| Kain dan Habel |
|
|
|
| Written by Paulin Pravita |
| Saturday, 14 June 2008 07:53 |
|
Apa yang bisa kita pelajari tentang Kain dan Habel ? Dari cerita Kain dan Habel , hari ini saya akan membahas 2 topik , yaitu :
{mospagebreak title="Persembahan Yang Benar"} PERSEMBAHAN YANG BENAR Roma 12 :1 Karena itu, saudara-saudara , demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah;itu adalah ibadahmu yang sejati.
Ketika manusia pertama (adam) jatuh ke dalam dosa, salah satu yang Dia firmankan adalah : Kejadian 3 : 17 ….”Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu : jangan makan dari padanya , maka terkutuklah tanah karena engkau ; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu ; semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu :semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah , karena disitulah engkau diambil ;sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. Inilah yang terjadi ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya.
Setelah itu setelah manusia bersetubuh dengan istrinya maka dilahirkanlah Kain dan Habel (Kejadian 4) Kain menjadi petani dan habel menjadi gembala kambing domba. Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia harus bekerja keras dan inilah yang mungkin terjadi pada Kain dan Habel, dan juga kita sekarang ini, bekerja keras di dunia ini. Kejadian 4 : 3 Setelah beberapa waktu lamanya ,…. (tibalah saatnya mereka mempersembahkan persembahan) Apa yang Kain persembahkan ? Kejadian 4 : 3 Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan ; Apakah Allah menindahkannya ? Kejadian 4 : 5 Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkanNya.
PERSEMBAHAN KAIN
Mari kita renungkan tentang Kain . Apa yang Kain persembahkan ? Mengapa Tuhan tidak mengindahkannya ? Inilah yang saya renungkan tentang Kain , “Saya susah sekali nih bekerja keras, saya beri pada Tuhan ? Oh No itu berat sekali buat saya. “ Kain setengah hati untuk memberikan sesuatu pada Tuhan. Tuhan tidak suka dengan yang setengah-setengah , Dia mau seluruhnya, yaitu hidupmu. Apakah yang membuat kita tidak memberikan seluruhnya ? Karena kita tidak mengenalNya, karena yang kita pikirkan adalah tentang diri kita bukan tentang diriNya
Menurut kamu , mengapa Allah tidak berkenan pada persembahan Kain? Mari kita mempelajari cara memepelajari cara memberikan korban persembahan yang salah : Ini dapat kita pelajari dari Kitab Maleakhi pasal 1 :6-14 , dimana bangsa Israel mencemarkan korban-korban :
Anak menghormati bapa, Hamba menghormati tuannya, = lebih dari itu, Kita menghormati Allah kita. Jika kita menghormati dan takut pada Allah pasti kita tidak akan menghina Allah dengan memberikan yang cacat, buta , timpang atau dengan kata lain kita tidak memberikan yang terbaik.. Hormat kepada Allah pasti memberikan yang terbaik. Ketika kita memberikan persembahan seperti ini, ini sama dengan kita menghina Allah. Allah tidak membutuhkan persembahan kita, tapi Tuhan membutuhkan sikap hati kita yang benar di hadapanNya. Coba kita renungkan , kalau suatu hari, kita diberi oleh seseorang hadiah, tapi isi hadiahnya baju bekas, hal-hal yang bekas, dan tidak pantas, apa yang kamu pikirkan ? Bukankah kamu berpikir, dia yang memberikannya sedang menghina kamu ?
Apa yang sudah kamu buat untuk Tuhan ? Apa yang kamu persembahkan pada Tuhan ? Mungkin kamu adalah pelayan Tuhan,dan mungkin kamu adalah orang yang pergi ke gereja satu minggu 6 kali, dan kamu memberikan banyak untuk Tuhan. Tapi apa yang mendorong kamu untuk melakukan itu semua ? Untuk kemuliaan diri kita ? dengan berkata “lihat, alangkah susah payahnya.” Ini sering terjadi pada diri saya sendiri, Saya berkata pada diri saya dan pada orang lain. “Lihat, alangkah susah payahnya!”(Maleakhi 6 :13), Hari ini jujurlah pada dirimu sendiri, pernahkah kita berkata seperti ini ketika kita melayani Tuhan, ketika kita mempersembahkan sesuatu pada Tuhan. Mungkin menurut kamu, Inilah yang terbaik yang dapat saya berikan pada Tuhan. Tpi Tuhan tidak berkenan dengan sikap hati kita.
Kain menggabarkan orang-orang Farisi di jaman perjanjian Baru, dan mau tau siapakah orang –orang Farisi itu ? orang Farisi itu adalah gambaran kita orang-orang yang munafik yang tidak mengenal kalau Allah Itu Maha Tau , sampai kedalaman hati manusia. Dia bukan Allah yang dapat dibohongi oleh kita. ….Yang dari luar kelihatan benar, tapi bagian dalamnya penuh dengan kenajisan….”Matius 23 : 25. Maleakhi 1 : 13-14 “…Kamu membawa binatang yang dirampas , binatang yang timpang, binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu ? firman Tuhan.terkutuklah, penipu , yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkan nya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan.” Tuhan Maha Tahu , Dia bukan Allah yang dapat kita bohongi, Tuhan tidak berkenan dengan sikap hati kita.
KESIMPULAN ; TUHAN TIDAK BUTUH DENGAN APA YANG KITA PUNYA, KARENA SESUNGGUHNYA APA YANG KITA PUNYA ITU MILIK TUHAN. TAPI TUHAN BERKENAN DENGAN SIKAP HATI KITA YANG BENAR,KARENA ITULAH YANG MENYENANGKAN HATINYA.SIKAP YANG TIDAK BENAR TIMBUL KARENA KETIDAK PERCAYAAN PADA TUHAN (TIDAK BERIMAN)
APAKAH YANG TELAH KITA BERIKAN PADA TUHAN ?SUDAHKAH PERSEMBAHAN YANG BENAR DENGAN SIKAP HATI YANG BENAR ?
Roma 12 :1 Karena itu, saudara-saudara , demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah;itu adalah ibadahmu yang sejati.
PERSEMBAHAN HABEL Sekarang mari kita mempelajari tentang persembahan Habel.
Apa yang Habel persembahkan ? Mengapa Allah berkenan dengan persembahan Habel. Habel mempersembahkan yang sulung kambing dombanya , yakni lemak-lemaknya . (Kejadian 4 : 4)
Apa yang membedakan persembahan Kain dan Habel ? Bukan soal jenis barang yang dipersembahkan , tapi yang membedakan persembahan kain dan habel, yang membenarkan persembahan HABEL adalah DENGAN IMAN.(Ibrani 11 :4) Apakah IMAN ?(Ibrani 11:1)Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ini yang saya renungkan tentang Habel. Habel mungkin berpikir, “Tuhan aku bersyukur akan kebaikan Tuhan.Setelah bersusah payah, karena kebaikan Tuhan dan pemeliharaan Tuhan, kini aku memiliki domba dan kambing sulung, Aku percaya dengan pemeliharaan Tuhan. Kaulah sumber penghidupanku, aku tidak ragu-ragu memberikan seluruhnya yang terbaik. PERCAYA 100 % MENDORONG ORANG UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK. Karena percaya pada Tuhan (iman) , ini yang mendorong dia untuk melakukan hal yang benar, karena hatinya benar, sehingga dia tau apa yang Tuhan kehendaki , sehingga Tuhan mengindahkannya.
TUHAN BUTUH SIKAP HATI YANG BENAR DAN SIKAP HATI INILAH YANG MENDORONG ORANG UNTUK MELAKUKAN HAL YANG BENAR.
Habel memberikan persembahan yang sulung dari domba dan kambing , mengapa yang sulung itu penting? Persembahan yang sulung, ini akan mengingatkan manusia akan dosa pertama dosa Adam, dan dosa awal ini perlu ditebus. Gambaran penebusan ini digambarkan berulang-ulang pada Firman Tuhan. Zaman Adam (manusia pertama) Adam berdosa, sedangkan Allah adalah kudus, maka ada keterpisahan antara Allah dengan manusia. Maka Adam perlu dikorbankan untuk kekudusan itu. Maka perlua adanya penebusan yang akan digambarkan dengan anak domba Allah yaitu Yesus Kristus. Zaman Abraham. Seharusnya Isak (anak sulung yang tunggal ) dipersembahkan pada Tuhan, kemudian Tuhan memberikan domba sebagai ganti penebusan. Peengalaman rohani Abraham inilah yang menggambarkan bagaimana hati Abba tentang kehilangan anak yang pertama yang Ia kasihi yaitu manusia pertama, bagaimana sakit hatinya Allah terpisah dengan kita, Inilah gambaran yang Tuhan buat untuk kita tentang penebusan mempersembahkan domba yang sulung untuk Tuhan. Zaman Musa Pada tulah terakhir yang terjadi di Bagsa Mesir, di mana semua anak sulung yang belum ditebus dengan darah anak domba , mati. Inilah gambaran yang akan terjadi dalam perjanjian baru, dosa pertama ditebus dengan anak domba Allah. Maka dari itu,dalam Kitab Imamat , Tuhan berkenan pada persembahan pertama yang sulung dalam setiap korban. Karena bagi Bangsa Israel ini mengingatkan pada keselamatan dan kelepasan Anak Sulung Bangsa Israel pada zaman perbudakan di Mesir, melalui darah anak domba. Zaman Yesus Kristus Yesus Kristus digambarkan sebagai yang sulung yang tunggal yaitu Anak Allah , yang menjadi penebus dosa kita . oleh darahNya (mengingatkan pada darah anak domba yang ada di depan pintu sebagai penebus anak sulung)Yesus menjadi penebusan dosa manusia (dosa Adam)
Ketika kita memberikan yang sulung yang pertama, ini mengingatkan kita pada dosa yang pertama , dan ini mengajarkan pada kita supaya kita mengenal hatiNya , bagaimana sakitnya kehilangan kita sebagai manusia yang dikasihiNya, sama seperti perasaan Abraham yang menyayangi Isak sebagai Anak yang sulung dan juga yang tunggal yang akan dipersembahkan pada Tuhan. Abraham mengalami Father’s Heart (hati yang dirasakan Bapa)ketika kehilangan anakNya yang sulung yang tunggal.
Ketika kita telah mengetahui tentang MAKNA PERSEMBAHAN SULUNG mari kita kaitkan dengan persembahan Habel, Dia mempersembahkan yang sulung , yakni lemak-lemaknya.
Ini yang saya renungkan tentang HABEL. “Walaupun aku berdosa , dan tanah terkutuk karena dosaku,Dia Allah yang memelihara aku, Aku sangat bersyukur, Aku percaya Dia Allah yang mengasihi Aku.
Berbaicara soal persembahan , bukanlah uang, barang, domba, kambing, hasil pertanian, tapi memberikan hidup untuk 100% percaya pada Tuhan, Dia Tuhan yang memelihara kita. Karena Sikap percaya itu yang mendorong kita untuk tidak ragu-ragu memberikan apa yang kita punya untuk kemuliaan Tuhan. Uang , persembahan , itu adalah sebuah bentukan dari penyerahan total kita pada Tuhan, yaitu mempercayai hidup kita pada Allah. Inilah yang terlihat oleh manusia, salah satu buah kepercayaan kita. Inilah yang dapat kita berikan pada Tuhan. Sama seperti Kristus yang menjadi teladan kita , yang memberikan SELURUHNYA ,TUBUHNYA, HIDUPNYA. Biarlah kita memberikan SELURUHNYA yaitu hidup kita untuk MEMULIAKANNYA, itulah ibadah kita yang sejati.
Roma 12 :1 Karena itu, saudara-saudara , demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah;itu adalah ibadahmu yang sejati.
{mospagebreak title="Dosa Melahirkan Dosa Melahirkan Dosa"}
DOSA MELAHIRKAN DOSA MELAHIRKAN DOSA
Setelah kita mempelajari tentang PERSEMBAHAN, mari kita belajar tentang apa yang terjadi setelah itu.
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa , manusia memilki kecenderungan untuk selalu berdosa. Dosa bukannya semakin sedikit tapi semakin banyak (Saya akan jelaskan terlebih lanjut pada Zaman Nuh tentang ini). Ini menggambarkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar dalam kita, dan kita membutuhkan Allah yang membenarkan kita.
Dosa melalhirkan dosa melahirkan dosa melahirkan dosa.
Mari kita pelajari tentang Kain. Kain menggambarkan kita sebagai orang –orang yang berdosa.
Dosa pertama Kain Kain tidak mengenal kehendak Allah ketika mempersembahkan korban persembahan . Tidak melakukan kehendak Allah = Dosa (tidak sesuai dengan kehendak Allah ) , sehingga korbannya tidak diindahkan Allah. Inilah Dosa Pertama
Dosa Kedua Kain Hati Kain sangat panas dan mukanya muram. Inilah dosa kedua . Tuhan berkata, “Apakah mukamu tidak akan berseri , jika engkau berbuat baik ? Jika tidak berbuat baik, dosa mengintip di depan pintu dan ini sangat menggoda.Engkau harus berkuasa atasnya. Ok, sekarang saya akan menjelaskan bagaimana proses dosa. Dosa telah dimulai ketika hatimu jahat à dan inilah yang membuat mukamu muram, dan dari hatimulah yang akan menentukan apa yang akan kamu perbuat. MATIUS 23 : 28 “Disebelah Luar kamu tampak benar, tapi di sebelah dalam kamu penuh dengan kemunafikan dan kedurjanan.”Bukan dari luar yang dinilai, tapi yang dari dalam Ada orang yang kelihatannya dari luar perbuatannya baik , tapi ini tidak menentukan apa yang ada di dalam hatinya. Ada orang yang kelihatannya dari luar perbuatannya baik, dan ternyata memang hatinya benar, sehingga ini mendorong orang ini untuk melakukan hal yang benar. Allah tidak dapat dibohongi oleh kita, karena Dia adalah Allah yang menyelidiki kedalaman hati kita. Maka dari itu jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena disitulah teerpancar hidupmu..(Amsal4 : 23)
Ketika hati kita jahat, DOSA MENGINTIP DI DEPAN PINTU ,SANGAT MENGGODA…. Oh dosa itu dalam Roma ditulis Singular , ini menggambarkan dosa yang merupakan jerat. Pernah terjerat sesuatu atau melihat orang yang ketergantungan dengan obat-obatan ? Ini sama sperti jerat dimana kita sangat sulit untuk melepaskannya. Tuhan telah mengingatkan Kain, Hati-hati dengan jerat, ketika hati kamu jahat, dosa sangat menggoda kamu, dan kamu akan berdosa, berdosa,dan berdosa lagi.
TAPI KAMU HARUS BERKUASA. Kita diberikan kuasa untuk mengambil keputusan dan melawan setiap dosa. Bangkitlah dan lawanlah itu, pilihlah untuk tidak berdosa. Responilah dengan benar.
Apa yang terjadi setelah itu ? Kain memilih untuk dikuasai oleh emosinya. (Hati-hatilah dengan emosimu, dengan emosi mu kamu telah membunuh jiwa seseorang, dengan perkataan yang penuh emmosi ,kamu membunuh perasaan seseorang)
Apa yang terjadi ketika dia dikuasai emosinya? Ya Dia terjerat oleh dosa. Lihatlah apa yang terjadi setelah itu dosa berikutnya Kejadian 4 : 8 …Memukul dan membunuh Habel Kemudian Dosa berikutnya. Kejadian 4 : 9 …Firman Tuhan kepada Kain : “Di mana Habel, adikmu itu ?”jawabnya:”Aku tidak tahu” Lihatlah inilah dosa berikutnya…Berdusta…Aku tidak tahu….
Dosa -> Dosa -> Dosa -> Dosa Hati jahat/ motivasi salah -> iri hati -> bunuh -> dusta
Mengapa kita keccenderungan untuk berdosa ? Karena kita jauh dari Allah mengalami keterpisahan dengan Allah.
Dosa melahirkan dosa melahirkan dosa melahirkan dosa . Sampai pada Zaman Nuh (kejadian 6 :5)Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan…
OK HARI INI BIAR KITA JUJUR DALAM HATI KITA APAKAH HATI KITA JAHAT, AKUILAH (KARENA IA ADALAH SETIA DAN ADIL…1 YOHANES1 :9)SEHINGGA KITA TIDAK DITUDUH LAGI, TAPI DIBEBASKAN DARI YANG JAHAT.
Apakah akibat dari dosa ? Sama seperti dalam dosa manusia pertama , akibat dari dosa adalah takut. Adam takut bertemu dengan Allah ,begitupun Kain dia takut .(kejadian 4 : 14) aku akan bersembunyi dari hadapanMu,seorang pelarian dan pengembara di bumi;,maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Sama sepeti dosa manusia pertama , akibat dosa adalah maut(mati secara rohani)…Roma 4 :23 A .,yaitu keterpisahan dengan Allah. Ketika ada dosa ada hubungan yang retak.Pada dosa manusia pertama , ada hubungan yang rusak antara Allah dengan manusia, ada hubungan yang rusak antara manusia dengan manusia, ada hubungan yang rusak antara manusia dengan alam semesta.Hubungan yang rusak ini, menyebabkan keterpisahan. Sebagai contoh ketika kita melakukan dosa pada seseorang, kita jadi takut untuk bertemu oleh orang itu, ada hubungan yang rusak sehingga membuat keterpisahan antara kita dengan orang tersebut. Walaupun jaraknya dekat, namun ada keterpisahan kita dengan dirinya. Begitupun dengan kain , ketika ia berbuat dosa, akibat yang dia tanggung adalah keterpisahannya dengan keluarganya (saudara) karena ada hubungan yang rusak. Selain itu ada keterpisahan dengan alam semesta. Sama seperti dosa Adam , maka terkutuklah tanah, apaupn yang diusahakan tidak menghasilkan secara maksimal, dan kita bekerja keras untuk hidup.Kejadian 4 : 12…Apabila kamu mengusahakan tanah itu , maka tanah itu tidak memberikan sepenuhnya lagi kepadamu ; Ketika ada dosa maka hubungan rusak begitupun dengan hubungan antar manusia dan ketika hubungan itu rusak berkat Allah tidak akan turun. Maka dari itu disebutkan dalam Mazmur133 Nyanyian ziarah Daud Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun !.... Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
1 Yohanes 3 : 12 …Bukan seperti Kain , yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya, dan apakah sebabnya ia membnuhnya ? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. …
Perikop ini berbicara tentang kasih terhadap Saudara sebagai Tanda Hidup Baru. Jika kita memiliki hidup yang baru dan mengalami pengampuanan Yesus dengan dekat dengan Tuhan kamu pasti mengasihi saudara. Kalau kamu bilang kamu dekat dengan Tuhan tapi kamu membenci saudaramu maka kamu berdusta.
Gambaran Kain dan Habel pada perjanjian baru Kain gambaran orang Farisi, orang berdosa Habel gambaaran para nabi, Yesus Kristus dan orang benar.
Lukas 11 : 51 Mulai dari Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah. Siapakah Zakharia dalam konteks ayat ini? Zakharia adalah anak imam Yoyada, dengan roh Allah dia mengatakan kebenaran dibunuh dan dilempari batu karena orang-orang itu tidak mau menerima kebenaran (karena hati yang jahat). Ini terjadi juga pada jaman Yesus Kristus, Yesus Kristus tertikam oleh pemberontakan kita , karena dosa kita. Dalam konteks Jaman Yesus Kristus, dia ditikam oleh kejahatan orang-orang Farisi ahli taurat yang tidak suka dengan Yesus Kristus. Tapi jika kita merenungkan lebih dalam ,Dia menanggung pemberontakan manusia, karena pemberontakan manusia telah dimulai dari zaman Adam , sampai apa yang dilakukan kita sampai hari ini yaitu menentang kebenaran. Untuk mengecek pemberontakan itu ada di hati kita, ceklah bagaimana kita benar-benar membenarkan diri kita ketika hati kita jahat (berbuat dosa), ini sama yang dia lakukan ketika ia berdosa pertama kali. Apa yang dilakukan Adam, Kain, orang-orang Farizi dan Ahli Taurat itu sama dengan apa yang kita lakukan masa sekarang. KITA MEMBUTUHKAN PENGAMPUNANNYA…. MEMANG BENAR DIA DITIKAM OLEH PEMBERONTAKAN KITA…… Seperti Darah Habel yang tercurah di tanah, maka zaman Imamat, darah korban harus dicucurkan ke tanah, dan pada zaman Yesus Kristus darahNya tercurah di tanah, Karena dari tanahlah kita diambil. Ibrani 12 : 24 Dan kepada Yesus , pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan , dan berbicara lebih kuat dari pada darah Habel KITA ADALAH ORANG BERDOSA, 1YOHANES 1 :8…”JIKA KITA BERKATA , BAHWA KITA TIDAK BERDOSA, MAKA KITA MENIPU DIRI KITA SENDIRI DAN KEBENARAN TIDAK ADA DI DALAM KITA…. Sama dengan Kain, kita adalah orang berdosa. Tetapi Allah datang bukan untuk orang yang benar, tetapi Dia datang untuk orang yang berdosa. Ketika Kain telah berdosa, penghukuman Tuhan tidak luput, tapi penyertaanNya tetap ada untuk Kain. Sama seperti kita yang berdosa, kita tetap mengalami kesusahan dunia, tapi penyertaanNya ada yang menjadi sumber kekuatan, ketahanan, dan pengharapan kita.
By : Paulin Pravita (OB Radio)
|
| Last Updated on Saturday, 14 June 2008 07:56 |




