|
Matius 28 : 19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Perjalananku berlanjut. Kali ini Tuhan membawaku kembali ke pulau Borneo, atau yang kita sebut Kalimantan. Sebuah pulau yang terhitung sangat luas dan sangat kaya dengan potensi alamnya di Indonesia ini. Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, merupakan tempat yang cukup panas karena dilalui garis katulistiwa. Berada di tempat ini benar-benar membutuhkan ekstra vitamin supaya tidak tumbang karena cuaca tersebut.
Namun kehadiranku di kota tersebut mempunyai satu misi, yaitu menyampaikan pesan-pesan Tuhan untuk sekelompok anak muda yang akan dipakai Tuhan untuk mengembangkan kota ini bagi kemuliaan nama Tuhan. Tentunya hal ini membuatku sangat bersemangat.
Memang undangan untuk memimpin retreat pemuda di Pontianak ini sudah diatur sejak jauh hari. Dan aku secara pribadi sudah mendoakan dan merenungkan bahan apa kira-kira yang akan aku bawakan disana. Namun tetap saja ada banyak kejutan di sepanjang prosesnya, sehingga terjadi berbagai perombakan di sana- sini yang tentunya tidak mudah juga.
Membawa anak-anak itu mengenal dan mencintai Tuhan adalah misi utamaku. Selain itu tentunya bagaimana mereka semua mulai dibangun untuk membangun impian di dalam kehidupan mereka, dan mengajarkan tentang pembuatan rencana-rencana ke depannya dan bagaimana mereka mulai disiplin mengerjakan pe-er mereka untuk membangun semua itu. Dan hasilnya? Tuhan memberiku enam judul sesi untuk retreat yang sangat luar biasa dan dahsyat.
Ketika aku mendapatkan enam judul tersebut, aku sendiri melihatnya dengan penuh semangat dan keyakinan bahwa hal ini luar biasa. Aku merasa sangat bersemangat. Terlebih lagi ketika aku mendapatkan uraian dari semua itu, dan aku melihat bagaimana Tuhan menuntunku untuk mengenal diriNya lebih dalam lagi. Aku bisa merasakan bahwa Dia punya rencana tersendiri atas anak-anak muda di kota ini.
Apa yang aku rasakan itu menjadi kenyataan ketika aku mulai menyampaikan sesi demi sesi itu kepada mereka. Bahkan sejak sesi pertama, ketika disampaikan tentang talenta dan kondisi kapak yang bisa jadi sudah lama tidak dipakai dan dipertajam, hampir semuanya merasa ditegur dan mengakui bahwa sudah lama mereka tidak membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Dan ketika altar call mereka maju dan membuat komitmen yang baru di dalam hidup mereka.
Setelah sesi ke dua dan ke tiga di sampaikan, hampir semuanya menyampaikan kesan mereka bahwa ini bukan retreat yang biasa. Mereka benar-benar merasa ditegur, diajar dan disegarkan kembali. Karena itu saya bisa memperhatikan bahwa hampir tidak ada yang merasa mengantuk. Bahkan sepertinya kalau memungkinkan, mereka tidak akan berkedip supaya tidak kehilangan satu bagianpun dari apa yang saya sampaikan. Hehehe…saya sangat termotivasi melihat kesungguhan mereka.
Demikianlah sesi demi sesi disampaikan, dan semuanya merasakan satu unity yang luar biasa, dan hampir setiap peserta benar-benar mengalami pemulihan. Ada semangat baru dalam mencintai Tuhan, mereka dipuaskan dan benar-benar dibangun dalam memuji dan menyembah Tuhan. Waahh senangnya melihat dan mendengar mereka menyembah Tuhan. Aku yakin Tuhan Yesus benar-benar disenangkan dengan semua itu. Dahsyat dan sangat tulus.
|