Home Artikel Rohani Column By Sariwati KETAATAN MEMBAWA BERKAT
KETAATAN MEMBAWA BERKAT PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Tuesday, 14 October 2008 05:41

Ibrani 5:8  Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

Ada pengalaman lucu dan menggelikan yang terjadi kemarin. Ketika saya sedang mengajari anak saya belajar mendikte untuk pelajaran sekolahnya, ada kejadian yang tidak pernah saya bayangkan bisa terjadi pada seorang anak. Setelah beberapa kalimat saya bacakan dan ia menuliskannya kembali, ketika sampai pada kalimat ‘Saya menaruh barang-barang di tempatnya.”, anak saya malah menuliskannya ‘Saya menaruh barang-barang di lemari’. Lho, kok begitu tanya saya. Setelah diulang, barulah ia memperbaikinya. Kemudian saya mendiktekan kalimat ‘Heri, Budi dan Ica pergi ke kebun binatang’, dia menuliskannya demikian ‘Heri, Budi dan Ica pergi ke taman safari’. Lagi-lagi saya bertanya kenapa begitu, baru ia perbaiki. Dan kalimat yang terakhir adalah ‘Saya tidak suka makan cokelat’, tiba-tiba ia memprotes tanpa menuliskannya...’Aku suka!!! Aku suka makan cokelat!!!’ ...dan kami sekeluarga tertawa terbahak-bahak sambil memandang wajahnya yang polos. Ia benar-benar protes karena kalimat itu. Padahal ia hanya harus menuliskannya kembali tanpa mengubah atau memprotes artinya, karena ini kan pelajaran dikte ? Tapi apa yang terjadi ? Otaknya mencerna kalimat-kalimat itu dan dengan otomatis mengubahnya dalam pikirannya, dan menuliskan apa yang dia pikirkan dan bukan apa yang diperintahkan.

                Itulah yang sering terjadi dalam hidup kita. Ketika kita menerima sebuah perintah dari Tuhan, seringkali kita bukannya langsung menerapkannya dalam hidup kita sebagai satu tanda kita mempercayai Ke-Allah-annya, tapi seringkali otak kita akan menerimanya dengan pikiran kita sendiri dan melakukan yang sesuai dengan apa yang otak kita katakan dan bukannya persis seperti yang Tuhan perintahkan itu. Sama seperti anak saya tadi bukan ? Mengapa, karena seringkali keinginan daging itu bertentangan dengan keinginan roh. Roma 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Jadi, anda lihat ? Bahkan Alkitab sendiri mencatat kalau daging kita memang sulit untuk tunduk kepada hukum Allah.

                Tidaklah mengherankan kalau begitu jika kita bertemu dengan orang-orang yang cenderung punya kebiasaan untuk membawa kebiasaannya sendiri dan tidak memperdulikan kehendak Allah dalam hidupnya. Apalagi jika mereka memang belum menundukkan dirinya di bawah kendali Tuhan. Karena  memang sejak jatuh ke dalam dosa, Adam telah menyerahkan dagingnya di bawah kendali dosa yang pada akhirnya akan mendatangkan maut.

                Hanya ketika kita kembali menyadari keberadaan kita dan menyerahkan kembali hidup kita pada porsi yang sebenarnya, baru kita bisa ‘hidup’ kembali dan menaklukkan daging kita di bawah kendali roh. Roma 8:9  Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

                Karena itulah, setiap kali ada yang datang untuk konsultasi dengan saya, pertanyaan pertama yang pasti akan saya ajukan adalah apakah dia sudah lahir baru dan mengenal Yesus dengan sungguh-sungguh. Karena kelahiran baru adalah satu pertanda bahwa rohnya dilahirkan untuk dapat menguasai dagingnya yang lemah itu. Dan ketika roh itu lahir, maka ia akan ‘mencari makanan’ yang tepat untuk rohnya yang ‘lapar’ dan ‘haus’. Makanan roh itu adalah firman Tuhan. Yohanes 6:63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

                Memang mengendalikan diri adalah suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi ketika kita berhadapan dengan dunia yang semakin canggih dan semakin menarik, rasanya kita tergoda untuk bisa memiliki semua yang ditawarkannya. 1 Yohanes 2:16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan apa yang ditawarkan dunia ini begitu menarik dan menggoda. Serba colorful, fancy dan trendy. Apalagi didorong dengan banyaknya slogan-slogan iklan yang menyuruh kita untuk melakukannya, dan kayaknya akan jadi kampungan kalau kita tidak mengikutinya, rasanya klop-lah semuanya itu untuk menjadi gangguan permanen dalam hidup kita.

                ‘Be fashion..and you will be the leader..!!!’ mungkin itu salah satu iklan yang ada, dan banyak orang membenarkan dan mengikutinya. Rasanya tidak pede kalau kita tidak mengikuti mode. Dan akhirnya kita jadi ‘korban mode’.

                Yehezkiel 36:26  Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

                Waktu kita menyerahkan hati kita kepada Tuhan saat lahir baru, maka Dia akan mengubahkan hidup kita menjadi baru. Dia bukan hanya akan membersihkan, tapi akan menggantikannya dengan hati yang baru. Hati yang taat akan firman Tuhan. Dan saya percaya, untuk setiap orang yang sudah diubahkan akan mengalami perubahan hidup yang dahsyat di mulai dari hari itu.

                Anda ingat kesaksian seorang  ibu yang suaminya selingkuh ? Sampai hari ini ia masih ada dalam bimbingan saya, dan yang saya syukuri adalah dia mau berubah dengan ketaatan dalam Firman Tuhan. Ketika ia tahu bahwa Tuhan akan menyukai pertobatannya dan memulihkan rumah tangganya, maka hal itulah yang ia doakan sampai saat ini. Ia tidak pernah meminta untuk dipisahkan dari suaminya lagi. Tapi justru ia belajar mengampuni, menerima suaminya dan mendoakannya agar rumah tangganya diperbaiki dan dipulihkan. Sekalipun ia dengan jujur katakan bahwa sulit buat dia menerima hal itu, tapi ia mau taat kepada firman Tuhan dan melakukannya. Ada damai sejahtera yang besar yang ia miliki saat ini. Ada sukacita yang terpancar dari wajahnya yang tidak ia sadari. Ia begitu berbeda dari waktu pertama kali saya bertemu dengannya. Saya percaya, hal ini karena Allah turut bekerja di dalam hidupnya. Hatinya diubahkan menjadi hati yang baru yang mau taat dan tidak keras lagi. Saya yakini pasti ada pemulihan terjadi buat rumah tangganya.

                Bagaimana dengan anda hari ini ? Apa yang sedang Allah kerjakan dalam hidup anda ? Apa Ia meminta anda melakukan sesuatu untukNya hari ini ? Sudahkah anda belajar mentaatinya ? Jika belum, belajarlah mendengar Dia dan melakukan perintahNya. Ia menyukai apa yang anda kerjakan buat Dia. Kisah 5:29   "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”

                Ibrani 4:7  Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

                Ayo, kita semua belajar untuk menyenangkan Tuhan. Dan ketika Tuhan disenangkan, semua berkat-berkat itu akan diperintahkanNya untuk turun ke atas kita.

                Ulangan 28 : 1 – 14  "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

2  Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:

3  Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

4  Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.

5  Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.

6  Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

7  TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

8  TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

9  TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

10  Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.

11  Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu—di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.

12  TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

13  TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

14  dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

                Dan biarlah itu terjadi dalam hidupmu hari ini. AMIN.

 

By : Pastor Sariwati Goenawan (IFGF GISI Bandung – Youth Pastor)

 
Designed by vonfio.de