| DREAM BIG, DREAM HIGH |
|
|
|
| Written by Kurniawan |
| Thursday, 03 July 2008 06:01 |
|
YUSUF – BERANI BERMIMPI BESAR “Inilah mimpiku : Semua saudara-saudaraku dan juga ayah ibuku akan bersujud dihadapanku”. “Hahahahaha….. ada-ada aja ….. Mana mungkin ? Engkau itu anak kecil. Mana mungkin kami semua ini sujud kepadamu? Dimana-mana, yang lebih tua lah yang harus kau berikan sembah sujud.” Ya, itulah mimpi seorang Yusuf ketika diceritakan kepada saudara-saudaranya dan ayah ibunya. Tak ada yang percaya hal itu akan terjadi. Tidak sampai sekian tahun kemudian. Pada kala itu Yusuf masih sangat muda, tetapi dia mempunyai mimpi yang sangat besar dan dia berani menyatakan mimpinya tersebut kepada orang-orang, yang saya yakin dia tahu bahwa kalau dia mengatakan mimpi itu pada orang lain, sudah pasti saudara-saudaranya akan semakin membenci dan mencemooh dia, karena dalam pandangan saudara-saudaranya dia hanyalah seorang anak kecil. Mana mungkin saudara-saudaranya yang jauh lebih besar dari dia akan mau sujud padanya. “Hey , kenapa aku dimasukkan ke dalam sumur ini ? Apa salahku ?” “Aku dijual oleh saudara-saudaraku. Aku adalah orang buangan sekarang. Tidak ada orang yang kukenal di negri ini.” “Aku adalah kepala pelayan sekarang. Bawahan-bawahanku memang tunduk kepadaku. Tapi bukan ini mimpiku.” “Aku dipenjara. Dan ini adalah penjara bawah tanah. Betul-betul tempat orang buangan.” Ya, memang itulah yang akan terjadi ketika kita melakukan pekerjaan kita dengan ekselen. Dimana-mana semua orang mencari seseorang yang dapat mengerjakan segala sesuatu dengan ekselen. Apa itu ekselen ? Mengerjakan dengan ekselen, bukan hanya berarti kita mengerjakan untuk menjadi yang terbaik, tetapi berarti bahwa kita mengerjakan hal tersebut untuk kemuliaan Tuhan dan, meskipun yang menikmati hasil pekerjaaan tersebut adalah orang lain, dan bukan kita. Yusuf harus menunggu sekian tahun lagi untuk akhirnya sampai kepada mimpinya. Dan tidak sedikitpun dia melepas mimpi besarnya tersebut. Dia terus berpegang pada mimpinya, dan mengarahkan dirinya dan imannya pada mimpinya itu. Sampai akhirnya hal itu benar-benar menjadi kenyataan. Semua saudara-saudaranya, termasuk ayah dan ibunya sujud menyembah dia, karena dia benar-benar menjadi penguasa di negeri tersebut. Bagaimana dengan Saudara ? Apa mimpi saudara ? Jangan mau hanya bermimpi yang biasa-biasa. Mimpikan sesuatu yang besar. Kalau dalam mimpi saja kita takut, bagaimana Tuhan akan berikan mimpi itu kepada kita ? Tuhan tidak akan memberikan sesuatu kalau kita tidak siap untuk itu. Jadi siapkan diri kita dulu. Mulailah dari mimpi. Kita tidak mungkin bisa meloncat melebihi mimpi kita. Kalau kita taruh mimpi itu hanya setinggi langit-langit, kita tidak akan pernah bisa meloncat lebih tinggi dari langit-langit. Jadi taruhlah mimpi kita itu setinggi-setingginya, lebih tinggi lagi, dan lebih tinggi lagi. Dan teruslah meloncat dan meloncat, dan ketika Saudara melekatkan diri pada Tuhan, sebetulnya Tuhan sedang membawa Saudara meloncat lebih tinggi lagi, lebih tinggi lagi, dan bahkan terbang untuk sampai kepada mimpi itu. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, itu sudah pasti. Bagi manusia mimpi setinggi itu sangat mustahil, tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. SEMUA DIMULAI DARI MIMPI Tahukah Saudara bahwa orang-orang besar di dunia ini semua mengawalinya dengan mimpi ? TUHAN INGIN KITA SEMUA BERKEMBANG “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.” (Yesaya 54:2,3)
Allah ingin kita berkembang, tidak diam statis, tapi kita terus mengembangkan diri kita dalam segala aspek. Lihat, bukankah Allah kita adalah Allah yang sangat baik ? Dan ketika kita melakukannya dengan ekselen dan kita berpegang terus pada mimpi kita, lihat, betapa baiknya Tuhan, dikatakan bahwa : “engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri….” TUHAN INGIN KITA MELAKUKAN PERKARA-PERKARA BESAR Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, —maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Matius 17:20) Dalam ayat ini jelas bahwa Allah ingin kita melakukan perkara-perkara yang besar, bukan hanya perkara-perkara biasa. Dia bukan berkata, “pindahkan kerikil ini” atau “pindahkan batu itu” atau “pindahkan pohon itu”. Tapi Allah berkata, “pindahkan GUNUNG itu”. Sesuatu yang besar, bukan sesuatu yang kecil. Sekali lagi bagi manusia itu mustahil, bagi Allah ? Tidak ada yang mustahil. Juga perhatikan dalam Yohanes 14:12, di situ jelas sekali bahwa mereka yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang pernah Yesus lakukan. Jadi sekali lagi sangat jelas bahwa ALLAH INGIN KITA MELAKUKAN PERKARA-PERKARA YANG BESAR. KESIMPULAN Jadi kesimpulan dari apa yang sudah dibahas di sini adalah, jangan takut untuk bermimpi besar. Amin ! Tuhan memberkati. |
| Last Updated on Thursday, 03 July 2008 06:09 |




