|
Written by sariwati
|
|
Wednesday, 25 June 2008 04:49 |
|
Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Selalu ada yang pertama. Baru kemudian langkah selanjutnya. Pertama kita lahir ke dunia ini, pertama kita belajar berjalan, pertama kita belajar berbicara, pertama masuk sekolah, pertama punya teman, pertama kali kerja, pertama kali kenal Tuhan, dan banyak lagi pertama kali yang lain. Kita bisa katakan, selalu ada yang pertama. Kalau kita disodori secarik kertas putih, kita diberi kesempatan untuk melakukan apa saja pada kertas putih itu, kira-kira…apa yang akan anda lakukan dengan kertas putih itu ? Pikirkan baik-baik sebelum menjawabnya. Pandangi kertas putih itu, dan bayangkan apa yang akan anda lakukan dengan kertas putih itu. Hmmm… Ada kemungkinan, kalau anda adalah seorang pelukis, maka anda akan mulai mengambil kuas dan menyapukan kuas itu sampai terbentuk satu buah lukisan yang indah menurut pengamatan anda. Tapi jika anda adalah seorang penyair, maka besar kemungkinan anda akan mengambil sebatang pena dan mulai menuliskan kata demi kata menjadi serangkaian puisi yang indah. Atau jika seandainya anda adalah seorang penulis, maka sebuah cerita yang menarik tentu sudah akan segera memenuhi kertas itu. Bisa jadi, jika anda adalah seorang yang cekatan dengan tangan anda, maka anda akan membentuk kertas itu menjadi hiasan origami yang cemerlang. Dan bisa apa saja anda lakukan dengan kertas putih itu. Mengagumkan bukan ? |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 14 June 2008 07:42 |
|
Satu sisi kehidupan kita yang cukup sulit untuk kita kendalikan adalah masalah keuangan. Saya yakin setiap orang akan setuju. Bahkan ada satu ungkapan yang mengatakan begini,’punya sedikit cukup, punya banyak kurang’. Aneh sekali bukan ? Kok justru ketika kita punya lebih sedikit, uang kita itu cukup, sementara ketika kita mendapat lebih, kok malah tidak cukup ? Bukankah seharusnya sebaliknya yang terjadi ? Tapi itulah kenyataannya. Ayo, kita lihat beberapa contoh kasus tentang hal ini. Ketika Audrey masih bekerja di sebuah cabang sebuah bank yang kecil, gaji yang dia terima saat itu sangat standar. Pada waktu itu dia baru saja menyelesaikan kuliahnya, dan memang adalah sebuah anugerah kalau dia langsung diterima bekerja di bank ini. Gaji yang dijanjikan untuk dia terima memang tidak sebesar yang dia harapkan, tapi dengan ucapan syukur dia menerimanya. Dan ketika gaji pertama ada di dalam dompetnya, setiba di rumahnya, ia langsung menyisihkan perpuluhan untuk Tuhan, dan membagi yang sisanya sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya. Dia merasa cukup kaya dengan apa yang dia miliki saat itu, dan ternyata apa yang dia miliki itu bisa mencukupi semua kebutuhannya sampai pada bulan berikutnya yang merupakan waktu dia menerima gaji berikutnya. Setelah kurang lebih setahun dia bekerja, gajinya pun bertambah. Apalagi setelah akhirnya dia diangkat menjadi kepala cabang, pendapatannya sekarang hamper empat kali lipat dari yang dia terima saat pertama kali dia bekerja. Secara hitungan matematika manapun, itu berarti dia empat kali lebih kaya dari semula. Tapi di sini letak keanehannya. Dulu, ketika angka yang dia terima tidak sebesar ini, gajinya selalu cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi kenapa ya, justru setelah dia empat kali lebih kaya dari semula, dia justru malah jadi sering mengeluh kekurangan di hampir setiap akhir bulan menjelang gajian. Dia sendiri sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan terheran-heran sendiri. Kenapa begini ya ? |
|
Read more...
|
|
|
Written by sariwati
|
|
Tuesday, 10 June 2008 10:29 |
|
“hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka : Dengarkanlah suaraKu, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!” (Yeremia 7 : 23) Banyak orang mengejar kebahagiaan. Ada yang berusaha mencarinya di lorong-lorong jalan, dan ada juga yang berusaha membelinya. Tapi hari ini sungguh nyata, bahwa kebahagiaan sejati hanya ada di dalam ketaatan akan Tuhan. |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 07 June 2008 17:28 |
|
Saya teringat dengan sebuah kesaksian yang pernah diceritakan oleh salah seorang adikku tentang kesaksian temannya mengenai pasangan hidup. Katakanlah pria ini bernama Robert, ia tinggal di Jakarta, dan pada saat itu ia sedang mendoakan sungguh-sungguh tentang teman hidup. Di dalam doanya itu ia memberikan beberapa kriteria yang ia ajukan kepada Tuhan. Begini yang ia minta,”Tuhan, aku minta kepadaMu, berikan aku seorang pasangan hidup dengan kriteria begini : ia harus anak Tuhan yang mau melayani Engkau dengan sungguh-sungguh, orangnya cantik, rambutnya panjang, matanya biru dan namanya berhuruf awal V.” Hahahaha, sungguh sebuah doa yang menarik, bukan ? Saya belum pernah mendengar doa yang begitu terus terang dan cukup detail seperti itu, apalagi mengenai teman hidup. Apa anda pernah mendengar doa seperti ini, atau anda sudah melakukannya saat ini ? Yang saya mau saksikan adalah bagaimana cara anda berdoa akan sangat mempengaruhi hasil yang akan anda dapatkan. Percayalah mengenai hal ini. |
|
Read more...
|
|