sifatnya. Bahkan Tuhan sendiri mengajar kita untuk ‘melakukan semua hal seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia’ (Kol 3:23), jadi artinya bahwa kita memang didorong untuk melakukan semua pekerjaan dengan ekselen dan sempurna, karena Tuhan menyukai kesempurnaan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Rev. Agus Pitarto
|
|
Friday, 10 October 2008 21:52 |
|
Galatia 3:28 - 29 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. Semua orang “percaya” adalah juga keturunan Abraham jadi berhak atas janji-2NYA dan juga kita memiliki kesamaan untuk dapat mengubah KRISIS menjadi ANUGERAH dalam hidup kita. Belakangan ini krisis melanda dimana mana … saya berharap kesempatan ini kita tidak menjadi bingung, bimbang dan takut melainkan kita dapat mengerti apa yang harus kita lakukan sehingga krisis itu berubah menjadi Anugerah dalam hidup kita. Kejadiah 12:1-3 1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." · Panggilan yang pertama : adalah panggilan untuk meninggalkan hidup yang lama. Tinggalkan hidup lama dan memiliki hidup yang baru yaitu hidup yang dipimpin oleh Allah (saat itu abram hidup pada lingkungan yang tdk baik, tdk berkenan pada Allah. Untuk Abram bisa mengalami mujizat maka Abram harus menempuh hidup yang baru yang dipimpin oleh Allah). Banyak orang yang “percaya” emang sih setia datang di kebaktian, namun hidupnya masih tetap dikuasai dengan segala keinginan pribadinya bahkan dia mengatur hidupnya sendiri. Juga tidak sedikit orang percaya yang memilah Firman, maksudnya kalau dia senang ya…. Amin, tapi kalau dia ndak senang ya berkata “itu bukan buat saya” dengan lain kata secara lahiriah bertobat, mungkin emang mengakui dosanya tapi saying karena setelah itu dia tetap hidup sama seperti tidak menerima Kristus. Di bagian Alkitab yang lain berkata : “hidupku bukannya aku lagi, tapi Kristus dalamku” bahkan parahnya nih…. Ada sebagian orang ketika percaya bukannya hidupnya menyesuaikan dengan Firman tapi Firman yang disesuaikan dengan hati dan kehidupannya. Bukan kita mengabdi pada Tuhan tapi justru sebaliknya Tuhan harus mengabdi pada kita, seihingga kalau yang Tuhan berikan tidak seperti yang kita kehendaki maka kita merajuk dan ngedumel sambil bersungut – sungut. Bukankan hal ini lazim terjadi ? ha5X kalau kita mau hidup kita sungguh berarti bahkan KRISIS berubah menjadi ANUGERAH ….. hal ini HARUS DITINGGALKAN …. They Kingdom Come They will be done, semua orang yang percaya YESUS dipanggil untuk LAHIR BARU “Yang lama udah mati dikuburkan dan yang baru udah terbit” |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 2 of 26 |