|
Written by sariwati
|
|
Tuesday, 29 March 2011 12:18 |
|
Mazmur 121 : 5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
Sekali lagi aku menyaksikan sebuah kisah yang sangat menarik. Filem 127 Hours benar-benar berhasil menyedot perhatianku. Apa engkau sudah menontonnya? Aku harap kalian menyaksikannya jika bisa. Kisah yang benar-benar menakjubkan tentang semangat dan sebuah passion terhadap sesuatu. Wow!! Itu penilaian yang bisa kuberikan.
Kisah tentang kecintaan terhadap alam membawanya untuk selalu punya keinginan untuk bertualang, menyusuri Grand Canyon yang memang pernuh dengan misteri. Bebatuan alam yang terbentuk ribuan tahun yang lalu, penuh dengan keindahan, dan mengundang untuk ditaklukkan dan ditelusuri. Dan tokoh ini melakukannya dengan begitu serius, dan saking cintanya, dia bahkan mau melakukannya sendirian.
Batu-batu yang tersusun begitu rupa, memang sangat menakjubkan dan indah. Apalagi jika diteropong lebih detail lagi, diikuti setiap lorong yan terbentuk, ternyata akan membawa kita ke tempat-tempat indah yang sulit untuk ditemukan di tempat lain. Tapi tentunya dibutuhkan satu keberanian untuk sampai ke sana. Kemauan saja tidak cukup. Benar-benar harus ada tekad yang kuat.
Melewati lorong-lorong sempit yang membuat kita sulit bergerak jika berjalan biasa. Kadang harus rela berjalan seperti cicak, bersandar dan bergeser dengan punggung sambil menahan berat tubuh dengan ke dua tangan kita. Dan ada satu ketegangan yang luar biasa ketika di satu posisi ia sengaja menjatuhkan dirinya dari posisi itu, dengan berteriak melepaskan ketegangan ia pun meluncur ke bawah dan tak lama terdengar bunyi BYURRRR!!! Wow...ternyata di bawah sana ada sebuah kolam yang begitu indah, tak terjamah dan sangat bersih. Dan hanya orang-orang yang memiliki keinginan yang kuat saja yang bisa menemukan ‘surga’ itu.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 08 January 2008 04:52 |
|
What is prayer? Prayer is our direct line with heaven. Prayer is a communication process that allows us to talk to God! He wants us to communicate with Him, like a person-to-person phone call. Cell phones and other devices have become a necessity to some people in today’s society. We have blue tubes, blackberries, and talking computers! These are means of communication that allow two or more people to interact, discuss, and respond to one another.
|
|
Last Updated on Tuesday, 08 January 2008 04:56 |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Thursday, 24 February 2011 05:52 |
|
Pengkhotbah 7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
“Menjaga toko itu harus seperti seorang tentara yang menjaga pos. Tidak boleh sembarangan ditinggal, takut ada musuh tiba-tiba datang menyerang. Juga tidak boleh semau-maunya dibuka atau ditutup. Ada atau tidak ada musuh yang menyerang, pos harus tetap dijaga,” demikian salah satu nasihat Papa saya yang sudah almarhum.
Nasihat yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun. Semakin dewasa dan dengan semakin banyaknya pengalaman hidup yang saya dapatkan, semakin saya mengerti kebenaran nasihat tersebut.
Ya, nasihat yang baik dari seorang papa yang notabene tidak pernah mengenyam seminar leadership apapun. Muncul dari pengalaman hidupnya, ia bisa mengeluarkan banyak nasihat yang bijaksana. Dan saya menyukai semua ajaran itu. Bahkan sampai hari ini, ada begitu banyak hal baik yang masih saya ingat, dan bahkan saya terapkan dalam hidup saya.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 11 August 2006 06:08 |
|
Seorang Yatim Piatu Yang Menjadi Ratu Oleh : Mart De Haan Dia adalah seorang yatim piatu yang menyimpan sebuah rahasia keluarga sampai menjadi seorang seorang pahlawan nasional. Sekarang hidupnya dihormati di sinagoga di seluruh dunia dan dirayakan di jalan-jalan Israel selama hari besar Yahudi, Purim. Dengan segala suara-suara, kostum, dan canda tawa, keluarga nasionalnya masih mengingat satu dari kisah besar sepanjang sejarah. SKENARIO: Seorang Pelindung tak terlihat menggunakan seorang Yahudi yatim piatu untuk menahan sebuah plot pembunuhan massal rasialis. TEMPAT: Ibukota dari Kerajaan Persia WAKTU: Abad ke-5 SM PEMAIN: Ahasyweros – Raja Persia Vashti – Ratu Persia yang diceraikan karena berkata “tidak” Haman – Perdana Menteri Persia Esther – Hadassah, seorang buangan Yahudi, terpilih untuk menggantikan Vashti Mordekai – Sepupu dan penjaga Esther Allah – Pelindung yang tak terlihat, dan tak tersebut. |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 29 January 2011 21:57 |
|
Lukas 14 : 17 – 19 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
“Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan sekarang?” pikirnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Semuanya telah habis. “Semua yang kumiliki habis sudah. Tidak ada sisa sedikitpun. Bahkan beberapa keping terakhir, sudah kubelikan makanan yang tidak seberapa dan sudah habis kumakan.” Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, berusaha mencari seseorang yang ia kenal. Tapi aneh, sepertinya mereka semua menghilang begitu saja. Berbeda sekali dengan hari-hari kemarin, ketika ia baru saja tiba di kota ini, penuh dengan barang bawaan yang berharga.
Ia teringat saat-saat yang menyenangkan itu. Ia baru saja tiba dari kota asalnya, nun jauh di sana. Membawa begitu banyak harta benda yang luar biasa banyaknya. Dengan pakaian maha indah yang ia kenakan, harum-haruman dari parfum yang mahal semerbak setiap ia berjalan melewati setiap orang di kota idamannya ini. Dan belum lagi ia berjalan lebih dari sepuluh langkah, sudah ada sekumpulan orang-orang yang langsung menyambutnya dengan ramah dan penuh senyuman.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 5 of 26 |