| KESUKSESAN DIDALAM KESULITAN |
|
|
|
| Written by Rev. Agus Pitarto |
| Monday, 20 October 2008 05:19 |
|
Baca : 1samuel 1:1-20
Hana mengalami kesulitan yang sebenarnya bagi manusia tidak ada jalan keluarnya, tidak mungkin dapat teratasi karena dikatakan Tuhan menutup kandungannya maka apapun yang bias manusia lakukan, tidak akan mengubah keadaan dari Hana, Hana sangat diliputi dengan kesedian yang mendalam untuk keadaannya tersebut apalagi ditambah dengan berbagai olokan, hinaan dan cercaan orang – orang termasuk orang yang ada disekitarnya, coba perhatikan 1Sam 1:7 Penina ke rumah Tuhan untuk menyakiti hati Hana. Kadangkala bahkan mungkin sering terjadi orang lain atau bahkan kita kerumah Tuhan (gereja) tapi menyakiti hati orang lain, hal ini harusnya tidak boleh terjadi……ke rumah Tuhan harusnya untuk berbuat bakti pada Tuhan atau dengan kata lain untuk Celebration of Praise, maka itu kita semua harus belajar untuk dapat menjadi berkat dengan apapun yang kita perbuat, lakukan, pikirkan dan katakana bahkan sikap kita. Nah… kesempatan ini mari kita belajar dari Hana bagaimana dia bisa menghadapi kesulitan yang sedemikian itu menjadi suatu kemenangan yang luar biasa (Impossible is Nothing), saya percaya kita akan bisa menjadi umat yang lebih dari pemenang dalam segala keadaan hidup kita apabila kita menangkap prinsip rohani dari sejarah kelahiran Samuel dan kita menerapkan dalam kehidupan kita dengan tepat. Saya menyimpulkan ada 4 (empat) prinsip rohani yang menjadi kunci kemenangan dalam hidup Hana, yaitu :
1. Hana tidak membalas Penina, kejahatan dengan kejahatan ataupun melawan dengan frontal dan bahkan dibelakang Penina dia tidak pernah dan terbersit sedikitpun untuk membalas perbuatan, sikap dan perkataan Penina. Amsal 14:10. Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya. Seringkali ketika kita merasa diperlakukan dengan “kurang pas” atau tidak sebagaimana mestinya atau mendengar perkataan yang kurang or tidak berkenan “GOSIP / FITNAH” rasanya kita ingin dan sangat ingin menuntut keadilan dan sesungguhnya yang kita harapkan orang tersebut mendapat penghukuman atau pembalasan. Hal ini prinsip manusia umumnya namun bukan prinsip Alkitabiah, dunia mengajarkan gigi ganti gigi jadi fitnah ganti fitnah dan ketidak adilan ganti hukuman. Namun Hana tidak lakukan dan pikirkan hal itu karena hal tersebut adalah bukti kedagingan dan bukan hal yang membuat kita menang tapi justru membawa kita kedalam kekalahan. Kadangkala kita dapati anak – anak Tuhan bahkan mungkin hamba – hamba Tuhan yang bereaksi ketika terjadi sesuatu dalam kehidupannya, tapi pada kesempatan ini mari kita semua belajar untuk tidak menjadikan fakta tersebut sebagai alasan untuk kita juga perlu kalah dalam menghadapi persoalan hidup ini walau pada hakekatnya kita menginginkan kemenagan untuk itu kita belajar suatu prinsip dasar dari kehidupan Hana yaitu jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan karena apa yang kita tabur itu itu juga yang kita tuai, kalau ada orang menyakiti kita biarlah kita lepaskan pengampunan, jangan jemu untuk berbuat baik … karena berbuat baik itu kita bukan berurusan dengan sesama kita manusia melainkan kita sedang berurusan dengan Tuhan yang sangat memperhatikan kita dengan detail.
Punya banyak masalah itu ndak masalah asal punya Tuhan atas segala masalah.
Jangan pernah menghakimi org yg bermasalah belajarlah mengerti (empaty) dan jangan mudah marah ketika mengalami masalah, mendekatlah pada Tuhan.
2. Hana tidak sharing kepada orang – orang yang ada disekitarnya melainkan Hana datang pada Tuhan, hal ini saya sebut dengan “DOA adalah JALAN yang TIDAK PERNAH SALAH”“ kenapa ? sering waktu kita menghadapi beban berat … kecenderungan kita adalah sharing ke sesama kita, apa hal ini jelek ? sebenarnya tidak, namun yang banyak terjadi bukan kita mendapat jalan keluar atau kekuatan baru, tapi kita mendapat masalah yang baru mis : terjadi gossip, mendapat nasihat – nasihat yang belum tentu kita dapat lakukan dan kalaupun kita lakukan eh ternyat tidak juga menyelesaikan dan menjawab kebutuhan kita yang sesungguhnya. DOA JALAN YANG NDA PERNAH SALAH Hana datang pada Tuhan melalui doa, walau Doa kadang nda langsung mendapat jawaban karena seringkali doa harus mengalami pemurnian. Kita belajar dari doa Hana, Hana mengalami pemurnian sampai dia sungguh – sungguh rendah hati dan merendahkan diri dan dalam doanya Hanna 3X menyebut dirinya sebagai hamba, pada saat itu tidak banya orang yang menggunakan dan menganggap dirinya sebagai hamba bagi Tuhan. Sesungguhnya banyak doa kita tidak dijawab oleh karena karena kita memposisikan sebagai tuan terhadap Tuhan, contoh : Doa kadang lebih bersifat Perintah kita pada Tuhan walau dengan kalimat yang halus dan mungkin dengan kalimat yang indah (Tuhan aku mau pergi, tolong jagai, lindungi dan amankan rumah dan hartaku ya…. Jangan sampai dicuri, kebakaran dsb emang Tuhan itu Allah yang berkuasa atas hidup kita apa Satpam dan kita tuannya sehingga Dia harus melaksanakan perintah dan kehendak kita ataukah sebaliknya kita yang harus melakukan segala ketetapan dan perintahNYA?) contoh lain : Tuhan aku mau kuliah Teknik Sipil di UGM buat aku keterima ya….. pokoknya sipil UGM lo, aku percaya Engkau memberkati dan bersamamu aku pasti berhasil (ne doa apa perintah?) kalau Tuhan mau pakai kita menjadi Theolog misalnya, apa harus Dia buat kita masuk sipil UGM? Kehendak kita ataukah kehendaknya yang harus jadi? Katanya : “The kingdom come, they will be done” dan masih banyak contoh dan kejadian yang semacam itu, hal ini sebenarnya kita sedang memposisikan sebagai TUAN! Harusnya kita adalah HAMBA bukan tuan! Roma 6:18 & 20 “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran., Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.” Jadi kita adalah hamba – hamba dari kebenaran yaitu Firman dengan kata lain harusnya kehendakNYA yang terjadi atas hidup kita.
Kenapa DOA menjadi JALAN YANG TIDAK PERNAH SALAH? Karena doa adalah deposito kita dalam hadiratNYA, kita bisa mati tapi doa kita tidak bisa mati (deposito). Gorge muller doa untuk 5 temannya, setahun pertama satu temannya bertobat, setahun kemudian yang kedua bertobat dst tapi tahun kelima teman kelimanya tidak bertobat tahun keenam belum juga bertobat sampai akhirnya George Muller meninggal dunia, dan baru setahun setelah meninggalnya George Muller, teman kelimanya melalui suatu kejadian dalam hidupnya akhirnya bertobat. George Muller bisa mati tapi doanya tidak bisa mati, doanya tetap doa (Tuhan menyimpan air mata kita dalam kirbatNYA) dan pada waktunya jawaban doa itu terjadi.
3. Prinsip yang ke-3 ini banyak orang yang salah dn terbalik, mari kita lihat ….. Hana Merubah sikap sebelum jawaban doa (mujizat) terjadi. (1Samuel 1:18). Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi. Sebelum Hana doa (curhat ama Tuhan… red), Hana muram wajahnya dan tidak mau makan dan setelah dia curahkan semua isi hatinya pada Tuhan dia tidak lagi muram dan dia mau makan dengan lain kata Hana merubah sikapnya setelah dia berdoa walau dia belum mendapat jawaban doa atau mengalami pemulihan , kesembuhan, kelimpahan dsb. Hal ini banyak tidak dilakukan oleh orang percaya atau saya katakan justru kita sering berlaku terbalik artinya kita tidak lagi muram dan kembali berseri – seri dan makan ketika kita sudah diberkati dan dipulihkan, disembuhkan, berkelimpahan dsb dengan lain kata setelah mujizat itu nyata dalam hidup kita. Kalau demikian apa bedanya kita dengan dunia? Terima kasih karena sudah menerima, tapi Hana bersyukur pada Tuhan sebelum dia menerima saat itu Hana belum hamil dan tidak tau hamil atau tidak yang dia tahu, dia sudah menyerahkan pada Tuhan jadi ya sekarang bukan lagi haknya melainkan masalah itu sudah ditangan Tuhan. Alkitab penuh janji, janji dalam Tuhan itu menimbulkan pengharapan namun secerah apa masa depan kita? Masa depanmu secerah wajahmu. Mazmur 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Banyak org bergembira karena berkat Tuhan, tapi kita harusnya gembira karena Tuhan bukan karena berkat - berkatNYA. Perubahan sikap adalah ekspersi percaya kita pada Tuhan dan FirmanNYA, banyak orang percaya berdoa, berdoa dan berdoa namun tidak berani percaya! Dibuktikan dengan kemuraman, kesedihan dan sikap yang tidak bergembira yang dipancarkan melalui ekspresi kehidupannya. Dan lebih banyak orang percaya bergembira dalam Tuhan ketika semua sudah berubah (pemulihan). Kita belajar dan perhatikan hidup Hana dan renungkan Maz 37:4.
4. Penyerahan yang total alias “never exploit miracle” (1samuel 1:27-28). 27 Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. 28 Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN. Prinsip yang keempat ini yang dilakukan Hana adalah : Kita minta, Tuhan memberikan dan aku menyerahkan/mempersembahkan. Jangan kalau kita minta pada Tuhan, Tuhan memberi (Mat 7:7) dan kita bersukacita lalu kita nikmati dan kita bangga atas berkat – berkatNya bahkan sering kali kita lupa akan Tuhan dan kita pergi bersama dengan segala berkat – berkatNYA untuk meninggalkan Tuhan yang adalah sumber segala berkat tersebut! Hal ini sungguh banyak terjadi, kita lebih cinta pada berkatNya daripada cinta pada Tuhan. Hana melakukan suatu prinsip yang banyak tidak dilakukan oleh orang percaya, dia benar – benar minta dan Tuhan memberi, setelah dia terima dari Tuhan maka dia PERSEMBAHKAN bagi Tuhan (Segala sesuatu dari DIA oleh DIA dan bagi DIA … red) dan apa Hana kehilangan atau rugi atau Tuhan berdiam diri? Jawabnya TIDAK, coba kit abaca : 1samuel 2:21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.
SEMAKIN KITA BERANI MENYERAHKAN PADA TUHAN, SEMAKIN TUHAN MENAMBAHKAN.
APA YANG ENGKAU TABUR ITU JUGALAH YANG ENGKAU TUAI.
TUHAN MEMBERKATI 30 60 BAHKAN 100 KALI GANDA.
{mosimage} |
| Last Updated on Wednesday, 22 October 2008 07:39 |




