Home Artikel Rohani
REACH YOUR DREAM PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 22 June 2008 02:08
REACH YOUR DREAM
Oleh: Paulus Winarto *

Where there is no vision, the people perish.
- King Solomon

Apa impian Anda setelah lulus kuliah nanti? Pertanyaan seperti itu hampir selalu saya tanyakan kepada para mahasiswa ketika saya memberikan kuliah tamu pada berbagai perguruan tinggi di negeri ini. Secara jujur saya akui, jawaban yang umumnya saya terima sangat ngambang bahkan cenderung tidak jelas. Misalnya, saya ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, saya ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, saya ingin mengharumkan nama almamater saya, dsb.

Pengalaman di atas sungguh sangat ironis dibandingkan apa yang terjadi dalam hidup seorang anak kecil. Cobalah mengingat kembali pengalaman di waktu kita kecil. Biasanya kita (dan juga anak kecil lain pada umumnya) memiliki sebuah impian mengenai masa depannya meski terkadang impian tersebut belum merupakan sesuatu yang benar-benar ingin diwujudkan di kemudian hari.

Beberapa waktu lalu, saat berkunjung ke sebuah taman kanak-kanak di Denpasar, saya menemukan sebuah fenomena menarik. Anak-anak diminta menuliskan cita-citanya di atas secarik kertas, kemudian kertas-kertas tersebut ditempelkan pada sebuah papan yang diletakkan di pintu masuk kelas. Barangkali agar mereka bisa melihatnya setiap hari dan diingatkan terus-menerus. Ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, pilot, pramugari hingga tukang pos.

Sayangnya, seiring dengan pertambahan usia biasanya impian itu pun mulai memudar bahkan seseorang sama sekali tidak memiliki impian apa-apa. Sungguh menyedihkan! Perusahaan-perusahaan besar memiliki impian (sering disebut visi), begitu pun dengan  organisasi-organisasi non-profit. Biasanya impian tersebut dirumuskan dengan sangat serius karena menyangkut arah yang akan dituju ke depannya. Namun, mengapa kita sendiri tidak meluangkan waktu untuk merancang masa depan kita?

Sebelum membangun sebuah gedung, seorang aristek akan merancang gedung tersebut dengan sebaik-baiknya. Kita kerap mengatakan hidup kita jauh lebih berharga dari gedung paling mewah namun sudahkan kita menginvestasikan waktu yang cukup untuk juga merancang hidup kita? Beberapa teman sering mengatakan mereka lebih memilih hidup yang mengalir saja. Bagimana kalau ia mengalir ke tempat yang salah? Misalnya ke selokan atau kolam lumpur.
Read more...
 
MY NEW IDENTITY PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Monday, 26 September 2011 22:04

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Ada kisah yang luar biasa dari sebuah buku tipis yang dibeli suamiku :

Mengisahkan tentang seekor semut yang tinggal di sarangnya bersama dengan seluruh koloninya yang besar. Semut yang rajin itu bekerja tiada henti bersama semua teman-temannya. Dan pekerjaan rutin itu selalu dilakukannya tanpa mengeluh, karena memang sepertinya itulah yang menjadi bagian dari hidup mereka, yaitu mengumpulkan makanan supaya mereka bisa hidup tenang di musim kering.

Satu hari, diluar dugaan turunlah hujan besar dan angin bertiup sangat kencang memporak porandakan sarang semut tersebut. Air yang mengalir dengan deras membuat semut-semut itu terbawa arus ke mana-mana tak tentu arah. Mereka semua menjerit meminta bantuan, tapi tidak ada yang mampu melakukannya karena masing-masing pun sedang kesulitan mencari pegangan.

Read more...
 
Kain dan Habel PDF Print E-mail
Written by Paulin Pravita   
Saturday, 14 June 2008 07:53

Apa yang bisa kita pelajari tentang Kain dan Habel ?

Dari cerita Kain dan Habel , hari ini saya akan membahas 2 topik , yaitu :

  • Kita dapat mempelajari tentang Persembahan
  • Kita dapat mempelajari tentang dosa beranak dosa beranak dosa beranak dosa.
Last Updated on Saturday, 14 June 2008 07:56
Read more...
 
ANGER BRINGS YOU NOWHERE... PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Wednesday, 21 September 2011 23:53

 

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Anda mungkin bukan pemimpin atau ketua suatu organisasi. Anda juga bukan donatur atau penyandang dana apapun di dalamnya. Tapi anda adalah satu orang yang cukup penting selama ini, karena anda adalah orang yang paling sering dilibatkan dalam segala kegiatan, dan di manapun suatu kegiatan diadakan, maka semua orang akan mencari anda dan membicarakannya dengan anda. Kesibukan seperti ini adalah hal yang normal dan sangat lumrah bagi anda. Dan tanpa disadari, hal itulah yang membuat anda merasa hidup dan berarti.

Semuanya berjalan dengan sangat baik, sampai tiba-tiba ada satu kejutan terjadi. Entah berasal dari planet mana, orang ini datang dengan pesona yang luar biasa. Bisa jadi dari wajah dan penampilannya, ia hadir lebih keren dari siapapun termasuk anda. Juga lebih pintar dalam berpikir dan menyampaikan ide. Sehingga dalam waktu singkat kehadirannya benar-benar menarik perhatian banyak orang dan mengalihkan kebutuhan mereka semua, yang biasanya mencari anda, sekarang malah jadi mencari dia. Di sinilah semuanya berawal.

Dan lebih mengesalkan lagi ketika kita mulai mendengar satu atau dua pujian tentang orang tersebut, seakan-akan apa yang ia kerjakan adalah hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Padahal, semua yang ia kerjakan dulu kita yang mengerjakannya. Tapi herannya mungkin sampai saat ini, belum pernah kita mendengar orang-orang memuji kita seperti mereka memuji dia sekarang. Rasanya hati ini begitu panas dan ingin meledak. Benar-benar merasa diperlakukan tidak adil, tapi tidak tahu harus mengadu kemana.

Yaaaa itu kejadian yang sering dialami seseorang dimanapun. Apakah wajar? Tentu saja. Jangan merasa bersalah jika anda salah satunya.(senyum)

Last Updated on Thursday, 22 September 2011 00:08
Read more...
 
Menara Babel PDF Print E-mail
Written by Paulin Pravita   
Saturday, 14 June 2008 07:46

Setinggi apakah menara yang kamu buat ?

 

 

Minggu-minggu ini saya bersyukur pada Tuhan, karena Dia Allah yang setia , yang mengajarkan pada kita, kebenaran sejati yang membuat kita berjalan dalam jalanNya. Karena JalanNya itu benar dan menyelamatkan kita.

 

Minggu ini, saya diberikan hikmat untuk melakukan beberapa hal, yang saya piker saat itu adalah proyek yang bagus untuk kemajuan perusahaan saya. Saya juga kadang dalam hati sangat bangga dengan pekerjaan yang saya lakukan sekarang,dan malah lebih menjurus ke tinggi hati. Saya piker, wah saya anak Tuhan yang baik nih, karena setiap hari melayani Tuhan. Tapi puji Tuhan karena Tuhan membawa saya mereenungkan tentang menara babel. Ketika saya berpikir tentang rancangan saya sendiri , ada sesuatu daalam hati saya yang berkata,”Paulin jangan-jangan kamu sedang mendirikan menara Babel.”

 

Minggu ini saya berpikir bagaimana supaya perusahaan saya memiliki kuasa dan pengaruh yang  besar di kota kami, Bagaimana cara mendoktrin mereka supaya menjadi pengikut kami. Bagaimana caranya untuk memanipulasi orang untuk menjaring orang yang lemah hati untuk menjadi pengikut kami. Lalu ada dalam hatiku ada yang berbicara, “Paulin, berhati-hatilah kamu sedang membuat menara Babel.”

 

Lalu saya sangat bangga karena banyak orang yang berkata pada saya, Wah kamu luar biasa, masih muda tapi sudah dipercayakan pekerjaan besar,.Wah aku dari luar bisa bilang, “Wah itu kasih karunia Tuhan.”Tapi Tuhan tau kedalaman hati kita, yang sebenarnya berkata “Iya ini kan gara-gara aku tekun nih selama ini.”.Tapi puji Tuhan, Dia Allah yang setia, Dia berkata, “hati-hatilah Paulin, menara apa yang kamu buat, menara kamu, yang ujungnya sampai ke langit, sama seperti menara babel?”
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 26
Designed by vonfio.de