Home Artikel Rohani Column By Sariwati ANGER BRINGS YOU NOWHERE...
ANGER BRINGS YOU NOWHERE... PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Wednesday, 21 September 2011 23:53

 

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Anda mungkin bukan pemimpin atau ketua suatu organisasi. Anda juga bukan donatur atau penyandang dana apapun di dalamnya. Tapi anda adalah satu orang yang cukup penting selama ini, karena anda adalah orang yang paling sering dilibatkan dalam segala kegiatan, dan di manapun suatu kegiatan diadakan, maka semua orang akan mencari anda dan membicarakannya dengan anda. Kesibukan seperti ini adalah hal yang normal dan sangat lumrah bagi anda. Dan tanpa disadari, hal itulah yang membuat anda merasa hidup dan berarti.

Semuanya berjalan dengan sangat baik, sampai tiba-tiba ada satu kejutan terjadi. Entah berasal dari planet mana, orang ini datang dengan pesona yang luar biasa. Bisa jadi dari wajah dan penampilannya, ia hadir lebih keren dari siapapun termasuk anda. Juga lebih pintar dalam berpikir dan menyampaikan ide. Sehingga dalam waktu singkat kehadirannya benar-benar menarik perhatian banyak orang dan mengalihkan kebutuhan mereka semua, yang biasanya mencari anda, sekarang malah jadi mencari dia. Di sinilah semuanya berawal.

Dan lebih mengesalkan lagi ketika kita mulai mendengar satu atau dua pujian tentang orang tersebut, seakan-akan apa yang ia kerjakan adalah hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Padahal, semua yang ia kerjakan dulu kita yang mengerjakannya. Tapi herannya mungkin sampai saat ini, belum pernah kita mendengar orang-orang memuji kita seperti mereka memuji dia sekarang. Rasanya hati ini begitu panas dan ingin meledak. Benar-benar merasa diperlakukan tidak adil, tapi tidak tahu harus mengadu kemana.

Yaaaa itu kejadian yang sering dialami seseorang dimanapun. Apakah wajar? Tentu saja. Jangan merasa bersalah jika anda salah satunya.(senyum)

 

 

RAJA SAUL PUN MENGALAMINYA

You are not alone....Raja Saul pun pernah mengalaminya. Ya...kalau dilihat dari posisinya saat itu, ia adalah raja pertama bangsa Israel. Semua bangsa ketika itu memilih dan mendukungnya. Dia adalah orang yang paling disegani dan dihormati. Dari sudut manapun, kita bisa mempelajari bahwa tidak seharusnya ia merasa tidak aman. Apa yang perlu dia takuti?

Tapi kenyataannya, ketika Daud muncul dengan segala kesederhanaannya, raja Saul benar-benar merasa tidak aman. Ia merasa tersaingi oleh seorang muda yang entah muncul dari mana. Jika saja ia dalam kondisi normal, pasti ia sendiri tidak akan mengerti kenapa harus merasa begitu? Apa lebihnya Daud dari dia? Dipandang dari banyak sudut Daud tidak mungkin bisa menyamai dia. Tapi lucunya, toh ia tetap merasa takut.

Rasa tidak aman yang muncul di hatinya justru makin mendorong Saul makin terhimpit. Bahkan ia menjadi makin merasa serba salah dan kikuk meskipun untuk melakukan hal-hal yang sudah biasa ia lakukan. Di dalam peperangan contohnya, bukankah ia adalah jenderal perang ketika itu? Dan ia sudah sangat biasa pergi berperang dan melakukannya dengan luar biasa. Keberanian dan kekuatannya tidak diragukan lagi. Apalagi sebagai raja ia cukup dihormati.

Tapi coba kita lihat saat itu, di mana Daud hadir dengan segala keberadaannya. Saul pun jadi merasa minder dan merasa bahwa Daud adalah ancaman yang paling besar bagi posisinya. Apalagi kehadiran Daud benar-benar bisa menyedot perhatian rakyat, itulah saat yang paling berat bagi dirinya.

1 Samuel 18:7 dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."

BRAK!!! Bagaikan tikaman sebuah tombak runcing langsung menembus ke dalam hatinya. Sangat menyakitkan. Ya, ampun!!! Coba saja dengarkan sekali lagi apa kata mereka itu...apa yang baru saja mereka katakan tadi?

"Saul mengalahkan B E R I B U- R I B U musuh, tetapi Daud B E R L A K S A- L A K S A????."

‘TIDAK BISA!!! Ini sama sekali tidak bisa dibiarkan!!! Aku tidak terima!!!!’ mungkin ini yang ada dalam pikiran Saul ketika itu. Karena coba kita perhatikan kejadian berikutnya ketika itu :

1 Samuel 18:8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya."

Anda tahu, dia mulai terperangkap dengan pikirannya sendiri. Hati-hati!! Jika anda juga saat ini ada di dalam situasi ini, maka anda benar-benar harus waspada. Karena kejatuhan anda artinya sudah sangat dekat dengan anda. Dan itu bisa terjadi bukan karena orang itu, tapi justru karena sikap anda sendiri. Semakin anda menunjukkannya, semakin popularitas anda akan merosot tajam. Orang-orang akan melihat anda berbeda dari yang sedang anda ingin tunjukkan kepada mereka. Banyak pemimpin jatuh karena hal ini. Jangan sampai itu terjadi dalam hidupmu.

Kalau memang sudah begitu situasinya, apa yang harus kita lakukan? Apakah ada solusi untuk mengatasinya supaya keadaan ini tidak terus menerus mengganggu kehidupan kita dan mematahkan segala kreatifitas kita? Tentu saja. Belajar dari situasi Saul ketika itu, sebenarnya dia juga punya opsi itu. Coba anda pelajari beberapa di antaranya di bawah ini :

 

 

 

  1. JADIKAN DIA REKAN – BUKAN SAINGAN
    Kita pasti menyadari bahwa no one is perfect. Setiap manusia pasti punya kekuatan dan kelemahan yang berbeda satu sama lain. Mengapa kita tidak melihat dia menjadi pelengkap dalam pekerjaan kita? Bukankah baik kalau kita punya rekan kerja satu tim yang bisa bekerja sama melengkapi apa yang menjadi kekurangan kita selama ini?
    Kalau kita mau menyadari hal ini, aku percaya segala sesuatunya pasti akan menjadi lebih mudah. Sebagai orang yang lebih lama berada di dalam tempat itu, mestinya anda akan punya pengaruh lebih kuat dari orang tersebut. Biar bagaimanapun, orang-orang tidak akan begitu saja melupakan siapa anda di sana.
    Kalau saja Raja Saul ketika itu melakukannya, aku yakin kalau ia tidak perlu membuang-buang tenaga untuk menghabisi Daud. Bukankah jelas sekali bahwa Daud bisa menjadi asset bagi kerajaannya ketika itu? Tapi sayangnya rasa marah dan iri justru mendorongnya untuk mengejar dan menyingkirkan Daud sehingga hal itulah yang membuat dia akhirnya kehabisan energi dan akhirnya mengalami kekalahan.
  2. BELAJAR RENDAH HATI DAN MAU MENERIMA KELEBIHAN ORANG LAIN
    Hal yang satu ini sulit. Apalagi di saat hati sedang panas, tentu sulit untuk melakukan sesuatu yang sehat dan sangat normal ini. Tapi percayalah, kita pasti bisa melakukannya. Cooling down...tarik nafas...dan mulai mencobanya. Bahkan anda akan terheran sendiri kalau melihat hasilnya nanti.
    Sekali lagi kita harus menyadari bahwa tidak ada satu orang pun yang sempurna. Ketahuilah dibalik segala kelebihan seseorang, di sana juga terletak kelemahannya. Demikian juga dengan diri anda. Dibalik segala kelemahanmu, pasti ada kekuatan yang tidak dimiliki orang tersebut. Berangkat dari hal ini, seharusnya anda tidak perlu merasa tersingkir.
    Sekali lagi, belajar dari Saul. Sehebat apapun yang dilakukan Daud ketika itu, bukankah Saul yang menjadi raja dan bukan Daud? Mengapa ia harus khawatir dengan situasi ini? Tidak akan ada yang bisa mengeser dia sebenarnya. Sayangnya Saul tidak merasa demikian. Dan itu membuatnya makin terpuruk.
  3. JANGAN TERBURU-BURU MENILAI SUATU SITUASI.
    Ya...cara yang berikut ini mungkin terdengar aneh, tapi ini memang perlu kita lakukan. Mengapa kita terburu-buruh menjadi marah lalu akhirnya malah akan kehilangan banyak waktu dan kesempatan yang baik untuk menunjukkan kebisaan kita. Bukankah lebih baik jika kita berhenti dulu dan memperhatikan? Karena apa yang kita lihat sekarang itu belum tentu akan berlangsung selamanya. Kalau kita sendiri mempunyai catatan kerja yang baik dan mempunyai hubungan sosial yang baik, maka bukanlah hal yang mustahil bahwa kepopuleran awal orang baru itu hanya karena teman-teman anda mempunyai etika sopan santun dalam menyambut orang baru, dan bukannya ingin meninggalkan anda. Bisa jadi begitu bukan?

Pilihan yang negatif : (sama sekali tidak disarankan)

 

  1. Menarik perhatian orang-orang dari dia dengan cara merajuk.
    ‘Huh! Kenapa semuanya jadi begini, melupakan teman lama. Kalian tidak setia. Aku kesal sekali jadinya. Kita lihat saja, sampai berapa lama ia akan begini? Kita lihat, siapa yang lebih baik, dia...atau aku?’ mungkin itu yang ada dalam pikiran kita. Tapi apapun itu, aku mau mengingatkan untuk berhati-hati. Panas hati akan lebih banyak mendatangkan kerugian daripada keuntungan.
  2. Menyabotase pekerjaannya. (licik, tapi ini sering dilakukan orang yang sedang merasa tersaingi)
    Big NO NO!! Jangan pernah mencobanya. Cara ini hanya akan membuat kita makin terpuruk dan tampak bodoh plus jahat dimanapun anda berada.
  3. Berhenti bekerja sambil berpikir bahwa semuanya akan berantakan tanpa anda terlibat lagi di sana.
    SALAH BESAR!!! Jangan pernah memikirkannya. Karena apa yang akan kita hasilkan malah akan membuat kita rugi besar. Ya, tentunya bagi organisasi manapun, sekalipun akan merasa kehilangan seorang yang berarti, tapi bukan artinya tanpa kehadiran anda maka semuanya tidak bisa berlangsung. The show must go on...with or without us. Yang ada malah kita akan menjadi rugi karena tidak lagi terlibat dalam proyek-proyek berikutnya.
    Jadi, belajarlah berpikir jernih dan mulai mengucap syukur atas semua kejadian ini. Tapi jangan pernah meninggalkannya.

Rasa marah dan kekesalan kita akan menggoda kita untuk melakukan hal-hal yang bodoh yang seringkali malah merugikan diri kita sendiri. Apalagi jika anda adalah orang yang sedang diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk melakukan satu pelayanan yang besar. Serangan dan gangguan akan kerap kali datang justru bukan dari luar, tapi dari linkungan di dalam kehidupan anda sendiri. Kalau anda tidak berhati-hati, maka serangan ini benar-benar akan membawa anda ke satu level yang pasti tidak anda harapkan. Semua orang akhirnya malah akan berpikir bahwa sikap emosi anda itulah diri anda yang sebenarnya, dan sulit dibayangkan bagaimana setiap orang akan memandang anda dengan heran, dan menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata,’sangat disayangkan..kenapa dia harus begitu ya?’

Sebelum anda menyesali keputusan yang anda buat, lebih baik anda segera mendinginkan kepala dan mulai mengambil langkah yang tepat untuk semuanya. Prestasi yang sudah anda bangun akan menjadi sia-sia jika seandainya di akhir semuanya malah membuat anda salah langkah. Tapi anda akan menutup sejarah dengan baik jika anda bisa mengendalikan sikap dan perasaan kita atas apa yang terjadi.

Seandainya Raja Saul bisa menahan panas hatinya ketika itu, aku yakin sejarah akan berubah. Tapi sayangnya, ada satu hal yang dia lupakan dan itu sangat penting. Yaitu bahwa segala kedudukan dan kemuliaan yang dia miliki ketika itu datangnya dari Tuhan dan bukan karena hasil usahanya. Seandainya dia ingat akan hal itu, tentu dia tidak perlu bersusah-susah membunuh Daud ketika itu. Cukup datang pada Tuhan dan dia akan terhindar dari banyak masalah.

Jadi, belajar dari kesalahan raja Saul, jangan kita mudah menjadi panas hati hanya karena Tuhan menempatkan seseorang yang lebih baik dari kita. Belajarlah untuk menerima mereka menjadi bagian dari sistem di lingkungan kita yang akan saling melengkapi. God bless you.

By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung

 

Last Updated on Thursday, 22 September 2011 00:08
 
Designed by vonfio.de