Home Artikel Rohani Pengajaran BAGIAN-BAGIAN ALKITAB
BAGIAN-BAGIAN ALKITAB PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 25 February 2008 14:21

Seluruh Alkitab terbagi menjadi dua bagian; yang di depan disebut Perjanjian Lama, yang di belakang disebut Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama mengacu kepada seluruh kitab-kitab dalam bagian yang pertama, semuanya berjumlah 39 kitab, terdiri atas:

1.     Kitab Taurat, meliputi kitab Kejadian sampai kitab Ulangan, semuanya lima kitab; disebut kitab Taurat karena di dalamnya terdapat perintah, peraturan, titah hukum Taurat.

2.     Kitab Sejarah, meliputi kitab Yosua sampai Ester, semuanya berjumlah 12 kitab, mencatat tentang bani Israel sejak masuk tanah Kanaan sampai dibuang dalam tawanan dan kembali, semua ini disebut kitab sejarah.

3.     Kitab Kidung, meliputi Ayub sampai Kidung Agung, semuanya ada lima kitab, merupakan berbagai macam pengalaman rohani umat Allah, yang diutarakan dalam bentuk syair.

4.     Kitab Para Nabi, meliputi kitab Yesaya sampai Maleakhi, semuanya ada 17 kitab, yang ditulis oleh para nabi, isinya terutama mengenai nubuat tentang orang Israel, orang kafir, dan Kristus.

 

Perjanjian Baru mengacu kepada seluruh kitab dalam bagian yang kedua, semuanya berjumlah 27 kitab; terdiri dari:

 

1.     Kitab Sejarah, meliputi Matius sampai Kisah Para Rasul, seluruhnya ada 5 kitab; empat kitab yang di depan mencatat tentang sejarah Tuhan Yesus, kitab kelima mencatat aktivitas para murid setelah kenaikan Tuhan.

2.     Surat-surat kiriman, meliputi surat Roma sampai Yudas, semuanya ada 21 kitab, adalah. surat yang ditulis para rasul kepada gereja atau kaum saleh secara individu, khususnya menyinggung tentang gereja, serta keadaan hayat rohani dan penghidupan yang seharusnya ada pada gereja dan kaum saleh.

3.     Kitab Nubuat, hanya satu kitab yaitu Wahyu, merupakan kitab yang terakhir dalam Perjanjian Baru, juga merupakan kitab yang terakhir dalam seluruh Alkitab. Isinya merupakan nubuat terhadap gereja, orang Israel, dunia, kedatangan Kristus kembali, akhir dari Iblis, penghakiman terakhir, dan tentang dunia yang akan datang dan dunia kekekalan.

BAGAIMANA MEMBACA ALKITAB

Alkitab adalah firman Allah, sifat hakikinya adalah milik Allah, rohani, kita harus menggunakan seluruh bagian diri kita untuk membacanya.

Terlebih dulu membaca dengan pemahaman pikiran (Luk. , 24:45), mengerti maksud kata-kata yang tercantum, kemudian membaca dengan hikmat (Kol. 3:16; Ef. 1:17), memahami perkara-perkara Allah yang diwahyukan dalam Alkitab. Efesus 1:17 menampakkan kepada kita, bahwa hikmat berkaitan dengan roh kita. Hikmat ini tidak dimiliki oleh alamiah kita, melainkan didapatkan karena berdoa memohon. Hikmat yang ada di dalam kita ini, lebih dalam dan jauh lebih tinggi daripada pemahaman pikiran kita. Dengan pemahaman pikiran kita, kita mengerti arti kata-kata dalam Alkitab, masih perlu dengan hikmat yang ada di dalam roh kita untuk memahami kebenaran yang terkandung di dalamnya. Terakhir harus menerimanya dengan roh. Efesus 6:17-18 memberitahu kita, bahwa kita perlu menerima firman Allah dalam segala doa dan permohonan. Ini mewahyukan kepada kita, membaca Alkitab untuk menerima perkataan Allah juga memerlukan kita menggunakan roh. Jadi, kita mengerti arti kata-kata dalam Alkitab melalui pemahaman pikiran, juga melalui hikmat memahami kebenaran di dalam Alkitab, kemudian harus menggunakan roh kita, membawa yang kita mengerti dan pahami itu sebagai doa, sehingga memahami kebenaran, bisa tergarap ke dalam roh kita, menjadi suplai hayat kita, atau menjadi dasar pengalaman rohani kita.
 
Designed by vonfio.de