Home Artikel Rohani Column By Sariwati PURITY OF YOUR HEART
PURITY OF YOUR HEART PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Saturday, 29 May 2010 05:07

2 Timotius 2:22  Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

 

                Hanya ketika kita punya hati yang murni, barulah kita bisa mengandung Janji-janji Tuhan dan melahirkannya di satu waktu. Rhema yang saya dapat dari satu kebaktian bersama dengan Rev.Christie Moore.

                Satu waktu yang menyenangkan, karena tepat sebelum beliau menyampaikan firman, Tuhan sudah memberikan satu kata itu ‘PURITY’ ke dalam hati saya selama penyembahan berlangsung. Sekalipun saya tidak terlalu menangkap mengapa tiba-tiba Tuhan menaruh kata itu dalam hati saya, tapi saya menerimanya dengan iman dan sukacita.

                Ketika firman Tuhan disampaikan, hamba Tuhan dari Amerika ini menyampaikan tentang bagaimana gereja sedang mengandung. Dan yang dikandung adalah Anak. Jika seorang wanita mengandung, maka yang dilahirkan adalah ‘anak’, sedangkan Anak akan lahir dari seorang perawan, satu rahim yang belum terjamah oleh apapun.  Dan rahim perawan ini untuk dewasa ini bisa dikategorikan sebagai hati. Setiap hati bisa menaruh apapun, tapi hanya hati yang murni yang dapat mengandung Anak dan Janji-janjiNya.

 

               Kisah 24:16  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

                Hati adalah satu-satunya yang dimiliki manusia yang diminta oleh Tuhan. Disinilah terletak segala hal yang terutama di dalam kehidupan manusia. Kita bisa menjadi apa saja di hadapan orang lain, bahkan bisa kita atur dengan segala kepura-puraan kita. Tapi hati kita tidak bisa menipu. Itulah sebabnya kenapa Tuhan mengatakan,’manusia melihat rupa, tapi Dia melihat kedalaman hati’ ketika Ia mencari Daud untuk menjadikannya raja pengganti Saul.

                Dalamnya laut bisa terukur, tapi kedalaman hati siapa yang tahu? Itu kata dunia, dan memang demikianlah kenyataannya.  Siapa yang bisa mengukur kedalaman laut?  Para ilmuwan masih bisa memikirkan bagaimana caranya, karena sedalam-dalamnya laut, masih bisa diupayakan pengukurannya. Tapi tidak demikian dengan hati kita. Apa yang kelihatan tenang di luarnya, belum tentu tidak beriak di dalamnya. Sangat beresiko untuk kita sekedar mengira-ngira. Bahkan orang terdekat sekalipun, yang kita pikir bahwa kita sudah mengenal dia dengan baik, kenyataannya belumlah tentu seperti yang kita pikir.

                Tapi di hadapan Tuhan, kita semua ini telanjang. Sebaik apapun kita menutupnya, tapi sebenarnya tidaklah demikian. Kita tidak bisa hidup dalam kepura-puraan, karena mata Tuhan terus mengawasi kita. Berhentilah berpura-pura.

                Hati yang murni....adalah hati yang memiliki kejernihan seperti air, yang bisa memancarkan cara hidup kita yang sebenarnya. Hati yang tidak mengandung maksud jahat, hati yang berisikan semua kebaikan, yang rela dibentuk dan mau memberi yang terbaik kepada pemilikNya. Hati seperti itulah yang dicari Tuhan, untuk bisa ditaruh benih yang baik dari setiap janji Tuhan.

                Mengapa harus seorang perawan yang mengandung ‘benih’ Yesus? Karena benih ini bukan benih sembarangan. Benih ini adalah benih kudus yang hanya bisa berkembang di tempat yang kudus, yang tidak terjamah oleh satu noda apapun. Karena itulah dibutuhkan satu kemurnian dari seorang perawan.

                Begitu juga halnya dengan janji Tuhan, untuk bisa dikandung dan dilahirkan pada waktunya, Ia akan mencari hati yang murni, yang kudus dan yang berkenan kepadaNya. Disanalah janji itu bisa dikandung dan akhirnya dilahirkan. Itulah mengapa proses untuk sebuah janji tidaklah semudah yang bisa kita dapat dari dunia. Dunia mempermudahnya. Ia menipu seakan-akan semua dunia jauh lebih baik dengan cara itu. Padahal kebanyakan malah menyesatkan hidup kita. Beda dengan yang berasal dari Tuhan. Benih janji yang kudus ini akan menghasilkan satu pemenuhan sejati yang akan membawa kehidupan yang lebih baik bagi kita.

                Hati yang murni...kita bisa belajar dari sifat emas yang murni. Allah selalu meminta hamba-hambaNya untuk membuat semua peralatan di tempat kudusNya dari emas murni.

                Emas yang murni, kita biasa menyebutnya sebagai Logam Mulia 24 karat, mempunyai karakter yang berbeda dari emas campuran. Emas murni mudah dibentuk, dan cenderung mengikuti apa yang diinginkan oleh pembuatnya. Warnanya bercahaya, dan jika terbakar ia akan meleleh namun tidak kehilangan kadarnya. Sifatnya yang lembek membuat pandai mas biasanya mencampurnya dengan jenis logam lain supaya lebih tetap sifatnya. Tapi kenyataannya, bahkan dari segi nilaipun, mas murni ini akan jauh lebih tinggi harganya dibanding kadar yang lain.

                Hati yang murni, akan mudah dibentuk oleh sang Maestro. Jika menghadapi tantangan, hatinya mudah meleleh namun tetap murni di hadapan sang Pemilik. Bisa diperiksa, boleh diuji, ia akan tetap menunjukkan kadarnya yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Dan hati yang murni mempunyai nilai yang lebih tinggi dari yang lain.

                Pembentukkan karakter akan dimulai dari hati. Siapa yang berani memberikan diri mereka untuk terus dibentuk, pada ujungnya akan melihat bagaimana perlunya hati yang murni untuk membuahkan hasilnya.

                Ketika saya sendiri menunggu buku pertama saya diterbitkan, dalam kurun waktu penantian itu, saya merasakan bagaimana sebenarnya suatu proses sedang Tuhan jalankan. Keinginan, ambisi dan harapan pribadi yang mungkin ada untuk mencapai satu keberhasilan dan kepopuleran akhirnya dikikis dan dibuang habis dalam proses tersebut. Sampai akhirnya muncul satu pemikiran dan satu tujuan yang murni, bahwa semua yang saya tulis itu adalah miliknya Tuhan sendiri. Dan ketika buku itu diterbitkan dan diedarkan, semakin saya menyadari bahwa semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan sendiri. Dan itu memudahkan saya untuk menyerahkan dan mempersembahkannya kepada Tuhan. Itulah salah satu proses yang saya rasakan dalam hidup saya.

                Sekali lagi, hati yang murni...adalah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap anak-anak Tuhan yang ingin menjadi saluran di dunia ini untuk melahirkan ‘Anak’...atau dengan kata lain ‘Janji Tuhan’ dalam hidup kita. Belajarlah dari setiap proses yang Tuhan ijinkan. Jangan mudah memberontak ketika ada tantangan, tapi ikuti aliran Tuhan dengan doa dan pengharapan. Ia akan menunjukkan tujuan dari semua itu pada waktunya.

 

By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung

 

 
Designed by vonfio.de