| BE A CREATIVE WOMAN IN GOD |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Wednesday, 04 May 2011 15:32 |
|
Berikut ini adalah bahan yang saya pakai di dalam sebuah retreat kaum wanita yang diadakan oleh Woman of Virtue IFGF GISI Pusat di Lembang. Jika anda sedang mencari bahan untuk mengajarkan hal ini, silakan anda meng copy nya dan memperbanyaknya, selama itu untuk pelayanan saya sungguh mengijinkannya dengan senang hati.
Semua wanita pada dasarnya diciptakan dengan segala ke-detilannya. Berbeda dengan kaum pria, cara berpikirnya yang lebih banyak menggunakan perasaan dibandingkan dengan logikanya ternyata membuat kaum wanita juga sebenarnya dibuat lebih kreatif dalam banyak hal. Hanya tinggal bagaimana anda kaum Hawa mau menggunakan setiap kelebihan yang anda berikan itu atau tidak. Kalau mungkin saat ini anda sedang berpikir-pikir apakah anda memang kreatif atau tidak, dan ragu-ragu tentang talenta yang anda miliki, saya mau mengajak anda untuk melihat kebenarannya lebih jauh lagi di dalam firman Tuhan yang merupakan sumber kebenaran itu.
1. KENALI DIRI ANDA - ANDA ADALAH ANAK ALLAH Kejadian 1 : 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..” Bukti yang nyata tercatat dengan jelas bahwa manusia dijadikan menurut gambar Allah, yang kemudian menaruh diberikanNya hidupNya di dalam manusia itu. Kejadian 2 : 7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Roma 8 : 14 – 15 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Jika kita adalah anak Allah, maka tentunya kita akan memiliki DNA yang kurang lebih sama dengan Bapa kita. Ada karakter-karakter Ilahi yang juga bisa kita miliki. Salah satu karakter yang akan kita bahas adalah tentang kreativitas Allah yang juga mengalir dalam diri kita. Potensi Ilahi yang bisa kita kembangkan untuk menjadi berkat bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
2. BEBERAPA POTENSI YANG BISA KITA MILIKI a. Potensi Inovatif (Menemukan hal baru)
Apa bedanya menciptakan (create) dan menemukan (inovate)?
Menciptakan (create) : Membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Dan pada dasarnya, hanya Allah yang sanggup melakukan hal ini. Dia cukup berfirman, maka segala sesuatu itu terjadi.
Menemukan (inovate) : Membuat sesuatu yang baru dari segala sesuatu yang sudah ada.
Ketika kita katakan mencipta lagu, pada dasarnya orang tersebut tidak menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, karena nada-nada yang dia rangkai berasal dari nada-nada di alam ini yang memang sudah ada, hanya di rangkai kembali menjadi suatu lagu yang baru.
Bahkan listrik pun bukan diciptakan tapi ditemukan. Dan ada banyak teknologi yang canggih, meskipun itu penemuan yang baru, tapi sesungguhnya semua sudah berasal dari segala yang ada, hanya dirancang ulang sehingga menjadi suatu hal yang baru.
Tapi secara garisnya, sifat kreatif itu tetap mengalir di dalam diri anak-anak Allah karena kita mempunyai potensi itu dari Bapa kita. Hanya kita bukan benar-benar menciptakan dari yang tidak ada, tapi kita bisa terus memperbaharui dari segala yang ada menjadi sesuatu yang semakin baru dan semakin baik.
b. Potensi Otoritas dan Kuasa
Kuasa Otoritas kita miliki karena hal itu memang diberikan kepada kita untuk bisa menguasai alam ini dan segala isinya, dan karena diberikan oleh Allah kepada kita untuk bisa menaklukkan dan mengatur semua hal yang diberikan Allah kepada kita.
Kejadian 1 : 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.
Yohanes 1 : 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Kebanyakan dari anak-anak Tuhan belum sepenuhnya menggunakan kuasa yang diberikan oleh Allah kepada kita sehingga kita belum mengalami kemenangan yang sesungguhnya direncanakan bagi kita.
c. Potensi untuk bertumbuh dan bermultiplikasi
Potensi untuk bertumbuh pelipatgandaan diberikan dengan maksud agar kehidupan kita di dunia ini bisa menjadi berkat buat banyak orang dan banyak tempat. Hal ini dimampukan oleh Allah berdasarkan kemurahan hati dan kebutuhan di setiap peristiwa.
Kejadian 1 : 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Matius 14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Markus 8:20 "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul.
Yesus menunjukkan cara melakukannya. Dia membawa dan mendedikasikan apa yang ada padaNya kepada Allah Bapa. Dia mengucap syukur atasnya dan membagikan kepada setiap orang yang memerlukannya. Disitulah terjadi multiplikasi yang ajaib.
2 Raja-raja : 42-43 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan." Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."
d. Potensi Iman dan Mukjizat
Potensi Iman dan mukjizat yang akan memampukan kita melakukan segala kemustahilan menjadi mungkin
Bahkan bukan Cuma masalah biasa saja, tapi juga segala penyakit dan berbagai kesulitan bisa kita atasi denga potensi ini.
Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, —maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Semua potensi ini bisa kita miliki ketika kita berada di dalam Tuhan, dan dengan iman kita benar-benar bisa menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan dan untuk memberkati diri sendiri dan juga orang-orang di sekitar kita.
Di dalam perumpamaan tentang talenta di Matius 25 : 14 – 30 kita bisa menemukan bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak dibekali dengan talenta. Allah itu sungguh adil, sehingga Ia menyediakan setidaknya satu talenta bagi tiap orang. Dan untuk menentukan berapa banyak yang Ia berikan itu bukan berdasarkan suka atau tidak suka pada seseorang, tapi berdasarkan kemampuannya. Dan selanjutnya, apakah talenta itu berkembang atau tidak akan tergantung dari seberapa bisa dipercayanya orang tersebut dalam menggali potensi dan mengembangkan tiap talenta yang Ia berikan itu. Dalam hal ini, saya ingin meminjam istilah dari Rev. Jentezen Franklin yang saya rasa sangat tepat dalam mengungkapkan tentang talenta ini. Allah akan menaruh setiap talenta itu dengan prinsip ini juga : RIGHT PEOPLE, RIGHT PLACE, RIGHT PLAN
a. RIGHT PEOPLE – Dia mengenal kita Dia tidak pernah salah memilih orang. Dan kita adalah orang-orang pilihan yang tepat di dalam bidang yang kita miliki saat ini. Jangan pernah kita berpikir bahwa kita melakukan apa yang kita kerjakan sekarang karena memang kita layak untuk itu. Tapi sungguh ada tangan ajaib yang turut bekerja di belakan semua ini untuk menaruh kita dengan satu pemikiran yang tepat sesuai dengan kesukaan kita juga. Yeremia 1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Setiap kita diberi talenta yang pas. Jangan hanya melihat jumlah talenta awal yang kita miliki, tapi bersyukur dengan semua itu dan pakai semua potensi yang ada, sehingga kita bisa melihat bagaimana semua potensi itu kemudian bertumbuh dan berbuah-buah, berlipat ganda dan menjadi banyak. KUNCI : Setia terhadap perkara kecil, tekun melaksanakannya, maka kita akan diberikan tanggung jawab terhadap perkara yang besar. (Matius 25 : 21)
b. RIGHT PLACE – Di tempat yang tepat Kis 17 : 26 - Dia menetapkan posisi tempat kita “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka.” Kita akan selalu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat ketika kita berada di dalam Tuhan. Tidak pernah ada kesalahan dalam hal ini. Jadi, jangan mengeluh mengenai tempat kita berada sekarang, tapi sebaliknya lakukan hal yang baik semaksimal mungkin supaya justru kita bisa memaksimalkan apa yang Tuhan taruh dalam hidup kita, karena untuk segala sesuatunya itu Tuhan selalu punya rencana yang tepat. Ia tidak pernah salah dalam menempatkan kita semua. Kita tidak pernah tahu seberapa ketepatannya sampai sesuatu terjadi dalam hidup kita dan barulah kita akan menyadari semua keindahan rencananya itu. Tapi puji nama Tuhan kalau Dia itu setia dan selalu melakukan hal yang tepat bagi kita yang mengasihiNya.
c. RIGHT PLAN – Rencana yang tepat Dia merancangkan segala sesuatunya itu sempurna, sesuai dengan segala kehendakNya bagi setiap orang yang mengasihi Dia. Roma 8 : 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Biasanya ‘sekarang’ yang kita katakan adalah setelah segala kejadian berlangsung dan selesai, dan setelah kita bisa melihat hasil dari semua perbuatanNya itu. Tapi bukan begitu dengan iman. Sekalipun kita belum melihat hasilnya, kita tetap bisa mengatakan demikian, itulah iman yang sesungguhnya. Mari kita belajar dari hal itu bahwa kebaikan yang Allah berikan akan tetap berlaku meskipun kita belum merasakannya sekarang. Segala kreasi Allah terjadi bukan hanya setelah Dia berfirman “Jadilah terang..!”, tapi justru jauh sebelumnya, berada di dalam kendali pikiranNya, semua kreatifitas itu sudah ada. Tidak mungkin Ia membuat segala sesuatu tanpa satu perencanaan di dalam pikiranNya yang tak terbatas itu. Ia membentuk formula dan segala rupa alam semesta ini di sana, di dalam perasaan dan pemikiranNya. Ia taruh segala keinginan hatiNya dalam kesempurnaan dan pemikiranNya yang dahsyat. Yeremia 29 : 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Ia bisa melihat jauh ke depan, karena Ia yang membuat rancangan itu dan Ia selalu berdiri lebih tinggi dari kita semua, sehingga jarak pandangNya tidak pernah dapat dibatasi oleh apapun. Ia mampu melihat sampai kejauhan. Bahkan apa yang selama ini tidak bisa kita lihat, Ia bisa. Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Dan Jika kita memang berasal dari Dia, diciptakan serupa dan segambar dengan Dia, RohNya tinggal di dalam kita, nafas hidupNya mengalir di dalam kita, maka kita akan memiliki karakter dan potensi yang Dia miliki juga. KreatifitasNya bisa kita dapatkan juga. Jadi, mengapa ragu dengan kehidupanmu?
INGAT : ALLAH ADALAH SUMBER DARI SEMUA POTENSI ITU Yakobus 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Untuk bisa tetap kreatif dan produktif, maka yang harus kita lakukan adalah kita harus melekat kepada Dia supaya bisa terus produkif dan bermultiplikasi. Yohanes 15 : 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
3. MULAILAH PERJALANANMU SEKARANG Ketika kita mengerti semua hal ini, maka kita bisa mulai berjalan dengan semua yang kita sadari betul bahwa kita memilikinya. Dan ada banyak potensi mulai bisa dikembangkan dengan satu keyakinan bahwa hal itu akan berhasil untuk kita lakukan. a. Mengenali talenta yang kita miliki. Biasanya muncul berawal dari hobby dan kesukaan kita, berkembang menjadi satu hal yang menghasilkan. Satu talenta yang kita punya bisa dikembangkan menjadi banyak hal yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya. Mis : Kegemaran mengobrol – bercerita, bisa dikembangkan : Menjadi pembicara, story teller, motivator, konselor dan bisa dilanjutkan dengan menuliskan semua itu menjadi buku.
Memasak – dikembangkan menjadi akhli masakan, buka katering, kafe, atau restaurant. Bisa juga mengembangkan resep-resep yang bermutu, mengajarkan pada yang lain, atau menuliskan menjadi buku resep yang bermutu.
Prakarya – dikembangkan menjadi suatu karya yang baik untuk dinikmati dan dijual, atau menjadi pemberi inspirasi pada orang lain dengan membuka kursus dsb.
Mengajar – diawali mengajar anak sendiri, lama-lama bisa buka kursus untuk anak-anak lain.
Kecantikan – diawali dengan suka mendandani diri sendiri, lama-lama menjadi bisnis
Fashion – juga berawal dari hoby lama-lama menjadi bisnis.
Bahkan dari banyak barang bekas bisa menjadi satu peluang bisnis yang baik.
Cobalah mencari apa yang menjadi hobby kita itu, dan mulailah melakukan perjalanan yang dahsyat dengan hal itu.
b. Berani mencoba merealisasikan apa yang kita impikan. Semua orang suka bermimpi karena mimpi itu gratis, tapi sayangnya hanya sebagian yang berani merealisasikan apa yang mereka impikan itu. Jadi, mengapa tidak memulainya sekarang, karena tidak ada kata terlambat untuk itu.
c. Tekun dan konsisten melakukannya. Jika kita suka melakukannya, tapi mungkin masih banyak kegagalan pada saat ini, jangan menyerah coba terus. Satu waktu kita akan melihat hasilnya. Orang-orang yang berhasil pada saat ini bukan berarti tidak pernah gagal dulunya. Mereka juga mengalami jatuh bangun, hanya bedanya mereka tidak menyerah di saat gagal. Mereka mencoba lagi hingga akhirnya bisa berhasil.
d. Banyak belajar dan bertanya pada mereka yang sudah akhli dan lebih dulu melakukannya. Malu bertanya sesat di jalan. Jika anda membutuhkan informasi yang tidak anda ketahui, cobalah dari sekarang mulai bertanya kepada banyak orang bagaimana cara memulai apa yang anda sedang jalani saat ini. Banyak bertanya dan belajar dari sang akhli pasti tidak ada ruginya.
e. Banyak membaca dan membuat studi banding. Sangat perlu kita memperluas wawasan dengan banyak membaca dan membuat studi banding. Saat ini tersedia begitu banyak sumber untuk hal ini, terutama untuk memberikan inspirasi dan menyegarkan pikiran kita.
f. Jangan malu untuk memperkenalkan dan mempromosikan apa yang kita lakukan. Bagaimana orang bisa tahu apa yang kita kerjakan kalau kita tidak berani memperkenalkannya. Jadi mengapa kita tidak melakukannya, selama kita tahu bahwa apa yang kita lakukan itu baik, benar dan memang bisa berguna.
g. Jika sudah berhasil, jangan lupa belajar mengatur sistem keuangannya dengan baik dan benar. Banyak usaha terjebak dalam hal manajemen keuangan yang buruk sehingga menjadi kurang baik hasilnya. Jadi pelajari juga hal ini supaya usaha yang kita buat ini menjadi langgeng dan semakin berkembang.
Namun diatas segalanya, sekali lagi jangan lupa bahwa BERKAT TUHANlah yang menjadikan kita kaya, sehingga sekalipun kita sudah merasa berhasil bukan berarti kita melupakan Dia. Dan lakukanlah segalanya itu sungguh-sungguh untuk kemuliaan nama Tuhan, jangan khawatir, ketika anda mampu menyelesaikannya dengan baik, maka Ia akan mengajak anda untuk ikut menikmati dalam kebahagiaan Tuanmu itu. Semoga bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati. Ps. Sariwati Goenawan - GISI Bandung
|




