|
Written by sariwati
|
|
Wednesday, 07 April 2010 08:02 |
|
Ibrani 3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. Suatu hari, ketika kami baru pulang dari menghadiri acara baptisan di rumah salah seorang jemaat kami yang memang memiliki kolam renang pribadi di rumahnya yang sangat besar dan mewah, tiba-tiba anak saya yang besar, Jonathan mengeluarkan pendapat demikian,”Mami..aku rasa, sebagus-bagusnya rumah itu, pasti untuk anaknya yang kecil itu, karena dia sudah sedari kecil tinggal disitu, satu waktu tetap akan merasa bosan dengan rumahnya itu dan tidak akan menganggapnya istimewa lagi.” Saat mendengarnya saya hanya menggumam kecil menanggapinya. Tetapi otak saya berputar dan mulai berpikir, merenungkan kata-katanya. Ya, benar juga. Sesuatu yang sudah kita lihat dan kita miliki sejak semula, apalagi tanpa perjuangan untuk memperolehnya, biasanya akan menjadi satu hal yang sangat biasa dan kita tidak akan terlalu menghargainya lagi. Bahkan kita akan merasa bosan dan cenderung membandingkannya dengan milik orang lain. Labih parahnya lagi, seringkali milik orang lain itu akan tampak jauh lebih menarik dibandingkan dengan apa yang kita punya itu. Anak saya yang masih kecil mengeluarkan pendapat yang tepat, sebuah karakter yang dimiliki oleh hampir setiap orang. Itulah sebabnya, terkadang, sebuah keselamatan yang Tuhan tawarkan pun seringkali menjadi satu hal yang tidak terlalu dihargai, karena kita bisa memperolehnya tanpa kerja keras, tanpa satu perjuangan. Banyak orang menganggap ‘keselamatan’ Tuhan Yesus itu suatu benda murahan yang tidak menarik karena terlalu mudah mendapatkannya. Banyak orang pikir, kalau hanya cukup dengan ‘percaya’ kepada Tuhan Yesus maka kita bisa masuk surga, itu terlalu gampang dan tidak menarik sama sekali. Dan begitu juga bagi sebagian orang, yang mendapatkan keselamatan itu sejak masih sangat muda, dan sudah lama ‘tinggal’ di dalamnya, kadang mereka merasa jenuh dan tidak lagi terlalu menghargainya. Keselamatan itu menjadi seperti sebuah rumah mewah dengan segala perlengkapannya yang mewah, tapi bukan lagi suatu benda yang bisa dibanggakan karena sudah terlalu terbiasa dengannya. Dan kejenuhan itu seringkali menuntun banyak orang percaya keluar dari dalamnya. Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Sekalipun kita jenuh dan merasa begitu terbiasa dengan segala kebaikan yang sudah kita miliki, saya rasa semua akan setuju kalau saya katakan betapa bodohnya dia yang mau meninggalkan kebaikan itu. Setiap orang pasti akan setuju dengan nasihat untuk tetap teguh dengan apa yang anak tadi miliki, bahkan lakukan lebih lagi untuk mengalami kenaikan tingkat lagi dalam hidupnya. Itulah yang Tuhan mau ingatkan kepada kita. Mengapa harus melepaskan keselamatan dan tidak menghargainya hanya karena kita merasa jenuh dan merasa terlalu banyak batasan yang Tuhan berikan? Justru sebaliknya, semakin teguhlah dan berakar kuat dalam Tuhan agar batas itu terus naik dan berkembang, sampai satu waktu kita akan melihat betapa besarnya kekayaan yang kita miliki dalam Tuhan itu. Dan betapa beruntungnya kita yang ada dalam pagar keselamatan itu. Amin. (SG) |
|
Written by sariwati
|
|
Sunday, 04 October 2009 18:12 |
|
Mazmur 91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Kemanapun kita pergi, Tuhan akan senantiasa memberikan perlindungan yang maha tinggi. Setiap kita diberikan malaikat-malaikatNya untuk menjaga kita di sepanjang perjalanan kita, sehingga selalu akan ada pertolongan bagi mereka yang membutuhkannya. Ada banyak peristiwa dalam hidup kita yang kelihatannya mustahil untuk kita jalani, tapi sepanjang perjalanan itu juga kita mengalami perlindungan Tuhan yang dahsyat. Janji Tuhan menyertai kita. Dia menyertai kita dan memberikan malaikat-malaikaNya untuk menjagakan kita. Tapi sekalipun demikian, jangan menaruh iman kita pada malaikat-malaikat itu, karena mereka hanya utusan Tuhan untuk melayani kita. Dalam hal apapun juga, taruhlah iman dan pengharapanmu pada Tuhan Yesus. Dia yang memberikan kita sukacita, damai sejahtera dan segala kelimpahan dalam hidupmu. Dia yang mengerti dan mengatur semuanya sehingga baik bagi kita yang percaya kepadaNya. Amin. (SG) |
|
|
Written by sariwati
|
|
Sunday, 04 October 2009 18:11 |
|
Yesaya 28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Perubahan-perubahan yang terjadi di dunia ini begitu cepat sehingga tidak memberi kesempatan pada kita untuk mempersiapkan diri. Kadang perubahan itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak kita harapkan. Gempa bumi, banjir, kebakaran, kehancuran, pemboman, pencurian, perubahan pemerintahan dan peraturan yang semuanya membuat kita gelisah. Dan seringkali semuanya terjadi dalam satu waktu yang sangat sangat cepat. Rasanya baru kemarin kita melihat pembangunan yang luar biasa, tapi hanya dalam beberapa jam saja, semua hasil pembangunan itu rubuh, rata dengan tanah. Dan semua ini akan terus terjadi, sampai pada kesudahannya. Tuhan sendiri sudah mengatakan bahwa Dia akan menggoncangkan segala sesuatu supaya yang tertinggal hanyalah mereka yang tidak tergoncangkan, yaitu kerajaanNya yang memang tidak tergoncangkan apapun. Kita yang sudah mengenal firmanNya dan sudah tahu rahasia besar ini, ayo kita berpegang teguh pada batu penjuru itu. Batu ini kokoh, Yesus namaNya. Yang percaya kepadaNya tidak akan dibuatNya gelisah, karena selalu ada uluran tanganNya buat mereka semua itu. Berpegang kepadaNya dan jadikan segala sesuatu yang terjadi sebagai alasan untuk selalu berpegang pada namaNya yang kokoh itu. Amin. (SG) |
|
Written by sariwati
|
|
Sunday, 04 October 2009 18:10 |
|
1 Tawarikh 29:3 Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri Menaruh sesuatu yang berharga di dalam rumah Tuhan baru bisa terjadi ketika kita mempunyai cinta bagi Tuhan. Tidak ada yang bisa memaksa kita untuk melakukannya, dan tidak ada yang bisa menahan kita ketika kita ingin melakukannya. Yang bisa menahan dan bisa menggerakkannya hanyalah rasa cinta itu. Ketika kita memiliki cinta akan Tuhan yang besar dan menggebu-gebu, tidak akan ada yang bisa menahan kita untuk melakukan segala sesuatu bagi Tuhan dan menanam banyak hal di rumah Tuhan. Rasa cinta itu yang membuat kita bisa bertahan ada diam dalam rumahNya. Kalau rasa cinta ini tidak ada, maka yang tersisa hanyalah motivasi sementara yang akan mudah pudar dimakan usia dan situasi. Temukan rasa cinta ini buat Tuhan, dan kita akan menikmati suatu hubungan yang berbeda dari sebelumnya. Bahkan situasi yang menekan dan membuat kita tidak nyaman, tidak akan dapat memisahkan kita dari rumah Tuhan dan tetap ingin melakukan banyak hal , karena kita melakukannya untuk rasa cinta yang kita miliki itu. Amin. (SG) |
|