|
Written by sariwati
|
|
Thursday, 07 October 2010 08:17 |
|
Amos 4:10 "Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN. O o...sepertinya aku menginjak sesuatu yang berbau busuk, pikirku. Dan dengan enggan aku melihat ke bawah..yuck...betul saja. Aku tidak melihat kotoran ini sebelumnya. Mengesalkan sekali. Aku baru saja menginjak telur busuk dengan bau yang sangat menyengat. Sol sepatuku penuh dikotori oleh telur busuk ini. Dan baunya..minta ampuunnn!!! Aku benar-benar harus menutup hidungku dengan kuat ketika aku melepaskan sepatu tersebut. Sekali lagi..yuck...!!! Yang membuat aku lebih kesal lagi, karena kejadian itu terjadi tepat di tengah perjalananku menuju tempat kerjaku. Ya Tuhan, bagaimana ini? Sudah terlalu jauh untuk kembali ke rumah dan mengganti sepatu. Yaaahh..dengan sangat terpaksa aku berusaha mencari toilet atau apapun yang dapat aku pakai untuk mencuci dan membersihkannya. Sambil mencari, tentu saja mau tidak mau aku tetap memakai sepatu tersebut. Dan anda bisa bayangkan, kemanapun saya pergi, bau itu tetap mengikuti aku. Sangat tidak nyaman, dan menghilangkan kepercayaan diriku. Sambil terus berjalan, aku akan memperhatikan sekitarku, apakah ada yang terpengaruh oleh bau busuk tersebut atau tidak. Ada yang terganggu tidak? Ada yang akan segera menyingkir dariku atau tidak ya? Dan sungguh, kondisi itu tidak enak sama sekali. Aku mengeluh dalam hati sambil mencari letak toilet. Dan herannya, kenapa hari itu rasanya seperti sulit untuk menemukan toilet itu ya? Semakin aku cari, semakin menjauh sepertinya. Aku mengomel sambil berjalan terus. Aku berusaha tidak memperhatikan tatapan orang-orang di sekitarku yang aku yakin sangat tidak suka dengan bau yang kubawa kemana-mana itu. Yah, maaf..mau bagaimana lagi? Akhirnya..toilet itu di depanku sekarang. Tapi...ya ampuun..antriannya lumayan panjang. Maklum, kantorku berlokasi di sebuah mall, jadi inilah hasilnya. Toilet yang ada harus dipakai bersama-sama dengan seluruh pengunjung mall. Sabar..pikirku dalam hati. Tapi bau yang kubawa akhirnya menang. Satu demi satu pengunjung yang antri itu pergi tanpa melanjutkan tujuan mereka ke toilet hari itu. Mereka pergi karena bau tidak sedap yang tiba-tiba merebak di ruangan yang memang tidak harum itu. Aku tersenyum sendiri ketika mengatakan dalam hatiku..’ahh.. ada juga gunanya bau-bauan ini..’ |
|
Read more...
|
|
|
Written by sariwati
|
|
Wednesday, 06 October 2010 21:02 |
|
Ayub 36:11 Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka. “Dua kata ‘bagaimana’ dan ‘jika’ masing-masing memiliki arti yang berbeda. Tetapi jika dua kata ini dipertemukan dan disatukan, maka akan berbunyi ‘bagaimana jika’..dan memiliki arti yang sangat besar bedanya.” (quoted from film ‘Letters to Juliette’) Saya sangat tertarik dengan pernyataan ini. “Bagaimana” dan “Jika”..dibandingkan dengan “Bagaimana jika...” Ya...sangat besar bedanya. Saya mencoba mengucapkannya dengan mengisi titik-titik di belakangnya dengan banyak kata-kata pengharapan yang belum saya raih saat ini. Bagaimana jika..saya dipilih Tuhan untuk melakukan pekerjaan misi ke daerah yang belum terjamah manusia? Apa yang akan saya lakukan? Bagaimana jika..saya menang dalam kontes pemilihan Ratu Sejagad? (hahaha..saya bermimpi!!!)..tapi..inikan hanya berandai-andai, sah-sah saja kan? Bagaimana jika saya hidup seribu tahun lagi? Hmm..sebaiknya tidak sih, saya sangat menikmati waktu-waktu yang bisa saya pakai untuk menulis dan melayani seperti sekarang ini, tapi seribu tahun? Entahlah....sekali lagi ini hanya beranda-andai. Bagian akhir dari pertanyaan ini tentunya bisa diisi sesuka anda, tergantung apa rencana dan kesukaan anda. Tapi yang pasti, pertanyaan ini mengacu pada sebuah tanda tanya besar akan akhir atau jawaban sebenarnya yang terjadi, karena dua kata ini hanya bertanya apa yang akan dialami jika terjadi seperti itu. Jadi, tidak ada kepastiannya sama sekali. Jangan terjebak. |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Wednesday, 22 September 2010 23:27 |
|
Roma 12 : 1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Pagi ini, di hari kedua kami di daerah Prapat – Sumatera utara, di tengah-tengah segala keindahan Danau Toba yang permai itu, ada satu peristiwa penting lain yang dialami oleh anak saya yang kecil. Di tengah-tengah kesunyian, ketika kami menikmati pemandangan yang begitu indah, tiba-tiba Jordan menangis tersedu-sedu dan mengatakan,’Mami..aku mau minta maaf. Mami mau maafin Jodan kan?’ Dan tentu saja saya terkejut mendengarnya. Ada apa dia tiba-tiba menangis dan mengeluarkan perkataan itu? Apa yang dia pikirkan? Saya memeluknya dan menanyakan alasannya. “Ya, Mami..dulu waktu aku kelas tiga, waktu ulangan umum kemarin, aku kerja sama dengan teman. Tapi sekarang aku tahu itu ga betul. Aku ga jujur, Mami. Sekarang aku menyesal sekali. Aku minta ampun sama Tuhan, tapi sepertinya aku harus melakukan yang lebih benar. Aku harus minta maaf sama Mami dan Papi.”katanya melanjutkan. Dan setelah itu, ada banyak ‘dosa’ dan ‘kesalahan’ mengalir dari mulut kecilnya, menandakan tanda pertobatannya pada hari itu. |
|
Read more...
|
|
|
Written by sariwati
|
|
Thursday, 16 September 2010 23:35 |
|
Ibrani 4 : 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Setiap orang memiliki dua sisi kehidupan. Bagai dua sisi mata uang, kehidupan itu akan berjalan beriringan. Memang benar kalau Alkitab katakan bahwa gelap tidak bisa bersatu dengan terang. Tapi setiap orang sering berusaha menyandingkannya. Di luar ia ingin kelihatan baik, rohani, ramah dan rajin. Dan setiap orang bisa melakonkannya dengan baik. Tapi dalam hatinya, siapa yang bisa mengukur dan mengetahuinya? Semua orang bisa menutupnya dengan baik. Dengan kepura-puraan..bagai topeng yang siap diganti kapan saja. |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Thursday, 16 September 2010 09:37 |
|
Maleakhi 1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. “Mami!!! Jangan berangkat dulu mami sayangku..!!!” sambil berlarian menuruni tangga di rumahku, ke dua anakku akan turun dengan gaduhnya. Gruduk gruduk gruduk...dan dengan bergegas mereka berhamburan menghampiri dan memelukku erat –erat. Ciuman-ciuman pun mendarat di pipi kiri dan kananku sambil terus berceloteh..”Mami..you are my sunshine..,”kata mereka sambil berteriak memekakan telinga siapa saja yang mendengarkan. “Mami..jangan terlalu malam pulangnya yaa..ingat..hari ini kita janji mau nonton sama-sama kan?”Jordan si bungsu mengingatkan. Aku tertawa-tawa menikmati perlakuan istimewa itu. Alangkah bahagianya. Aku mendapatkan hal istimewa itu setiap hari. Kadang suamiku sedikit iri karena anak-anakku sepertinya memperlakukannya sedikit berbeda. Tapi sebenarnya mereka juga sayang pada ayah mereka itu, hanya mungkin dengan cara yang sedikit berbeda. “You are my sunshine!!” Wow!!! Aku selalu tersenyum lebar jika mendengar hal itu. What an honour. Sinar matahari tentunya adalah pembawa kehidupan, sumber yang memberi terang dan kehangatan. Memberikan senyuman bagi dunia ketika pagi merekah. Sinarnya akan muncul seperti secercah harapan di tengah kekosongan. Dan anak-anakku menyebutku demikian secara spontan. Entah mereka mendapat istilah itu dari mana, tapi aku menyukainya. Hahahaha..their sunshine...hmmm....keren sekali istilah itu. Sungguh, aku sangat menyukainya. Setiap kali mereka menyebutkan itu, aku selalu mengulang-ulangnya sambil memeluk mereka dengan penuh sukacita. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 9 of 27 |