TO BE MORE....... PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Tuesday, 19 August 2008 04:12

“To be more..........”  adalah salah satu moto dalam hidup saya. Menjadi lebih memang bisa berujung kepada dua hal, menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Tentu saja yang akan saya kejar adalah menjadi lebih baik, lebih ekselen dan lebih naik dari waktu sebelumnya. Tidak ada yang ingin menjadi sebaliknya. Termasuk anda tentu saja, bukan begitu ?

Filipi 3:13-14  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Untuk bisa lebih mudah berlari dan memenangkan lomba, maka seorang atlit harus mengenakan pakaian yang seringkas mungkin, memakai sepatu yang ringan, dan tentu saja jangan membawa beban apapun. Beban seringan apapun tentu akan mempersulit langkahnya untuk berlari. Karena itulah kita tidak pernah melihat ada atlit manapun yang akan membawa suatu benda apapun baik di tangannya maupun di tubuhnya ketika mereka berlomba. Tujuannya adalah supaya tubuhnya ringan dan ia bisa berlari dengan kencang, melesat bagai angin melintasi lapangan dan meninggalkan semua lawan di belakang menuju ke garis finish secepat-cepatnya dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan di tangan.

Prinsip pertama yang dipakai oleh seorang atlit lari yang sedang berlomba ternyata sama dengan apa yang seharusnya kita pakai dalam lomba hidup kita untuk menjadi lebih baik. Tahukah anda, untuk dapat mengakhiri pertandingan kita ini, maka janganlah kita membawa beban apapun dalam hidup kita. Karena itu, Ibrani 12:1  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Hal pertama yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih baik adalah ‘bertobat’ dan melepaskan semua beban yang ada dalam hidup kita. Tidak ada cara lain untuk hal ini. Datang kepada Tuhan Yesus dan minta anugerah pengampunanNya. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh, karena tanpa keseriusan anda, maka tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam hidupmu. Jelas sekali bahwa beban dan dosa itu adalah masalah yang akan sangat mengganggu gerak langkah anda dalam berlomba. Jangan biarkan hal itu terus terjadi. Hari ini, jika anda membaca artikel ini, jangan keraskan hati. Datanglah kepada Tuhan. Ijinkan Dia menjamah hati anda, dan mulai mengubahkan hidup anda. Sangat mendasar sifatnya, tapi tanpa fondasi ini maka akan sulit untuk anda mulai membangun di atasnya.

Prinsip yang kedua, setiap atlit yang berlomba haruslah tahu di mana tujuan akhir dari rute lombanya. Dan supaya ia dapat menang, maka ia harus mengarahkan mata, hati dan pikirannya hanya tertuju pada tujuan akhir itu. Terlalu banyak menoleh ke kiri dan ke kanan hanya akan membuat dia tidak fokus dan akhirnya menjadi cepat lelah karena banyak terganggu oleh hal lain yang tidak perlu. Dengan mata yang tertuju pada tujuan akhir akan membuat dia lebih efektif dalam melakukan pekerjaannya.

Ibrani 12 : 2  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Hanya ketika mata kita tertuju kepada Yesus maka kita akan tahu tujuan akhir hidup kita. Dialah target hidup kita, standar hidup kita, dan alasan kita untuk bertahan. Ketika kita menjadi lemah, ingatlah akan pengorbanannya yang membawa kita pada kesempurnaan. Ketika kita mengalami hinaan dan tekanan, ingat juga akan kasihNya yang tidak putus-putusnya Ia tunjukkan kepada kita. Ketika kita sakit, ingatlah bahwa bilur-bilurNya sudah menyembuhkan kita. Ketika kita merasa sedih dan ditinggalkan, Ia sudah terlebih dahulu mengalaminya supaya kita tidak usah mengalaminya lagi. Ibrani 12 : 3  Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Pandanglah Ia selalu, maka suka cita dan damai sejahtera itu akan menjadi milik kita. Dengan mata yang tertuju kepada Yesus akan membuat kita tahu apa yang harus dilakukan. Ia-lah sumber inspirasi kita, sumber kekuatan kita dan sumber motivasi kita.

Prinsip yang ketiga untuk memenangkan pertandingan adalah bahwa kita harus mau dilatih dengan disiplin. Tidak ada atlit yang akan begitu saja memenangkan pertandingan tanpa berlatih. Semua atlit harus melatih dirinya sendiri agar tubuhnya dapat menjadi kuat dan punya daya tahan dalam bertanding. Begitu juga dalam halnya kita.

Ibrani 12 : 5  Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya...”

Jangan putus asa ketika Tuhan mendidikmu. Ia melakukannya karena Ia tahu bahwa kita semua perlu melatih tubuh kita. 2 Korintus 12:9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Di dalam kelemahan kitalah maka kita akan dapat melihat kasih kuasaNya. Dan dengan cara yang sama Tuhan melatih iman kita untuk terus berkembang dan bertumbuh. Tanpa semua pengalaman itu maka akan sulit untuk kita mengalami kemajuan. Jangan remehkan didikan Tuhan itu. Dia bisa memakai apa saja dan siapa saja untuk melatih kita. Bukan dengan asal-asalan, tapi Dia sungguh-sungguh melatih kita untuk menjadi lebih baik.

Prinsip yang ke empat, sang atlit harus menguatkan tubuh dan otot-ototnya. Ia harus rela berjuang dengan motivasi yang tinggi dalam meraih kemenangan. Tidak ada jalan pintas untuk itu. Ia harus menguatkan dirinya dalam semua latihan yang ia lakukan.

Ibrani 12 : 12-13  Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. Untuk mengalami kesembuhan diperlukan juga keputusan dari diri anda. Mau sembuh atau tidak ? Itu adalah pilihanmu. Dan jangan memanjakan tubuhmu dalam hal ini. Mengapa tidak ? Karena  roh memang penurut, tetapi daging lemah.( Matius 26:41) Perlu dimotivasi agar keduanya dapat berjalan dalam terangNya Tuhan.

Prinsip yang ke lima, untuk menjadi seorang pemenang, seorang atlit tidak boleh meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir. Hal ini berlaku untuk siapapun yang sedang bertanding. Tidak ada atlit yang disahkan sebagai pemenang jika ia tidak menyelesaikan pertandingan. Hanya yang berada di lapangan selama pertandingan dan menyelesaikannya yang dianggap sah memenangkan pertandingan. Di luar itu, maka ia akan dianggap mengundurkan diri,

Ibrani 12 : 15  Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Menjauhkan diri dari kasih karunia sama artinya dengan meninggalkan lapangan. Kalau itu terjadi, maka pasti ada akibatnya. Ia akan mengalami kekalahan. Tumbuh akar pahit dan kerusuhan, dan tentu ini akan mencemarkan banyak orang. Karena itu, jangan pernah keluar dari lapangan. Anda tidak akan menjadi lebih baik jika anda meninggalkan pertandingan.

Prinsip terakhir untuk menjadi atlit yang dapat memenangkan pertandingan, ia tidak boleh berbuat curang. Tidak diijinkan ada kesalahan atau pelanggaran. Harus sesuai dengan aturan permainan, dan hanya mereka yang memenuhi semua kriteria ini yang dapat dianggap pemenang yang sah.

Ibrani 12 : 16-17  Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. Anda lihat prinsip ini ? Ketika ada kecurangan dan ada kesalahan, maka anda akan ditolak menjadi seorang juara. Sekalipun anda ngotot sampai bercucuran air mata, tetap saja kemenangan anda tidak akan di sahkan dalam pertandingan itu.

Jadi, sebelum semuanya terlambat. Mari kita kembali ke aturan yang benar. Untuk kita bisa menjadi lebih baik, maka kita harus mau lebih taat dan percaya, lebih rendah hati, lebih sungguh-sungguh, lebih komit, lebih serius dan lebih tekun.

Roma 12 : 2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Inilah yang dikehendaki Allah dalam hidup kita. Menjadi lebih baik maka artinya kita siap untuk berubah dari hidup kita yang lama. Bersiaplah untuk menerima berkat yang lebih lagi dalam pengenalan kita akan Tuhan. I Care....

 

By : Pastor Sariwati Goenawan (IFGF GISI CIBABAT)

 
Designed by vonfio.de