|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 05 September 2009 08:27 |
|
Matius 15 : 11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Perkataan yang keluar dari mulut kita sifatnya akan sama dengan sebuah pisau di tangan seseorang. Pisau itu bisa dipakai untuk hal yang baik dan menghasilkan sesuatu yang berguna jika dipakai untuk memotong sayuran dan menghasilkan masakan yang nikmat. Sebaliknya, pisau yang sama itu bisa dipakai untuk menghujam seseorang, melukai dan bahkan membunuh seseorang. Demikian juga perkataan kita. Bisa dipakai untuk membangun seseorang, mendorong dan memotivasi, memberi penghiburan. Tapi pada saat yang sama bisa dipakai untuk menghina, mencerca dan menyakiti. Benar sekali firman ini, seringkali kita hanya perduli dengan apa yang masuk ke dalam mulut kita, seakan-akan makanan itu yang membuat kita najis. Tapi Tuhan menegaskan bahwa justru apa yang keluar dari mulut kita yang akan membuat najis. Betapa pentingnya bagi Tuhan untuk menjaga semua perkataan kita. Jagalah lidah, jadilah penurut Allah, dan perkatakan semua yang baik, yang manis dan sedap didengar, karena dengan demikian kita akan menjaga hidup kita di hadapan Tuhan. Amin. (SG) |
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 05 September 2009 08:25 |
|
Yeremia 8 : 4 Engkau harus mengatakan kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?...” Kita pasti akan mengatakan bahwa dia adalah orang yang bodoh, jika dia terjatuh dan tidak mau bangkit kembali, dan malah sebaliknya makin membenamkan diri dalam kejatuhannya. Siapapun orangnya, jika ia adalah orang yang normal, pasti tidak akan mau berada di posisi jatuh itu terlalu lama. Tapi kenyataannya, kita akan menemukan banyak orang yang senang dengan kondisi tersebut. Mereka tidak mau berusaha berdiri dan mengambil langkah untuk meninggalkan tempat itu, dan malah sebaliknya menyukainya. Atau kalaupun mereka ditanya, ada juga yang malah menyalahkan orang lain akan kejatuhannya itu. Alangkah malangnya. Di mana posisi anda sekarang? Tempat di mana anda berada itu merupakan hasil keputusan anda sendiri. Tidak ada yang bisa memaksa anda untuk beranjak, kecuali anda mengijinkannya. Nasehat buat kita semua, jangan menjadi orang yang bodoh. Segeralah bangkit dari keterpurukan kita dan berjalan sesuai dengan iman kita akan janji Tuhan. Tinggalkan lubang itu, dan ayunkan langkahmu menuju pada Terang yang Tuhan berikan dengan anugerah bagi kita. Amin. (SG) |
|
Last Updated on Saturday, 05 September 2009 08:27 |
|
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 05 September 2009 08:24 |
|
Yeremia 8 : 13 “ Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka."Berbuah dan berbuah, itulah yang menjadi harapan Tuhan untuk didapati dalam hidup kita. Ia adalah seorang pengusaha kebun anggur yang sudah menginvestasikan dalam jumlah yang sangat besar dalam hidup kita. Wajar sekali kalau satu waktu Dia akan mencari hasil taburanNya itu. Dan ketika Ia tidak menemukan seperti yang Ia harapkan, Ia berhak melakukan apa saja sebagai akibatnya.Tapi selagi masih ada waktu, mengapa kita tidak segera membereskan hidup kita dan memperbaikinya, sehingga hidup kita akan berbuah-buah dan menghasilkan banyak bagi Tuhan, memberi keuntungan kepada nama Tuhan. Supaya ketika tiba waktunya, dan Ia datang untuk memeriksanya, Ia akan menemukan buah itu ada dalam kita.Alangkah senangnya bisa mendapatkan sebuah senyuman muncul di wajah Tuhan untuk setiap hal baik yang kita hasilkan bagi kerajaanNya. Dan itulah yang menjadi kerinduan saya dalam melakukan semua pelayanan. Saya benar-benar merindukan, satu hari nanti, saya bisa mendengar Bapa berkata..’Mari hambaKu yang baik, masuklah dan ikutlah dalam kebahagiaan Tuanmu’. Dan setiap kali ingat hal itu, memberikan kekuatan bagi saya untuk terus maju dalam melayani Tuhan di manapun Dia menempatkan saya. Bagaimana dengan anda? (SG) |
|
Written by sariwati
|
|
Saturday, 05 September 2009 08:23 |
|
Mazmur 31 : 22 ‘Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.’ Banyak yang bertanya, apakah dirinya masih layak di hadapan Tuhan setelah begitu banyak dosa yang ia lakukan? Apakah Tuhan masih mau menerima dia sebagai anakNya, dan apakah Tuhan masih mau mendengarkan semua doa-doanya? Atau hari ini, anda masih punya pemikiran seperti ini? Ada kabar baik untuk anda. Ketika Tuhan Yesus mati di kayu salib, Ia menyatakan ‘sudah selesai’. Saat yang sama, Ia menyerap semua dosa-dosa manusia di seantero jagad raya ini, ditanggungnya sendiri dan menerima hukuman yang seharusnya ditanggung oleh kita. Dan ketika Ia berseru ‘sudah selesai’, artinya Dia sudah menjalani semuanya untuk kita karena kasihNya. Bagi kita yang mau percaya dengan kematianNya dan menerima keselamatan itu, maka Dia akan menganugerahkan keselamatan itu bagi kita. Tidak ada lagi penghukuman kekal bagi kita. Dia akan selalu punya waktu untuk mendengar seru doa kita, pertobatan kita, dan keluh kesah kita. Daud menuliskannya dengan sangat jelas. Ketika kita mengira bahwa Dia telah membuang kita, kenyataannya Dia selalu mendengarkan suara permohonan kita. Puji nama Tuhan. Tetaplah berseru kepadaNya, dan jangan pernah ragu untuk itu. (SG) |
|