| Menara Babel |
|
|
|
| Written by Paulin Pravita |
| Saturday, 14 June 2008 07:46 |
|
Setinggi apakah menara yang kamu buat ?
Minggu-minggu ini saya bersyukur pada Tuhan, karena Dia Allah yang setia , yang mengajarkan pada kita, kebenaran sejati yang membuat kita berjalan dalam jalanNya. Karena JalanNya itu benar dan menyelamatkan kita.
Minggu ini, saya diberikan hikmat untuk melakukan beberapa hal, yang saya piker saat itu adalah proyek yang bagus untuk kemajuan perusahaan saya. Saya juga kadang dalam hati sangat bangga dengan pekerjaan yang saya lakukan sekarang,dan malah lebih menjurus ke tinggi hati. Saya piker, wah saya anak Tuhan yang baik nih, karena setiap hari melayani Tuhan. Tapi puji Tuhan karena Tuhan membawa saya mereenungkan tentang menara babel. Ketika saya berpikir tentang rancangan saya sendiri , ada sesuatu daalam hati saya yang berkata,”Paulin jangan-jangan kamu sedang mendirikan menara Babel.”
Minggu ini saya berpikir bagaimana supaya perusahaan saya memiliki kuasa dan pengaruh yang besar di kota kami, Bagaimana cara mendoktrin mereka supaya menjadi pengikut kami. Bagaimana caranya untuk memanipulasi orang untuk menjaring orang yang lemah hati untuk menjadi pengikut kami. Lalu ada dalam hatiku ada yang berbicara, “Paulin, berhati-hatilah kamu sedang membuat menara Babel.” Lalu saya sangat bangga karena banyak orang yang berkata pada saya, Wah kamu luar biasa, masih muda tapi sudah dipercayakan pekerjaan besar,.Wah aku dari luar bisa bilang, “Wah itu kasih karunia Tuhan.”Tapi Tuhan tau kedalaman hati kita, yang sebenarnya berkata “Iya ini kan gara-gara aku tekun nih selama ini.”.Tapi puji Tuhan, Dia Allah yang setia, Dia berkata, “hati-hatilah Paulin, menara apa yang kamu buat, menara kamu, yang ujungnya sampai ke langit, sama seperti menara babel?” “Berhati-hatilah apakah kamu sedang membuat menara bagi diriMu sendiri ? setinggi langit, seperti menara babel?” Karena Dia mengasihi kita, Dia akan mengacaubalaukan supaya bukan nama kita yang ditinggikan tapi nama Dia yang ditinggikan dan agar kita DISELAMATKAN.
Kejadian 11 : 4 Juga kata mereka :”Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.
Langit menggambarkan Surga,
Membuat menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita mencari nama. Supaya kita jangan terserak di bumi. Zaman Adam dan Hawa (manusia pertama) Kejadian 1 : 28 “ Beranak cuculah dan bertambah banyak , penuhilah bumi……. Zaman Nuh Kejadian 9 : 1 ….Beranak cuculah dan bertambah banyaklah, penuhilah bumi…. Inilah yang terjadi pada manusia, dari dosanya yang pertama (menentang Allah dengan makan buah terlarang), dan ini terulang lagi pada zaman menara babel
Supaya kita jangan terserak di bumi..
Tuhan memerintahkan beranakcuculah penuhilah bumi. Jaman Nuh beranakcuculah dan bertambahbanyaklah penuhilah bumi.
Manusia kecenderungan untuk menentang Allah untuk mendirikan kerajaannya sendiri, padahal kerajaan Allah yang harus terjadi. Koreksi diriMu apa yang kamu lakukan fokusnya siapa untuk siapa ?untuk diri kamu ? Ketika kamu melayani untuk memperluas pelayananmu, hati-hatilah apakah masih ada Allah yang menjadi rajamu ? jangan-jangan kamu melakukannya hanya atas nama Tuhan, padahal hatimu jauh dari melayani Tuhan. Kamu melayani di gereja, kelihatannya seperti untuk Tuhan, tapi coba lihat siapa yang ditinggikan di sana. Kamu sedang mendirikan menara tentang diriMu.
By : Paulin Pravita (OB Radio) |




