| TODAY TO MAKE A BETTER TOMORROW |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Thursday, 07 August 2008 17:59 |
|
Ibrani 3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. ‘Ah, kalau nanti aku sudah besar, aku akan mengatur kamarku sendiri lebih rapih, aku akan menabung lebih banyak. Dan kalau aku sudah bekerja, aku akan membeli kendaraan sendiri. Aku akan mengatur keuanganku supaya aku bisa hidup lebih baik dari sekarang.’ ‘Kalau aku, seandainya aku diberi rumah yang lebih besar, maka aku akan mengadakan persekutuan doa di rumahku.’ ‘Hmmm aku sih berpikir untuk melayani di gereja nanti kalau aku sudah kuliah.’ ‘Wah..kalau aku sih sedang berpikir-pikir ingin memberkati gerejaku nanti kalau proyekku yang satu ini berhasil.’ Dan masih banyak ‘kalau...’, ‘kalau.....’, dan ‘kalau.....’. Jarang sekali dari kita yang akan berbicara tentang ‘hari ini’. Semua hanya sibuk mengevaluasi apa yang telah berlalu, bahkan tidak jarang yang sulit untuk melepaskan masa lalu. Ada yang bisa menceritakan masa lalu dengan penuh semangat dan penuh kebanggaan, bahka jika mungkin, mereka ingin sekali menggantungkan semua hasil masa lalu yang mereka capai itu di seluruh dinding rumahnya. Walaupun tidak sedikit juga yang merenungkan masa lalu dengan penuh kesedihan dan ratapan, menyimpan sejuta rasa sesal dan sakit di hati. Tapi anehnya, sesakit apapun itu, banyak dari mereka yang tetap menyukainya dan tidak mau melepaskannya juga. Sebagian orang itu sibuk menghitung apa yang sudah terjadi di masa lalu. Sebagian lagi sibuk memikirkan tentang masa depan. Bahkan banyak dari mereka yang pergi mencari peramal yang dapat menceritakan apa yang kira-kira akan terjadi di masa depan. Begitu banyak kekhawatiran akan hari esok, sehingga mereka begitu penasaran dan ingin tahu akan nasib mereka di masa depan. Tapi anehnya, jarang sekali yang bercerita tentang hari ini. Bukan kemarin, bukan besok. Hanya hari ini. Siapa anda di hari ini ? Apa yang akan anda lakukan hari ini ? Di mana posisi anda hari ini ? Seperti apa kondisi anda hari ini ? Mengapa kita harus terus hidup dengan masa lalu ? Lupakan yang sudah lewat. “ Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” 2 Korintus 5 : 17. Ingat baik-baik, Kristus sudah membeli kita dengan darahNya yang mahal. Jangan biarkan orang-orang atau kondisi sekitar kita terus menerus menarik kita ke hidup yang lama. Biar yang lama itu dikuburkan. Tidak ada gunanya lagi menyesali yang sudah berlalu, dan tidak berguna juga terus menerus membawa piagam-piagam masa lalu. Semua itu tetap sudah berlalu. ‘Hari ini’ butuh kita isi dengan suatu yang baru. Tuhan sudah mempercayakan ‘hari ini’ ke pada anda, jangan lepaskan itu. Siapa yang setia kepada perkara yang kecil maka dia akan diberi perkara yang besar. Pandanglah ‘hari ini’ sebagai suatu tanggung jawab yang perlu anda hargai. Jangan hanya memikirkan apa yang akan anda lakukan di masa depan. Itu memang perlu, tapi jangan fokus pada masalah itu saja, karena anda juga perlu memikirkan satu waktu yang namanya ‘hari ini’. Kalau anda tidak punya yang namanya ‘hari ini’, maka itu artinya anda tidak akan punya yang namanya ‘esok hari’. Dan sadar atau tidak, ‘esok hari’ itu akan sangat dipengaruhi oleh apa yang anda lakukan di ‘hari ini’. Jangan pernah berpikir bahwa ‘esok hari’ akan terjadi begitu saja. ‘Esok hari’ itu dibangun dari ‘hari ini’. Jika ‘hari ini’ anda memperlakukannya seolah-olah tidak ada, maka ‘esok hari’ juga akan demikian jadinya. Jangan berbuat seolah-olah ‘hari ini’ tidak ada. Anda tidak bisa memperlakukan ‘hari ini’ apa adanya atau seadanya. Apa yang anda tabur di ‘hari ini’ itulah yang akan anda tuai di ‘esok hari’. Jika anda tidak pernah menabur di ‘hari ini’, maka tidak akan ada tuaian di ‘esok hari’. Jangan berpikir terlalu jauh tentang hari depan, bahkan ‘esok hari’ akan seperti apapun, anda tidak akan pernah dapat menerkanya. Matius 6 : 34 “ Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Tidak ada yang tahu seperti apa hari esok itu, karena memang tidak ada seorangpun dari kita yang diberi otoritas untuk mengetahuinya. Dan sepertinya memang Allah sengaja melakukannya seperti itu supaya kita selalu bertanya kepada Dia untuk setiap langkah dalam hidup kita. Dan setiap kita diberikan satu takaran tertentu sesuai dengan kapasitas kita untuk berpikir, dan memang kita tidak akan sanggup untuk berpikir melebihi takaran itu. Persis seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan, Roma 12:16 ‘ janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!’ Artinya, kita memang dapat berpikir tentang banyak hal, tapi semua ada batasnya. Kapasitas otak kita masing-masing itu ada batasnya. Tidak setiap kita mampu untuk berpikir melebihi kapasitas itu. Kalau kita paksakan juga, maka akan banyak dari kita pada akhirnya tidak sanggup melakukannya dan mengalami depresi dan tekanan yang berat karena kita terlalu memaksakan diri. Dan jika hal ini terus dibiarkan, maka akan mulai muncul gejala-gejala yang lain seperti halusinasi yang merupakan gejala awal dari kegilaan. Sangat mengerikan akibat yang ditimbulkan. Jadi, sebelum semua itu terjadi....ayo, sobat...jangan biarkan kita terseret terus ke masa lalu, dan jangan juga jadi terlalu khawatir dengan masa depan, karena ‘hari ini’ sedang menunggu kita untuk mengisinya. Tidak ada yang akan bisa sampai ke masa depan tanpa ‘hari ini’. Selalu begitu. Jadi, memang baik untuk mulai beranda-andai dan membayangkan apa yang kita inginkan. Memang tidak salah untuk membangun impian itu...tapi jangan terlalu lama di dunia impian, segeralah bangun dan melakukan sesuatu. Mulailah membuat langkah-langkah untuk mewujudkan impian itu. Jangan berlambat-lambat, lakukanlah itu selagi hari masih siang, karena akan tiba di mana malampun tiba dan saat itu, kita tidak bisa lagi melakukan apapun. Itulah nasehat yang ada di hari ini, selagi anda masih memiliki ‘hari ini’. Amin. By : Pastor Sariwati Goenawan (IFGF GISI CIBABAT) |




