JOHN HUS PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 20 April 2007 22:19

1369 Lahir di Husinetz, Bohemia Selatan
1396 Menyelesaikan studi teologianya
1401 Ditahbiskan menjadi imam
1402 Diangkat menjadi rektor Universitas di Praha
1414 Menghadiri konsili di Contanz
1415 Dibakar


{mosimage}
Pengaruh John Wycliffe tersebar sampai ke Bohemia. Banyak orang yang menjadi pengikutnya. Di antara para pengikutnya, muncullah seorang murid Kristus yang setia dan mengikuti jejaknya, yaitu John Hus.
John Hus lahir di sebuah keluarga petani di kota Husinetz, wilayah Bohemia Selatan. Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Husinetz, tetapi kemudian melanjutkan studi teologinya ke Universitas Charles, di Praha. Pada tahun 1393 dan 1396, dia telah menyelesaikan S1 dan S2-nya.

Di antara teman-teman sebayanya, John Hus dikenal sebagai seorang mahasiswa yang pandai. Kesukaannya membaca melebihi teman-temannya. Hampir semua macam buku dibacanya, baik itu buku teologia yang diakui resmi oleh gereja maupun yang dianggap sesat oleh gereja, seperti halnya buku karangan para pembaharu gereja Bohemia, Milic, Yanov, dan buku John Wycliffe, sang reformator Inggris. John Hus dikenal juga sebagai seorang yang sangat ramah dan bersahabat dengan orang- orang di sekitarnya. Selain diakui sebagai seorang yang saleh, ia juga dianggap sebagai seorang yang mempunyai tingkah laku yang sangat terpuji.

Pada tahun 1401 dan 1402, secara berurutan Hus ditahbiskan menjadi imam dan diangkat menjadi rektor Universitas di Praha. Di kampus inilah John Hus menghabiskan sebagian besar waktunya. Namun di samping tugasnya sebagai rektor, ia juga berkhotbah dua kali sehari di Kapel Bethlehem, sebuah kapel yang sangat berpengaruh, yang letaknya tidak jauh dari universitas itu.
Kapel Bethlehem banyak dihiasi dengan lukisan-lukisan gambar Kristus dan Paus, namun dengan perilaku yang justru sangat berlawanan. Di satu sisi adalah gambar Kristus yang sedang berjalan tanpa alas kaki, di sisi lain gambar Paus yang sedang menunggang kuda. Di satu sisi gambar Yesus yang sedang membasuh kaki murid-murid-Nya, di sisi lain gambar Paus yang sedang diciumi kakinya. Hus sangat geram dengan sifat keduniawian para rohaniwan gereja saat itu, termasuk Paus. Dalam khotbahnya, ia terus-menerus mengajarkan tentang kesucian pribadi dan kemurnian hidup. Tak jarang ia juga menggunakan kesempatan berkhotbah untuk mengkritik kehidupan gereja, khususnya para klerus, uskup dan kepausan. Dari semua khotbahnya sangat jelas terlihat bahwa ajaran tentang otoritas Alkitab adalah penekanan utamanya.

Di antara buku dan tulisan para reformator gereja pada abad pertengahan, Hus paling tertarik pada pandangan-pandangan Wycliffe. Meskipun John Wycliffe ada di Inggris namun pengaruh tulisannya tersebar sampai ke Bohemia, bahkan sampai ke istana, khususnya ke saudara perempuan raja Bohemia, Anne, yang menikah dengan Raja Richard II dari Inggris. Huslah yang menjadi penyebar utama ajaran-ajaran Wycliffe di Bohemia. Ajaran-ajaran Wycliffe dikuliahkannya kepada mahasiswanya, bahkan karangan Wycliffe “Trialogus” diterjemahkannya ke dalam bahasa Cekoslowakia. Banyak orang tertarik dengan ajaran yang baru itu sehingga Hus menjadi sangat terkenal, bahkan sampai ke kalangan aristokrat, termasuk sang ratu. Ketika pengaruh Hus di universitas semakin besar, maka semakin populerlah tulisan-tulisan Wycliffe.

Namun dari pihak gereja, hal ini dipandang sebagai malapetaka. Uskup Agung Praha menolak ajaran Hus dan mulai memerintahkan Hus untuk berhenti berkhotbah. Namun Hus menolak perintah tersebut. Paus Innocentius VII memerintahkan Uskup Agung Bohemia untuk mengambil tindakan-tindakan perlawanan terhadap ajaran Wycliffe yang sudah dinyatakan sesat pada tahun 1407. Universitas secara khusus diperintahkan untuk membakar semua tulisan-tulisan Wycliffe. Paus John XXIII akhirnya menempatkan Praha di bawah "interdict" – suatu tindakan untuk mengucilkan seluruh kota itu, sehingga tidak ada seorang pun di kota itu yang dapat menerima sakramen gereja. Demi jemaat, akhirnya Hus bersedia meninggalkan kota Praha. Tantangan-tantangan yang dihadapi Hus justru membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Bohemia, termasuk Raja Bohemia.

Di luar kota Praha, Hus terus melanjutkan perjuangannya dengan mengembangkan perlawanan terhadap gaya hidup yang amoral dari kaum rohaniwan, termasuk Paus, bahkan menegaskan bahwa hanya Kristuslah Kepala Gereja, bukan Paus. Dalam bukunya yang berjudul "On the Church", Hus mencela otoritas kaum rohaniwan, tapi menekankan bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Menurut Hus, jika doktrin gereja bertentangan dengan ajaran Alkitab, maka ajaran Alkitablah yang harus dijunjung tinggi.
Pengajaran Hus tentang otoritas Alkitab inilah yang sangat menonjol, bahwa Alkitab adalah satu-satunya yang memiliki kewibawaan yang tertinggi dalam gereja. Kristus adalah Kepala yang memerintah gereja, bukan Paus. Semua ajaran gereja yang bertentangan dengan Alkitab ditolak oleh Hus, seperti penjualan surat penghapusan dosa, kehidupan mewah dan amoral dari para pejabat gereja, termasuk Paus. Ia mendesak agar roti dan anggur dalam perjamuan juga harus diberikan kepada semua anggota jemaat.
Menyadari sangat berbahayanya ajaran-ajaran Wycliffe, yang dipopulerkan oleh Hus, bagi Gereja Katolik Roma saat itu maka Paus Gregorius memperingatkan Uskup Agung agar melakukan tindakan yang tegas terhadap Hus dan tulisan Wycliffe. Oleh karena itu, pada bulan Juni 1408 diadakan sidang sinode yang memutuskan untuk membrendel semua tulisan Wycliffe dan meminta Hus untuk tidak lagi mengajarkannya. Akibat dari keputusan tersebut Hus mengadakan perlawanan terhadap Uskup Agung. Hal yang tidak dapat dielakkan adalah terjadinya pergolakan dalam Universitas Praha karena ada sebagian orang yang mendukung Hus tapi ada juga yang melawan.

Namun demikian Hus bertekad untuk menegakkan pengajaran yang ia yakini berdasarkan pada Alkitab. Selama hampir dua tahun ia mencoba mengadakan pembelaan lewat tulisan-tulisan dan khotbah-khotbahnya. Akhirnya Paus John XXIII menggunakan kekuasaannya untuk mengucilkan Hus dan para pendukungnya dari gereja. Raja Romawi, Sigismund, sebenarnya menaruh simpati terhadap Hus. Oleh karena itu, ia menawarkan bantuannya untuk menyelesaikan pertikaian Hus dengan Paus. Didesaknya John Hus untuk mau menghadiri konsili yang akan diadakan oleh Paus pada tahun 1414. Pikirnya konsili, yang akan membahas tentang tindakan-tindakan pembaharuan dalam gereja, akan dapat mengakomodasi ide-ide Hus. Konsili akan diadakan di Konstanz. Jika Hus bersedia menghadirinya, Sigismund menjanjikan keselamatan diri Hus, bahkan jika hasil konsili tidak menguntungkan Hus.
Itikad baik Raja Sigismund diterima dengan baik oleh Hus, sehingga ia setuju untuk menghadiri konsili dengan tujuan agar ia dapat mempertanggungjawab-kan pandangan-pandangan teologinya yang dituduh menyesatkan jemaat. Namun, malapetaka menimpa diri Hus, setibanya di Konstanz, ia ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Kesempatan untuk pembelaan diri dalam konsili ternyata tidak pernah diberikan. Sebaliknya, Hus dihadapkan ke beberapa kali persidangan dengan tuduhan-tuduhan yang sangat memojokkannya. Akhirnya konsili memutuskan untuk meminta Hus menarik kembali ajaran-ajarannya yang dianggap sesat. Namun Hus menolak dengan tegas dan menuntut untuk suatu persidangan yang adil. Hus bersedia mengaku bersalah hanya jika konsili berhasil menunjukkan dari Alkitab bahwa ajarannya telah menyimpang. Untuk hal ini Hus tidak pernah mendapatkan jawaban dari sidang konsili. Selama delapan bulan masa persidangan yang silih berganti, Hus dipaksa harus meringkuk di dalam penjara dan diperlakukan dengan tidak layak.

Sekali dua kali Raja Sigismund berusaha untuk membujuk anggota sidang konsili agar mereka mendengarkan pembelaan Hus. Namun konsili menolak, bahkan mengancam untuk mengucilkan Raja dari gereja jika ia terus mendesak konsili. Ancaman ini membuat Raja tidak berkutik untuk membela Hus, sehingga janji perlindungan Raja terhadap keselamatan Hus pun terpaksa harus dibatalkan dengan alasan bahwa janji terhadap penyesat tidak perlu ditepati.

Keadaan penjara dan masa persidangan yang panjang membuat kondisi fisik Hus menurun dengan drastis. Namun di tengah kelemahan tubuh karena kurang tidur dan penyakit yang menyerangnya, serta desakan Raja agar Hus menyerah, Hus tetap menyatakan bahwa ia tidak bersalah, bahkan ia terus menuntut haknya untuk memberikan pembelaan diri atas tuduhan-tuduhan yang diberikan kepadanya. Pada sidang konsili ia berseru: “Meskipun ditawarkan sebuah kapel yang penuh dengan emas, saya tidak akan mundur dari kebenaran.” Selama dalam penjara John Hus masih sempat menulis banyak surat kepada sahabat-sahabatnya di Bohemia. Surat-suratnya penuh memuat petunjuk-petunjuk bagi para pengikutnya, bahkan untuk beberapa tahun lamanya surat-surat itu menunjukkan wibawa yang besar.
Pada tanggal 6 Juli 1415, di hadapan jemaat, sidang konsili membacakan tiga puluh tuduhan yang diberikan kepada ajaran Hus, yang mana tidak satu pun dari tuduhan itu betul. Akhirnya Gereja memutuskan dengan resmi menyatakan bahwa Hus adalah pengajar sesat, jabatannya sebagai imam dicopot dan ia diserahkan kepada pihak otoritas sekuler untuk segera dihukum mati pada hari itu juga. Dalam perjalanan menuju tempat eksekusi, Hus melewati halaman sebuah gereja di mana sedang berkobar sebuah api unggun yang dibuat dari buku-bukunya. Hus masih sempat berseru kepada orang-orang yang berkumpul di jalan agar tidak mempercayai kebohongan yang beredar tentang dia dan ajarannya. Pada saat Hus siap dibakar mati di atas tiang pancang, yaitu hukuman paling keji yang pantas dijatuhkan bagi pengajar sesat jaman itu, pejabat pemerintah yang bertugas melaksanakan hukuman mati masih berharap agar Hus menarik kembali ajaran-ajarannya, namun Hus berkata: "Allah adalah saksi saya. Bukti yang mereka kemukakan salah. Saya tidak pernah mengajar atau berkhotbah kecuali untuk maksud memenangkan manusia, jika mungkin, dari dosa mereka. Hari ini saya siap mati dengan gembira."

Walaupun John Hus telah mati dibakar hidup-hidup, tetapi pengajarannya masih terus dikumandangkan oleh para pengikutnya yang setia. Mereka menamakan diri sebagai Kaum Hussit. Selama beberapa waktu, pengikut kelompok ini dikejar-kejar dan dihambat dengan sangat kejam. Namun pemerintah Bohemia dan Gereja Katolik Roma tidak mampu membendung semangat mereka. Setelah melewati perang Hussit yang panjang, akhirnya Gereja Hussit diakui keberadaannya di Bohemia di samping Gereja Katolik Roma.
Abu jasad John Hus telah hanyut di sungai, tapi semangat Hus untuk menegakkan pengajaran Alkitab yang murni tidak pernah dihanyutkan oleh jaman dan waktu. Pengaruh dari semangat dan kegigihan John Hus untuk memegang/ menaati kebenaran Alkitab telah membuka jalan bagi pencerahan rohani yang memuncak pada terjadinya Reformasi Gereja Protestan.

Yulia Oeniyati

* Wellem. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja. Hal 134-136, 246-247. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1989
** Curtis, A. Kenneth, dkk. 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen. Hal 68-69, 66-67. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1991
*** Douglas, J. D. The New International Dictionary of the Christian Church. Hal 492-493, 1064-1065. Zondervan Publishing House
**** Ferguson, Sinclair B. New Dictionary of Theology. Hal 323-324, 732. InterVarsity Press

Sungguh indah, di mana ada Roh Allah di situlah ada kemerdekaan (2 Kor. 3:17). Roh inilah yang menuntun setiap orang percaya menuju kemerdekaan yang ada di dalam. Kemerdekaan di dalam tidak ditentukan oleh segala sesuatu yang di luar, tetapi ditentukan oleh ada tidaknya Roh Allah. Roh Allah ada di dalam Hus, Roh Allah yang sama juga ada dalam kita. Bukan hanya Roh Allah di dalam kita, kita juga ada di dalam Roh Allah. Berarti Roh Allah berbaur dengan roh kita. Dengan demikian, Tubuh Kristus - mempelai-Nya, Gereja-Nya - tersusun dan terbangun.
Pembangunan Tubuh Kristus adalah perkara di dalam roh. Kita, orang-orang percaya (1 Yoh. 3:14), adalah Tubuh-Nya. Tubuh-Nya, yaitu Gereja-Nya, adalah sesuatu yang organik (yang hidup). Puji Tuhan!! Tubuh-Nya adalah tubuh yang hidup. Pada tubuh yang hidup, sel-sel terus bertumbuh dan berbiak. Sel yang mati tidak bertumbuh dan berbiak. Demikian juga dengan mempelai Kristus, yaitu orang-orang percaya, ia bertumbuh sehingga menjadi mempelai yang dewasa. Bersyukur kepada Allah bahwa Ia terus bekerja di dalam diri orang-orang percaya, mempelai-Nya, untuk mendewasakannya.
Tubuh-Nya tersusun atas banyak anggota, bukan satu anggota saja. (1 Kor. 12:12). Setiap anggota mempunyai fungsi tersendiri yang tidak bisa dibanding-bandingkan satu dengan yang lainnya. Seperti perumpamaan tentang talenta, seorang tuan tidak membanding-bandingkan hambanya, baik ia yang telah menerima dua maupun lima talenta. Perkataan tuan kepada hamba yang menerima dua dan lima talenta adalah sama, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.” (Mat. 25:21,23). Tuan tersebut tidak membanding-bandingkan kedua hambanya. Dalam Tubuh-Nya, satu anggota dengan yang lainnya tidak bisa dibanding-bandingkan. Fungsi masing-masing anggota telah diatur dalam pengaturan-Nya. Setiap anggota dapat menemukan fungsinya, jika dan hanya jika ia tinggal di dalam Yesus, Kepala Gereja. Marilah kita tetap tinggal di dalam Yesus, berakar di dalam Dia (Kol. 2:7) sehingga kita tidak kehilangan fungsi pada Tubuh-Nya, yakni orang-orang percaya. Amin!!

Redaksi

Last Updated on Monday, 31 December 2007 04:05
 
Designed by vonfio.de