Home Artikel Rohani Column By Sariwati AND WE LIVE HAPPILY EVER AFTER.....
AND WE LIVE HAPPILY EVER AFTER..... PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Saturday, 02 August 2008 05:05

Amsal 3:17  Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.

                “And they live happily ever after.....” atau “Dan merekapun hidup berbahagia selamanya....”. Kalimat ini selalu muncul di akhir sebuah dongeng-dongeng para putri dan pangeran di sebuah komik atau dongeng sebelum tidur yang biasa dibacakan untuk anak-anak. Dan saya masih ingat bagaimana saya selalu diajarkan bahwa sekalipun di dalam kehidupan ini ada begitu banyak tantangan, ada orang-orang  yang berniat jahat, ada musuh-musuh yang selalu menghalangi kita, tapi kalau kita tetap bisa menjaga sikap kita, dan tetap berada di jalan yang benar, maka kebaikan akan selalu mengalahkan kejahatan. Dan ketika kejahatan itu berlalu, maka akan ada sang pangeran yang dengan setia menantikan sang putri untuk akhirnya mereka menikah dan hidup berbahagia selama-lamanya. Benar begitu bukan ? Saya rasa anda pasti setuju.

                Tapi kenyataannya, apakah hidup ini selalu seperti itu ? Mungkin untuk bagian awal cerita itu, ya. Karena kita memang menghadapi suatu kehidupan yang seperti dongeng itu. Ada nenek sihir, ada musuh, ada orang jahat, ada kesulitan, ada ketidak adilan, ada penganiayaan, ada kutukan, ada kenakalan, ada pemberontakan, ada penjajahan, ada keterikatan, ada peperangan, dan banyak lagi. Namun tentu saja cerita selanjutnya akan berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung yang menjalani.

                Saya jadi teringat, dulu pernah ada buku cerita yang berjudul ‘pilih sendiri petualanganmu’. Entah anda tahu buku itu atau tidak. Biar saya ceritakan sedikit tentang buku itu. Buku ini dirancang dengan sebuah jalan cerita yang mempunyai alur cerita awal yang sama, sampai pada bab selanjutnya, di mana kemudian anda boleh menentukan sendiri kelanjutan cerita itu, apakah anda akan belok ke kiri atau ke kanan. Jika anda memilih ke kiri, maka anda akan disuguhi kelanjutan cerita yang berbeda dibandingkan jika anda memilih belok ke kanan. Nanti, setelah anda belok ke kiri pun, di tengah cerita itu anda akan harus memilih lagi, apakah anda akan belok atau lurus. Dan setiap pilihan anda itu, akan memiliki kelanjutan cerita yang berbeda. Dan tentu saja, setiap pilihan anda akan menentukan seperti apakah akhir cerita itu. Buku yang menarik, karena untuk membuat buku tersebut akan diperlukan seorang pengarang cerita yang kreatif dan inovatif karena dia harus memikirkan banyak jalan cerita untuk setiap pilihannya.

                Kalau kita renungkan lagi, maka hidup kita sesungguhnya persis seperti ketika kita membaca cerita itu. Semua pilihan ada di tangan kita, dan setiap pilihan itu akan mempunyai jalan cerita yang berbeda-beda dan tentu akan menghasilkan sesuatu yang berbeda juga dalam hidup kita. Hanya bedanya, ketika kita membaca buku tadi, setiap pilihan yang salah akan dengan mudah kita perbaiki atau bisa saja kita mengulangnya lagi dari awal. Tapi tentu tidak demikian dengan hidup kita. Tidak ada pengulangan. Setiap hari yang kita lewati akan berakhir dan tidak akan kembali lagi. Setiap keputusan akan mengakibatkan satu konsekuensi yang harus kita hadapi. Tidak ada jalan kembali ke masa yang lalu. Yang bisa kita kerjakan hanyalah mecoba memperbaiki apa yang sudah kita lakukan. Memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan dengan kesabaran dan kerendahan hati.

Jangan lupa, bahwa sesungguhnya ‘pengarang’ hidup kita itu sangat kreatif dan inovatif lebih dari siapapun. Walaupun Dia sudah membuat satu peraturan bahwa tidak ada jalan putar untuk kembali ke masa lalu, tapi Dia selalu memberikan ‘exit’ atau jalan keluar yang selalu bisa kita pilih setiap kali kita menghadapi jalan buntu, dan ‘exit way’ itu adalah diriNya sendiri. Yoh 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Tapi anda juga harus hati-hati, karena ada oknum lain yang selalu membayangi perjalanan hidup anda, yang sering berusaha memberikan ‘exit’ yang salah. Dan lebih parahnya, Dia berusaha menciptakan ‘exit’ yang kelihatan lebih mudah daripada ‘exit’ yang Tuhan beri. Dan oknum ini adalah si iblis. Hati-hati....hati-hati....berhati-hatilah....!!!!!

                Bisa jadi anda pernah berpikir-pikir, seandainya saja saya tidak dilahirkan seperti sekarang, dengan segala kekurangan yang ada, bisa jadi anda tidak perlu mengalami masa yang sulit. Atau bisa jadi anda berpikir, seandainya kemarin saya tidak memilih untuk menikahi pasangan saya ini, mungkin saya tidak harus mengalami suatu kehidupan yang penuh dengan masalah ini. Atau anda sedang berpikir seandainya dulu aku tidak memiliih kuliah jurusan ini hanya untuk menyenangkan orang tuaku, mungkin aku bisa menjadi seorang guru seperti yang kuingini. Atau...atau...atau...dan banyak lagi ‘atau’ yang lain yang mungkin sedang anda sesali saat ini. STOP!!! Berhenti menyesali semua itu, dan mulailah kita belajar untuk bersyukur atas semua keadaan yang anda hadapi itu.

                Sangat perlu bagi kita untuk mengubah paradigma dan cara berpikir kita. Apa yang kelihatannya mengerikan atau membuat kita sulit pada saat ini, bisa jadi salah satunya karena kita selalu mencoba menolak keadaan itu sebagai sesuatu yang baik. Mungkin betul bahwa keadaan ini membuat kita tidak nyaman, tapi bukan berarti bahwa keadaan ini akan menyulitkan kita seumur hidup kita. Ada kalanya hal itu menjadi sulit hanya karena kita tidak mau berusaha untuk menerimanya sebagai sesuatu yang baik bagi kita. Padahal semua itu diijinkan terjadi dalam hidup kita tentu ada maksud yang baik yang Tuhan sediakan. Walaupun kelihatannya salah saat ini, tapi bisa jadi ternyata menjadi sesuatu yang justru membawa kita pada keberhasilan di masa mendatang.

                Saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri di dalam kehidupan saya, yang bisa membuat saya mengalami perubahan dalam kehidupan saya.

                Dulu, di masa kecil saya, karena saya adalah anak seorang pedagang, maka orang tua saya mengharapkan kami anak-anaknya juga kelak akan menjadi seorang pedagang. Dan karena mereka masih punya cara berpikir yang kolot, di mana mereka berpikir bahwa anak-anak itu dibesarkan dengan salah satu tujuan pada satu saat harus dapat membantu mereka. Maka sejak kecil kami dilatih untuk membantu mereka menjaga toko kami yang tidak terlalu besar. Jadi, setiap hari saya pun ikut menjaga toko itu. Menjaga toko dan melayani pembeli adalah satu tugas rutin yang tidak bisa saya hindari. Dan karena tugas itu, maka bisa dibilang saya tidak mempunyai terlalu banyak waktu untuk bermain bersama teman-teman seperti anak-anak yang lain. Toko saya itulah tempat saya bermain setiap hari.

                Ketika saya memasuki usia remaja, mulai ada rasa pemberontakan. Saya merasa bahwa toko itu menjadi beban yang sangat mengikat kebebasan saya. Dan saya mulai memilih untuk lebih banyak kegiatan di luar dibandingkan harus membantu orang tuan saya di toko, meskipun ada hari-hari tertentu yang tetap mengharuskan saya menjaga toko. Begitulah sampai saya masuk kuliah.

                Tapi anehnya, ketika saya hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar di Bandung, dan ketika saya membuat surat riwayat hidup saya, pekerjaan saya sejak kecil menjaga toko itu tiba-tiba menjadi sesuatu yang membanggakan saya. Tanpa saya sadari, sebetulnya hal itu menyenangkan buat saya. Saya menikmati pengalaman itu. Dan karena saya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang berharga dan mensyukurinya, maka di dalam surat riwayat hidup saya itupun akhirnya saya cantumkan pengalaman itu. Dan anda tahu, hal yang sangat di luar dugaan terjadi. Saya diterima di perusahaan itu dengan salah satu alasannya adalah karena saya dianggap memiliki pengalaman seumur hidup saya bekerja dengan konsisten di sebuah perusahaan dengan tanggung jawab dan komitmen yang baik. Karena alasan itulah saya diterima bekerja di perusahaan besar itu dengan salary awal di atas standar. Luar biasa kebaikan Tuhan buat saya.

                Apa yang saya pikir sesuatu yang membebani saya, ternyata justru menjadi tempat saya dilatih dan dididik menjadi seorang entrepreneur yang baik. Toko kecil saya itu menjadi satu modal pembelajaran yang tidak akan pernah bisa diperoleh di universitas manapun. Dan toko kecil itu yang membuat saya dihargai di perusahaan itu. Sejak itu, pengalaman saya di toko itu tidak pernah saya lupakan begitu saja. Saya sangat menghargainya. Orang tua saya melatih saya dengan cara mereka yang sederhana, tapi itulah akhirnya yang membawa saya pada satu jalan keberhasilan di masa sekarang. Siapa yang menyangka bahwa jalan ceritanya akan seperti itu ? Tidak ada yang bisa menerkanya. Tapi itulah yang terjadi.

                Sobat, semua pilihan ada di tangan kita. Anda bisa menentukan jalan akhir cerita anda sendiri. Itu ada di tangan kita. Tapi Tuhan mengingatkan kita bahwa kita harus memilih sesuai dengan iman kita.

Yosua 24 : 15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Dan tahukah anda bahwa apa yang kita perkatakan itu memiliki kuasa apakah itu akan membawa kita pada kematian atau kepada kehidupan. Semua itu tergantung dari bagaimana kita melakukan pilihannya.

Amsal 18:21  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

                Setiap kita pasti ingin memiliki kehidupan yang mempunyai akhir cerita yang indah. Tapi bagaimana jika pada saat ini kita berpikir bahwa kita sudah salah melangkah, dan sepertinya tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya ? Apa yang harus kita lakukan ? Mari, saya punya beberapa langkah sederhana yang bisa anda lakukan :

  1. Datang kepada Tuhan, carilah Dia dengan segala kebenaranNya itu. Dia sanggup menolong anda dalam segala kelemahanmu.
    Roma 10 : 20
    ‘Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.’

  2. Undang Yesus masuk ke dalam hati anda, biarkan Dia masuk dan melakukan banyak perubahan dalam hidupmu.
    Wahyu 3 : 20
    ‘Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk dan mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.’

  3. Berikan dirimu dengan rela untuk diubahkan oleh Tuhan. (Tentu saja anda harus siap dengan segala perubahan itu.)
    Roma 12 : 2
    ‘Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah yang kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.’

  4. Apa yang anda pikir salah dalam kehidupan anda, hanya Tuhan yang sanggup membasuhnya dengan darahNya sehingga semuanya akan bisa seakan-akan dimulai sesuatu yang baru dalam hidupmu.
    Yesaya 1:18
     Marilah, baiklah kita berperkara! —firman TUHAN—Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
    2 Korintus 5:17
     Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

                Jika kita ingin mendapatkan akhir cerita yang baik, adalah bijak jika kita memulai segala sesuatu dengan cara yang baik. Pohon yang baik berasal dari buah yang baik. Apa yang kita tabur hari ini pasti akan kita tuai pada waktunya. Jadi, benar sekali apa yang dikatakan orang-orang bahwa apa yang kita lakukan saat ini sesungguhnya akan kita tuai hasilnya nanti. Jadi, adalah lebih baik jika kita memulai segala sesuatu dengan benar supaya kita mendapatkan hasil yang baik juga. Dan lakukanlah itu setiap hari supaya kita beroleh tuaian yang baik setiap waktu.

                Apapun yang sudah terjadi di hari kemarin, biarlah kita bawa kepada Tuhan, minta ampun atas segala kesalahan kita, dan ijinkan Dia ikut campur dalam hidup kita dan melakukan banyak perubahan. Tapi hari ini, ketika anda memulainya di hari ini, mulailah dengan ucapan syukur kepada Tuhan untuk setiap kesempatan yang baru. Dan mulailah melakukannya dengan benar. Pasti akan ada kebaikan dalam hidup kita yang bisa kita nikmati dimulai dari waktu anda membuat keputusan untuk berjalan bersama Tuhan.

                Lihat, Dia menunggumu. Dia merentangkan tanganNya yang berlubang paku itu untuk anda datang kepadaNya. Lihat senyumannya, Dia tahu dan Dia mengerti kelemahanmu. Dia tahu semua tentang anda. Dan Dia mau anda datang kepadaNya sekarang. Pujilah Dia, karena Dialah sesungguhnya jawaban hidupmu. Dialah yang akan membuat akhir ceritamu menjadi bahagia selamanya. ‘And you will live happily ever after....with Jesus in your life!!!’ Amin.

By : Pastor Sariwati Goenawan (IFGF GISI Cibabat)

 
Designed by vonfio.de