|
Written by sariwati
|
|
Wednesday, 02 July 2008 07:13 |
|
Ketika Abraham berniat untuk mencarikan pasangan hidup untuk Ishak, anaknya, tidak lama setelah kematian Sarah istrinya, ia memanggil hambanya yang ia percaya untuk melakukan satu misi yang penting. Ketika ia melakukan hal ini, posisi dia ada di negeri Kanaan, negeri perjanjian, satu tempat yang Allah janjikan ketika memanggil dia keluar dari daerah tempat tingggalnya yang lama. Di mana posisi anda saat ini ? Apakah sudah sampai di negeri perjanjian itu, di mana Yesus sudah mengorbankan diriNya bagi anda ? Atau anda masih berada di kehidupan anda yang lama, yang seharusnya sudah anda tinggalkan ketika anda menerima Yesus sebagai juru selamat anda ? Mengapa hal ini saya tanyakan di awal kisah ini, padahal biasanya saya akan melakukannya di akhir artikel saya ? Ya, karena hal ini sangat penting untuk menentukan apa yang harus anda lakukan jika kita mau melihat apa yang Abraham perintahkan kepada hambanya itu berhubungan dengan pasangan hidup untuk Ishak. |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Monday, 30 June 2008 07:54 |
|
“Tentang Daud Allah telah menyatakan : Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu.” (Kis 13 : 22b) Daud adalah seorang yang sangat disukai Allah. Bukan karena parasnya yang elok dan kemerah-merahan, bukan karena suaranya yang merdu, bukan karena kemampuannya untuk memainkan kecapi, tapi lebih dari itu semua, karena dia punya hati yang melekat kepada Tuhan Allahnya. Allah itu punya standar yang akan Dia ukurkan kepada tiap orang untuk dapat ditentukan apakah seseorang itu sesuai dengan kesukaannya atau tidak. Dan jika Allah sampai memberikan pujian untuk Daud bahwa dia adalah orang yang sangat disukaiNya, itu lebih karena Dia melihat apa yang dilakukan Daud itu sesuai dengan keinginannya. Sesuai dengan standar yang dia miliki. Jauh sebelum Daud tahu bahwa dia bakal menjadi raja yang diurapi, hidupnya sudah melekat kepada Allah. Pekerjaannya sebagai seorang gembala, yang hanya menjaga beberapa ekor kambing domba milik ayahnya, dia tidak pernah menganggap itu sebagai pekerjaan yang rendah. Sebaliknya, ia tetap melakukan tugasnya dengan penuh kesetiaan. Dan sambil melakukan tugasnya, ia mengisi waktunya dengan bermazmur dan bernyanyi, memuji dan menyembah Tuhan. Hatinya selalu melekat kepada Tuhan. Ia rindu untuk terus mengenal Tuhan. Apa yang selalu dia dengar tentang semua hal yang dilakukan Allah ketika bangsa Israel berjalan keluar dari Mesir menuju Kanaan, itu semua dia renungkan dalam hatinya dan dia ekspresikan dengan Mazmur dan pujian. Dia adalah seorang pengagum Allah yang sejati. Kekagumannya itu yang dia ekspresikan dalam bentuk mazmur dan pujian. |
|
Read more...
|
|
|
Written by sariwati
|
|
Wednesday, 25 June 2008 04:49 |
|
Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Selalu ada yang pertama. Baru kemudian langkah selanjutnya. Pertama kita lahir ke dunia ini, pertama kita belajar berjalan, pertama kita belajar berbicara, pertama masuk sekolah, pertama punya teman, pertama kali kerja, pertama kali kenal Tuhan, dan banyak lagi pertama kali yang lain. Kita bisa katakan, selalu ada yang pertama. Kalau kita disodori secarik kertas putih, kita diberi kesempatan untuk melakukan apa saja pada kertas putih itu, kira-kira…apa yang akan anda lakukan dengan kertas putih itu ? Pikirkan baik-baik sebelum menjawabnya. Pandangi kertas putih itu, dan bayangkan apa yang akan anda lakukan dengan kertas putih itu. Hmmm… Ada kemungkinan, kalau anda adalah seorang pelukis, maka anda akan mulai mengambil kuas dan menyapukan kuas itu sampai terbentuk satu buah lukisan yang indah menurut pengamatan anda. Tapi jika anda adalah seorang penyair, maka besar kemungkinan anda akan mengambil sebatang pena dan mulai menuliskan kata demi kata menjadi serangkaian puisi yang indah. Atau jika seandainya anda adalah seorang penulis, maka sebuah cerita yang menarik tentu sudah akan segera memenuhi kertas itu. Bisa jadi, jika anda adalah seorang yang cekatan dengan tangan anda, maka anda akan membentuk kertas itu menjadi hiasan origami yang cemerlang. Dan bisa apa saja anda lakukan dengan kertas putih itu. Mengagumkan bukan ? |
|
Read more...
|
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 14 June 2008 07:42 |
|
Satu sisi kehidupan kita yang cukup sulit untuk kita kendalikan adalah masalah keuangan. Saya yakin setiap orang akan setuju. Bahkan ada satu ungkapan yang mengatakan begini,’punya sedikit cukup, punya banyak kurang’. Aneh sekali bukan ? Kok justru ketika kita punya lebih sedikit, uang kita itu cukup, sementara ketika kita mendapat lebih, kok malah tidak cukup ? Bukankah seharusnya sebaliknya yang terjadi ? Tapi itulah kenyataannya. Ayo, kita lihat beberapa contoh kasus tentang hal ini. Ketika Audrey masih bekerja di sebuah cabang sebuah bank yang kecil, gaji yang dia terima saat itu sangat standar. Pada waktu itu dia baru saja menyelesaikan kuliahnya, dan memang adalah sebuah anugerah kalau dia langsung diterima bekerja di bank ini. Gaji yang dijanjikan untuk dia terima memang tidak sebesar yang dia harapkan, tapi dengan ucapan syukur dia menerimanya. Dan ketika gaji pertama ada di dalam dompetnya, setiba di rumahnya, ia langsung menyisihkan perpuluhan untuk Tuhan, dan membagi yang sisanya sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya. Dia merasa cukup kaya dengan apa yang dia miliki saat itu, dan ternyata apa yang dia miliki itu bisa mencukupi semua kebutuhannya sampai pada bulan berikutnya yang merupakan waktu dia menerima gaji berikutnya. Setelah kurang lebih setahun dia bekerja, gajinya pun bertambah. Apalagi setelah akhirnya dia diangkat menjadi kepala cabang, pendapatannya sekarang hamper empat kali lipat dari yang dia terima saat pertama kali dia bekerja. Secara hitungan matematika manapun, itu berarti dia empat kali lebih kaya dari semula. Tapi di sini letak keanehannya. Dulu, ketika angka yang dia terima tidak sebesar ini, gajinya selalu cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi kenapa ya, justru setelah dia empat kali lebih kaya dari semula, dia justru malah jadi sering mengeluh kekurangan di hampir setiap akhir bulan menjelang gajian. Dia sendiri sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan terheran-heran sendiri. Kenapa begini ya ? |
|
Read more...
|
|