| MENGAPA TAKUT MENJADI TUA? |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Thursday, 15 April 2010 08:57 |
|
Mazmur 92:14 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar. Dalam usia saya yang sekarang, seringkali saya merasa ada banyak perubahan dalam pola pikir dan perilaku. Entah karena memang bertambahnya usia, entah karena banyaknya perubahan dalam lingkungan pergaulan, atau entah karena perubahan cara kerja. Atau bisa jadi karena semua perubahan itu, tapi yang pasti, saat ini saya merasa berbeda dengan diri saya sendiri bertahun-tahun yang lalu. Bahkan sangat berbeda jika dibandingkan ketika saya masih di sekolah menengah dan perguruan tinggi. Memang saya belum terlalu tua saat ini, tapi usia yang terus bertambah tanpa bisa dhentikan tentunya akan membawa saya pada level itu akhirnya. Sadar tidak sadar, diri kita semua pasti mengalami perubahan itu. Dan perubahan adalah satu hal alamiah yang pasti terjadi dalam hidup kita. Suka atau tidak suka, perubahan itu akan tetap terjadi. Satu contoh perubahan yang tidak bisa kita hindari adalah semakin menurunnya kualitas tubuh dan semua sistem dalam tubuh kita di usia kita yang semakin bertambah. Karena itulah pola hidup sehat harus diterapkan oleh semua orang, tidak terkecuali. Berolah raga, makan asupan makanan yang seimbang dan bergizi, pola tidur dan istirahat yang cukup, pola kerja dan berpikir yang seimbang, semuanya dibutuhkan untuk setidaknya memperlambat kerusakan dan penurunan kualitas tubuh tadi. Bagi seorang wanita, sesuatu yang cukup menakutkan adalah ketika melihat kulitnya mulai menjadi keriput, atau muncul flek-flek hitam di wajah. Sekalipun semua orang akan menganggap hal itu sangat wajar, tapi tentunya sebisa-bisanya dicegah supaya hal itu tidak muncul terlalu cepat, atau kalau memungkinkan, diharapkan jangan pernah muncul selamanya. Begitu juga dengan rambut putih atau yang kita kenal dengan sebutan uban. Sebisa mungkin kita akan akan menutupi hal tersebut, yang notabene toh akan muncul juga ketika waktunya tiba. Bersyukur kalau dewasa ini ada terdapat banyak jenis cat rambut yang mampu membantu kita untuk menutupi sebisa mungkin. Apapun yang kita lakukan, perubahan itu pasti terjadi. Hanya tinggal bagaimana kita mengatasi dan menghadapi perubahan tersebut. Ada yang menghadapinya dengan sikap biasa-biasa saja, ada juga yang menghadapinya dengan sikap tak perduli, tapi ada yang dengan sigap berusaha menolak perubahan itu. Penyakit dan kematian adalah dua hal yang paling ditakuti oleh manusia manapun juga di bumi ini. Sebisa mungkin, mereka akan mencari cara untuk bisa memperlambat datangnya kematian tersebut. Dan kalau diperhatikan, ada bermacam-macam cara untuk mengatasinya. Ada yang saking takutnya dengan kematian, mereka rela pergi ke tempat-tempat keramat untuk mendapatkan wangsit bagaimana bisa memperoleh umur panjang, entah dengan mandi dengan air pegunungan, atau minum air kolam keramat, atau bersemedi di bawah pohon rindang di gua keramat, atau apa saja akan dilakukan untuk itu. Pernah juga ada orang yang mengkhayalkan bagaimana rasanya menjadi orang yang immortal (tidak dapat mati) dan menjadikannya sebuah filem, yang pada akhir filem tersebut akan membuat kita menyadari bahwa ternyata menjadi immortal itu sama sekali tidak enak, karena mereka akan terus menerus menghadapi masalah yang tidak ada habisnya dan tetap menimbulkan kekuatiran. Malah dikisahkan bagaimana akhirnya mereka menyaksikan satu persatu kerabat mereka meninggal, dan akhirnya seluruh kenalan mereka habis, sementara mereka masih tetap harus hidup dan menghadapi penderitaan yang tiada akhir. Dan di akhir filem tersebut justru digambarkan bagaimana mereka berusaha untuk bisa meninggalkan dunia ini, tapi karena ‘kutuk’ yang sudah mengikat mereka, membuat mereka tidak bisa mati, dan mau tidak mau harus menghadapi semua penderitaan itu. Tragis rasanya. Saudaraku, Allah menciptakan kita dengan segala keterbatasannya, itu semua sudah ada dalam rancanganNya. Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Memang di masa yang lampau, di zaman kejadian, Allah mengijinkan manusia untuk hidup sampai ratusan bahkan hampir seribu tahun. Tapi kita perhatikan bahwa kemudian Dia mempersingkatnya, sampai akhirnya hidup manusia rata-rata di jaman ini hanya sampai tujuh puluh tahun saja. Dan bahkan dalam Mazmur tadi dikatakan bahwa jika lebih dari itu merupakan satu berkat. Kalau Allah memang sudah menetapkan hari-hari kita sedemikian pendeknya, saya rasa yang perlu kita siasati adalah bagaimana mengisi hari-hari tersebut sedemikian rupa agar bisa menyenangkan hati Tuhan. Tujuh puluh tahun bukan waktu yang pendek, tapi juga tidak terlalu panjang. Dan kenyataannya kita memang tidak bisa menebak seberapa angka umur yang Tuhan beri bagi kita. Bisa lebih panjang, bisa juga lebih pendek. Tapi alangkah bijaksananya kalau kita bisa mengatur dan mengisi waktu-waktu itu dengan baik dan efektif. Segala potensi yang sudah Tuhan beri, janganlah disia-siakan begitu saja. Pergunakan semua itu untuk menjadi satu asset bagi kerajaan Allah. Saya pribadi pernah meminta kepada Tuhan untuk bisa memperoleh kesempatan hidup yang cukup sampai saya bisa menimang dan mengajak bercanda cucu-cucu yang akan saya peroleh dari anak-anak saya nantinya. Sahabat-sahabat saya seringkali mentertawakan keinginan saya ini, karena menurut mereka tidak perlu dibicarakan sekarang, waktunya masih lama. Tapi saya selalu menyanggah, wah..kata siapa? We’ll never know. “Mintalah, maka kamu akan menerimanya.” Itulah sebabnya saya memintanya. (Senyum).... Selain itu, saya merasa bahwa masih banyak hal yang ingin saya kerjakan dalam pelayanan bersama dengan Tuhan. Melihat banyak orang dibangun dengan pengertian yang benar akan Tuhan adalah salah satu kerinduan yang saya harap bisa diperoleh melalui semua yang saya kerjakan. Saya rindu tulisan-tulisan saya akan menyadarkan kebutuhan kita akan Tuhan, dan juga mengabarkan kerinduan Tuhan bahwa Dia ingin sekali bisa memiliki dan memberikan yang terbaik bagi kita. Semua itu Dia akan lakukan karena dengan cara itu jugalah namaNya akan dimuliakan. Saya rindu sepanjang hidup saya bisa dipakai Tuhan untuk menyebarkan cinta akan Tuhan dan cintaNya bagi kita. Di dalam hidup kita akan mengalir dan akan tampak cinta yang sejati itu, yang tidak akan pernah bisa kita dapatkan dari pribadi yang lain. Usia boleh bertambah, kekuatan fisik boleh berkurang. Tapi kalau di dalam hati kita selalu membara cinta akan Tuhan, saya yakin kekuatan Kaleb akan diimpartasikan kepada kita, tidak akan pernah menjadi lelah dan jenuh dalam membangun mezbah bagi Tuhan dan menggelar karpet di sepanjang jalan kita untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan yang kedua kali di dunia ini. Jadi mengapa harus takut menjadi tua? Bukankah Tuhan sendiri mengatakan dalam Amsal 16:31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran, jadi ayo kita sama-sama selalu tinggal dalam kebenaran itu. Amin. By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung |




