Home Artikel Rohani Column By Sariwati UNDERSTANDING YOUR POTENTIAL
UNDERSTANDING YOUR POTENTIAL PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 14 August 2008 06:05

Matius 25 : 15 “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya...”

                Tidak ada satupun dari kita yang tidak diberi talenta. Coba saja perhatikan perikop yang dijelaskan dalam Matius 25 : 14 – 30, ada yang diberi lima talenta, dua talenta, dan satu talenta. Tapi tidak disebutkan bahwa tidak ada yang tidak diberi talenta. Itu artinya, setiap kita berharga di mata Tuhan, dan Dia mau mempercayakan sesuatu kepada kita. Setidaknya, ada satu talenta yang ada di tangan kita. Tapi masalahnya, apakah anda tahu hal itu ? Dan tahukah anda, apakah talenta yang Tuhan berikan itu ? Kita harus mencarinya dan mengupayakannya dengan segera, karena Tuan yang mempercayakan talenta itu akan segera tiba. Ketika Dia datang maka Dia akan meminta pertanggung jawaban itu dari kita. Jangan sampai ketika Dia akhirnya ada di hadapan kita dan menanyakan perihal talenta itu, maka kita akan tergagap-gagap tidak tahu harus menjawab apa karena talenta itu belum kita sentuh dan belum diupayakan.

                Sementara itu, kalau kita melihat orang-orang disekitar kita, mereka sedang sibuk melakukan sesuatu. Bahkan mungkin ada beberapa diantaranya sudah begitu jauh di depan meninggalkan kita dengan keberhasilan yang diraihnya. Wah, apa yang harus kita lakukan sekarang ? Ada banyak pilihan untuk anda. Anda bisa diam di tempat anda sekarang dan menonton semua orang itu sedang menikmati apa yang mereka raih, atau anda bisa diam dan mengeluh atau bahkan marah kepada mereka karena mereka meninggalkan anda. Atau bisa juga anda mulai berpikir apa yang harus anda lakukan agar jarak ketinggalan anda tidak semakin jauh dibandingkan mereka. Ayo, yang mana pilihan anda hari ini ?

                Hari ini, ada sesuatu yang mau saya beritakan kepada anda. Anda dilahirkan dengan potensi. Dan kita semua punya potensi yang sangat besar. Mengapa saya begitu yakin akan hal ini ? Karena Allah sendiri yang mengatakannya.

                Apa sih potensi itu ? Potensi adalah segala kemampuan, kebisaan dan sumber-sumber daya yang belum aktif atau belum diberdayakan. Baru bergerak dan berkembang hanya ketika kita mengaktifkannya.

 Allah sendiri adalah sumber potensi itu. Ia itulah potensi utama dari seluruh alam semesta ini. Semua alam semesta ini berawal dari Dia. Dan memang kenyataannya, pada awal penciptaan dunia ini, tidak ada sesuatupun di dalam dunia ini. Semuanya gelap. Dan di seluruh jagat raya ini, hanya ada Dia, Allah kita – pencipta kita. Kejadian 1 : 1 ‘Pada mulanya Allah...’

                Baru ketika Dia berfirman dan menjadikan alam semesta ini, maka semua ini ada. Dari manakah seluruh ide untuk membuat dunia dan alam semesta ini ? Ya dari Allah sendiri.             Roma 11 : 33 – 36   O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

                Sungguh, tidak ada satupun dari kita yang akan sanggup menjadi penasehat Dia. Dia sendirilah sumber inspirasi itu. Dan hanya dari Dia juga segala potensi yang kita miliki saat ini. Dan hanya karena Dia juga maka kita bisa memiliki potensi itu. Dia yang merencanakan semuanya. Ketika Dia berkata,’marilah kita membuat manusia yang segambar dan serupa dengan Kita.’, maka saat itulah sebenarnya dimana Dia memutuskan untuk menciptakan suatu pribadi yang benar-benar seperti Dia. Dan karena Dia merupakan sumber potensi, maka kita pun sebenarnya diciptakan dengan potensi juga.

                Kejadian 1 : 11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Anda lihat bukan ? Allah yang sumber potensi itu menciptakan banyak potensi juga. Dia mentransferkan potensi itu kepada isi dunia ini. Ketika Ia menciptakan hutan, Dia tidak hanya sekedar membuat barisan pohon-pohon yang mati dan tidak dapat berkembang biak. Dia tidak begitu saja menciptakan hutan itu. Tapi Dia menciptakan satu bibit potensi. Dan dari bibit potensi itu, nantinya akan menghasilkan lebih banyak banyak lagi. Duplikasi itu terjadi karena Dia merencanakannya seperti itu. Dan terjadilah hal itu. Allah kita bukan pribadi yang hanya memikirkan rencana jangka pendek. Tapi justru Dia memikirkan jauh ke depan. Dia tidak menciptakan sesuatu yang hanya sekedar mengisi dunia ini. Dia justru menciptakan sesuatu yang produktif dan aktif. Dari tunas-tunas dan biji-biji itu nantinya akan menghasilkan lebih banyak pohon dan buah-buahan.

                Begitu juga ketika Ia menciptakan segala jenis binatang, Ia menciptakan mereka lengkap dengan sistem reproduksinya yang Ia rencanakan agar bisa menghasilkan lebih banyak lagi hewan di masa mendatang. Sistem itu sudah Ia rancang seperti itu sehingga hanya dengan berkat yang menyertai semua itu, maka terjadilah seperti yang Ia rencanakan.

                Kejadian 1 : 26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

                Wah, dahsyat sekali apa yang Tuhan inginkan atas hidup kita. Ia tidak sekedar menciptakan kita – manusia – untuk sekedar memenuhi bumi. Ia membuat kita dengan istimewa. Ia membuat kita serupa dan segambar dengan Dia. Dan Ia juga memberikan kuasa yang Dia miliki untuk kita dapat menguasai semua isi dunia ini. Kita diberi mandat yang khusus, berbeda dari ciptaanNya yang lain. Dan dengan berkat itu juga, kita diberi satu perintah untuk beranak cucu dan bertambah banyak. Kita berbeda dari semua hewan dan tumbuhan dan semua ciptaan Tuhan yang lain. Mereka diciptakan kita, manusia. Kita diberi satu wewenang khusus.

                Tapi masalahnya, sejauh mana yang kita lakukan dalam mengelola wewenang itu ? Banyak sekali pekerjaan yang harus dan bisa kita lakukan dalam mengelola ‘kuasa’ itu. Tapi kenapa ya, sampai hari ini kita masih sering mendengar dan melihat banyak orang, termasuk anak-anak Tuhan, yang mengeluh bahwa mereka hidup dalam kondisi yang menyedihkan dan melarat. Padahal rencana Tuhan tidak seperti itu lho...!!!

                Setelah saya renungkan sendiri, mungkin...karena banyak dari anak-anak Tuhan yang tidak terlalu mengerti dan tidak menyadari tentang potensi ini. Mereka tidak mengerti tentang rencana Tuhan, dan bahkan tidak mengetahui bahwa Tuhan sudah menyiapkan rancangan masa depan yang indah bagi setiap anak-anak Tuhan. Sehingga banyak dari kita akhirnya hanya mendiamkan saja semua potensi itu. Dan lebih parahnya lagi, sebagian dari mereka akhirnya mati dengan menguburkan semua potensi yang sudah Tuhan berikan. Menyedihkan sekali bukan ???

                Hmmm...coba kita ingat-ingat lagi apa saja yang sudah Tuhan taruhkan dalam hidup kita. Mungkin ada yang berkata, o..saya senang sekali membaca buku dan membagikan apa yang saya peroleh dari buku itu kepada siapa saja yang mau mendengarkan saya. Good!!! Selamat, anda baru saja menceritakan potensi yang anda miliki. Saya beritahukan kepada anda, dari kesukaan anda membaca dan sharing itu, anda bisa mengembangkannya lagi. Anda bisa mengajar. Ya...anda bisa mengajarkan apa yang anda dapat dari buku itu kepada banyak orang. Kalau yang anda baca itu lebih banyak tentang marketing, maka itu artinya anda bisa memotivasi orang-orang untuk bisa membangun bisnis. Kalau yang anda baca itu resep masakan, maka anda bisa mengajar orang-orang untuk memasak dengan lebih praktis dan menyenangkan.

                Bagaimana kalau yang anda baca itu lebih banyak novel dan fiksi ? Hmmm...anda bisa menjadi seorang pengarang juga di satu hari nanti. Kembangkan kemampuan baca anda menjadi seorang penulis. Ciptakan peluang itu bagi anda sendiri.

                Hanya dari hobi menyanyi, anda bisa melayani Tuhan menjadi Worship Leader, singer atau choir di gereja. Atau bisa juga kalau anda tekuni suatu waktu anda mengeluarkan album rekaman dan menjadi penyanyi profesional. Impossible is nothing.

                Hobi kotak-katik komputer ? Itu sangat baik. Anda bisa ikut merancang desain warta jemaat gereja anda, atau membuat website seperti roti hidup ini (thanks to my dearest brother). Apapun yang anda sukai, semuanya itu dapat menghasilkan sesuatu.

                Allah kita adalah Allah yang kreatif. Dari satu benih saja Dia menghasilkan hutan dan dari satu benih juga Dia membentuk umat pilihanNya sendiri. Dia tidak pernah tertidur sampai sekarang. Itu artinya Dia terus berkreasi sampai hari ini. Dia tidak berhenti mencipta. Dia lanjutkan penciptaanNya sampai hari ini. Anda dan saya adalah bukti karyaNya yang tidak terhenti.

                Ingat, tidak ada dari kita yang tinggal dalam kasih karuniaNya yang  mengalami jalan buntu. Dalam namaNya selalu ada jalan keluar.  Hanya ada satu syarat untuk kita bisa terus kreatif dan menghasilkan, yaitu kita harus melekat kepadaNya. Yohanes 15 : 4 - 5 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

                Jelaskah itu bagi anda ? Kita punya potensi yang besar, tapi potensi itu baru ada hanya ketika kita tinggal di dalam Dia. Di luar Dia kita tidak bisa melakukan apapun. Karena Dialah sumber potensi itu. Dari Dialah mengalir potensi itu buat kita. Tapi ketika kita lepas dari Dia, maka aliran potensi itu akan terhenti juga. Jadi, berpijaklah pada firman Tuhan ini. Melekat erat kepadaNya.

                Saya harap sekarang anda mengerti betapa berharganya anda. Begitu banyaknya potensi dalam diri anda yang belum anda garap dan membutuhkan pemikiran yang serius hari ini. Mulailah ambil langkah. Pilih satu saja dari apa yang anda sukai, dan mulai melangkah dari situ. Percayalah bahwa dari satu itu, anda akan bisa menghasilkan banyak hal yang akan membuat anda terheran-heran. Mau contoh ?

                Saya adalah salah satu contoh yang mengembangkan potensi itu, dan terheran-heran sendiri melihat hasilnya. Hanya dari suara yang saya dapat dengan gratis dari Tuhan, ternyata ketika saya kembangkan, bisa melakukan banyak hal. Dengan suara itu saya bisa berbicara dan menyanyi. Dari berbicara saya bisa membaca dan dari keduanya saya bisa menjadi seorang penyiar radio seperti sekarang, juga menjadi pengkotbah dan pembicara di persekutuan dan seminar, menjadi story teller yang bisa membangkitkan iman banyak orang. Dari membaca juga nantinya bisa saya kembangkan menjadi seorang penulis dan menghasilkan buku-buku. (Itu impian saya satu hari nanti.)

                Dari menyanyi saya kembangkan menjadi seorang singer dan worship leader, menjadi penyembah Tuhan yang benar. Siapa yang bisa tahu kalau satu waktu nanti bisa mengeluarkan album rekaman untuk kemuliaan Tuhan. Ya, siapa tahu ??? (Smile...)

                Tapi yang penting sekarang bagaimana dengan anda ? Apa kira-kira yang sudah Tuhan taruh dalam hidup anda saat ini ? Coba inventaris itu, buat daftar yang bisa anda baca dengan mudah, kemudian periksalah apakah ada di antara semua itu yang belum anda garap ? Apa yang bisa anda lakukan dengan potensi itu ?

                Jangan ragu-ragu atau takut untuk mengambil keputusan hari ini. Semua orang pernah mengalami kegagalan dan penolakan, tapi mereka berhasil melaluinya. Jangan menyerah hanya karena penolakan dan kegagalan yang sementara sifatnya. Pandanglah masa depan yang sudah Tuhan siapkan untuk anda. Kalau anda menyerah hari ini, maka anda tidak akan pernah sampai pada tempat itu. Tapi kalau anda lanjutkan perjuangan itu, percayalah..meskipun mungkin lambat jalannya, tapi akan terjadi. Pasti akan terjadi. Gunakan potensi yang sudah Tuhan berikan itu, dan jangan menyerah. Bertekun dalam doa dan pengharapan sambil terus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik itu. Satu waktu, engkau pasti akan pulang sambil membawa berkas-berkasnya.

                Bergegaslah dan jangan lengah, karena akan tiba waktunya dimana setiap kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ketika Tuan itu tiba, sudah tidak ada waktu bagi kita untuk mengeluh dan beralasan lagi. Waktu itu pasti tiba...untuk setiap orang mungkin akan berbeda waktunya, tapi waktu itu pasti tiba. Jangan terlambat.....!!!! Upayakan talenta itu agar kita bisa dengan bangga menunjukkan hasilnya kepada Tuan kita itu, dan mendengar pujian dari Dia bahwa kita adalah hambaNya yang baik dan setia, masuklah ke dalam kebahagiaan Tuanmu.  Itulah upah kita. Amin.

               

By : Pastor Sariwati Goenawan (IFGFG GISI Cibabat)

 
Designed by vonfio.de