| IKAT PINGGANG KEBENARAN |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Wednesday, 15 July 2009 19:02 |
|
Yeremia 13 : 2 Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku. Setiap kali saya membaca tentang ‘Ikat Pinggang ‘ di dalam Alkitab, saya selalu teringat satu perkataan prophetic yang saya dapat bertahun-tahun yang lalu dari salah satu pastor di gereja saya. Ketika itu saya belum menjadi Hamba Tuhan seperti sekarang, tapi saya sangat aktif melayani. Dalam Nubuatan itu dikatakan bahwa beliau melihat sebuah ‘Ikat Pinggang’. Dan Tuhan mengatakan bahwa saya akan seperti ‘Ikat Pinggang’ itu sifatnya dalam melayani. ‘Ikat Pinggang’ itu sifatnya bisa untuk memperindah, bisa untuk membuat ramping, bisa untuk mengetatkan, tapi juga bisa untuk dijadikan senjata yang dahsyat untuk melecut dan menyakiti. Semua itu akan tergantung dari pada penggunaannya. Dan diujung nubuatan itu dikatakan,’Diamlah dan Ketahuilah bahwa Akulah Tuhan Allahmu.’ Saya seringkali merenungkan perkataan hari itu. Kalau dikatakan bisa memperindah, alangkah menyenangkannya. Tapi kalau dikatakan bisa untuk menjadi senjata yang dahsyat, saya menarik nafas dan berkata...’Tuhan...jangan sampai saya salah memakai senjata itu.’ Tapi hari ini, saya merasa bersyukur dengan apa yang Tuhan katakan kepada saya. Karena setelah sekian tahun berlalu, saya merasakan bahwa semua yang saya terima dengan iman itu memang benar. Keberadaan saya di komunitas saya memang terasa sekali dapat memperlengkapi orang-orang sekitar, memperindah dan membuat suasana di komunitas itu terasa lebih hidup dan menyenangkan, sekaligus juga bisa menjadi orang yang mengingatkan kepada mereka untuk menomorsatukan Tuhan di atas segalanya. Tapi adakalanya, ketika terdapat banyak bentuk kompromi, maka saya akan seperti senjata yang dahsyat untuk mengingatkan mereka dengan keras. Benar sekali, akan tergantung bagaimana cara menggunakannya. Tapi apapun bentuknya, jika semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan, saya bersyukur bisa menjadi bagian di dalamnya. Apakah anda juga mau menjadi bagian itu? Responi hari ini juga dan katakan ‘Tuhan...saya mau ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan yang dahsyat itu. Amin. (SG) |




