| CHASING YOUR DREAM |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Saturday, 16 April 2011 11:42 |
|
1 Korintus 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
Sekali lagi hari ini aku menyaksikan perjalanan seseorang yang mempunyai tekad yang kuat untuk mengejar impiannya. ‘Around the world in 80 Trades’...judul petualangan yang fantastik. Dari seorang pialang saham yang hanya bekerja di balik komputernya setiap hari, menjadi seorang yang mengejar petualangan yang sangat menguntungkan di dalam hidupnya. Berbekal 25,000 pound dari hasil penjualan apartemennya, ia mulai berangkat ke negara-negara yang ia harapkan bisa membeli sesuatu untuk kemudian ia jual kembali di negara berikut yang akan ia kunjungi. Menarik sekali. Sebagai seorang yang juga punya latar belakang pengalaman di bidang perdagangan dan ekonomi, tentunya aku menyukai perjalanan seperti ini. Profit...itu yang akan menjadi ukuran keberhasilan dari perjalanan ini tentunya pada akhirnya nanti. Apakah ia akan pulang sebagai orang yang compang-camping dan kehabisan semua uangnya? Atau justru sebaliknya, ia akan mendapatkan keuntungan yang lumayan dari semuanya itu. Dan setelah melewati banyak pengalaman dan bertemu banyak penjual dan produsen di berbagai negara, pada akhirnya ia menyelesaikan petualangannya itu dengan menghasilkan keuntungan 25,000 pound juga. Wow. Benar-benar mempunyai jiwa bisnis yang kental. Dari menjual unta, kopi, batu giok, surfing tiup, bahkan sampai akhirnya bisnis kayu jati yang membawanya pada keuntungan terbesar dalam perjalanannya itu. Tidak seluruh usahanya tentunya pasti menguntungkan. Ada juga yang mengalami kerugian. Tapi pada intinya, pelajaran yang bisa diambil adalah, jangan takut dengan sedikit ‘luka’, bangkit lagi dan mulai lagi. ‘Luka’ itu akan mengajarimu sesuatu supaya engkau tidak perlu mengalaminya lagi di masa yang akan datang. Very insiprational. Satu perjalanan yang membawa aku pada satu pandangan yang baru, bahwa di dalam setiap perjalanan hidup kita, kita harus mempunyai satu tujuan. Bukan sekedar menghabiskan waktu dan uang dan juga tenaga, tapi mempunyai strategi yang tepat di dalam melakukannya. Terlihat sekali dari cara ia melakukannya, ia bukan seorang ‘rookie’ (=pemula) yang hanya asal bepergian dan asal membeli dan menjual. Walaupun memang bukan artinya selalu berhasil, tapi jelas terlihat bahwa ia selalu melakukan riset sebelum melakukannya. Sehingga ketika ia memutuskan untuk membeli sesuatu, ia juga bisa mengantisipasi rencana ke depannya itu seperti apa. 1 Korintus 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Kita belajar dari Paulus, seorang yang pandai dan memiliki kemauan yang keras dalam mengejar sebuah impian. Tapi sekaligus ia menyatakan bahwa ia tidak akan menghabiskan tenaganya dengan sia-sia tanpa ada target di dalam perjalanannya. Selain itu, ia juga akan memikirkan strateginya untuk mencapai tujuannya itu. Sebuah impian akan menjadi sebuah tujuan yang memotivasi kita melakukan sesuatu yang besar dengan bersemangat. Tapi tentunya, untuk menggapai mimpi itu, ada banyak rencana dan proses yang akan kita lewati. Entah dengan atau tanpa melibatkan orang lain, tapi yang terutama perlu kita lakukan adalah mengambil keputusan untuk mulai mengambil langkah melakukannya. Ketika kita berada di dalam ‘kotak’ kita, bisa jadi impian yang kita miliki itu terasa begitu besar dan sulit untuk dijangkau. Tapi kenyataannya, ketika kita mulai melangkah ke luar dan sungguh-sungguh berjalan melakukannya, kita baru akan menyadari bahwa itu tidaklah sebesar yang kita lihat dulu. Apalagi jika kita membandingkan dengan impian-impian orang lain di sekitar kita, barulah kita akan menyadari bahwa impian kita itu belumlah seberapa. Dan apa yang kita anggap sulit, ternyata tidaklah serumit yang kita pikirkan. Kita akan selalu menemukan orang yang bisa membantu kita menguraikan kerumitan tersebut. Dari kisah petualangan bisnis yang menarik ini aku menarik pelajaran yang berharga, yaitu kita harus mau mengambil keputusan untuk keluar dan meninggalkan ‘kotak kecil’ kita itu dulu, barulah nantinya kita bisa melihat dunia luar itu. Kerinduan yang terdalam di kehidupan aku saat ini adalah bagaimana aku bisa melakukan perjalanan keliling dunia juga. Bukan hanya sekedar membuang waktu dan uang untuk melihat pemandangan, tapi aku benar-benar rindu bisa berkeliling melayani Tuhan di mana-mana, sambil mempelajari banyak pengalaman kehidupan manusia di manapun juga. Dan aku rindu agar setiap orang bisa mendapatkan berkat dari kehidupanku ini. Dan aku bisa melukiskan semua yang kualami dan kurasakan itu melalui rangkaian tulisan yang tentunya bisa dibaca banyak orang dan memberkati kehidupan mereka semua. Dengan segala keterbatasan yang kumiliki, tentunya akan terlihat sulit dan mustahil. Semakin terbatas apa yang kita miliki tentunya membuat kita harus semakin baik mengatur strategi, supaya kita tidak membuang amunisi dengan sia-sia. Dan tentu saja, diatas segalanya, jangan sampai tujuan utamaku di dalam mengejar impian ini, yaitu supaya aku sendiri bisa menyenangkan Tuhan dan menyenangkan hatiNya, menjadi orang yang berkenan di hadapanNya, itu menjadi pudar. Alangkah sayangnya kalau sampai terjadi begitu. I Korintus 9 : 27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. Latihan demi latihan itu perlu. Pembelajaran itu tidak boleh berhenti. Banyak bertanya dan mendengar dari orang-orang yang sudah pengalaman. Bukan sekedar dari teori buku-buku yang bisa dibaca, tapi juga melihat dari kehidupan orang-orang yang bisa ‘dibaca’. Itu akan sangat menyenangkan, dan sangat baik bagi perkembangan kita. Aku sadar betul bahwa usia tidak membatasi kita untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Justru semakin tua usia kita seharusnya semakin matang dalam mengerti sesuatu. Kita akan menjadi semakin paham dengan satu masalah, karena cara pikir kita tentu sudah berbeda dibanding ketika masih lebih muda. Situasi dan kondisi yang terbentuk akan membentuk pola pikir kita juga. Perjalanan yang akan kita buat tentu tidak sama bagi setiap orang. Tujuannya pun mungkin akan sangat berbeda. Tapi sebagai anak-anak Tuhan, satu hal yang tentunya akan menyatukan langkah kita, yaitu bagaimana mengejar isi hati Tuhan dan menyenangkanNya. Segala kelelahan kita, pelayanan kita, dan semua yang kita kerjakan, jangan sampai menarik kita dari track yang sebenarnya, yaitu bersama-sama menuju kehidupan kekal sambil membawa panji bagi nama Tuhan, menyorakkan kemuliaanNya dan memuliakanNya. Hari ini aku kembali memandangi lukisan kehidupanku di hadapan Tuhan. Sebuah kanvas lukisan luas terbentang. Dan sekali lagi aku melihat bahwa goresan Tuhan belum selesai. Masih banyak jalan yang terlukis dan belum lagi kujajaki. Masih banyak pepohonan yang menunggu berbuah pada musimnya. Masih ada banyak nyanyian yang akan terdengar dari setiap gerakan dedaunan yang kulewati di sepanjang jalan itu. Dan masih ada banyak keceriaan yang belum tergambar melalui setiap orang yang ikut meramaikan lukisan itu. Warna-warni yang akan Tuhan berikan sebagai sentuhan keindahan dari lukisan itu belum terlihat lengkap. Tapi aku bisa menyaksikan bagaimana setiap bagian dari lukisan itu selalu berujung pada kebaikan. Meskipun berkelok dan bercabang, tapi setiap hal yang kulewati, dengan kekuatan yang tak terlihat, selalu memberikan sentuhan yang memberi kehidupan dan kesukaan. Begitu kemilau dan indah, sedap dipandang mata. Selalu ada kebaikan di dalamnya. Aku rindu mengejar impianku bersama dengan Tuhan, melakukan perjalanan yang fantastik dengan tujuan yang jelas, yaitu menjadi orang yang bisa membangkitkan semangat dan iman setiap orang, untuk mengenal Tuhan Yesus, dan membawa setiap orang menjadi lebih dekat dengan Tuhan, dan semakin mempercayai ke Tuhanan Nya, dan menaruh iman kepada Dia. Aku mau memulainya sekarang, bagaimana denganmu?
By : Ps. Sariwati Goenawan
|




