Home Renungan
BERJALANLAH LEBIH JAUH PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 16 July 2009 05:40
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Matius 5:41)

Apakah engkau seseorang yang ekselen ? Apakah engkau melakukan segala sesuatu lebih dari yang diharapkan, atau engkau hanya melakukannya dengan seenaknya? Apakah engkau hanya mengerjakan sekadarnya, atau engkau mengerjakannya lebih dari itu ?

Kembali di dalam jaman Alkitab, dengan hukum, tentara Romawi memerlukan seseorang untuk membawakan senjata mereka untuk satu mil. Setelah mil tersebut, mereka bisa digantikan oleh orang lain. Tetapi dalam ayat ini, Yesus berkata untuk pergi lebih dari sekedar panggilan tugasnya. Lakukan lebih dari yang diharapkan. Bawa perlengkapan senjata sejauh dua mil. Dan itulah sikap yang kita harus punya hari ini.

Kita dipanggil untuk menjadi umat yang ekselen. Kita dipanggil untuk pergi lebih jauh. Itulah sikap yang Allah harapkan, dan itulah sikap yang Allah akan hargai. Dunia seharusnya dapat melihat kepada umat Tuhan dan berkata, "wow. Mereka adalah orang-orang yang penuh integritas. Orang-orang yang lebih bercahaya dari yang lain. Aku mau apa yang mereka punya."
Saya mendorong Anda hari ini untuk mencari cara untuk berjalan lebih jauh. Biarlah tindakanmu membawa kemuliaan bagi Tuhan dan membuka pintu bagi berkat-Nya di semua area di hidupmu.

Doa Hari Ini

Bapa di Surga, hari ini aku memilih sikap yang ekselen. Aku ingin hidupku dapat memberi-Mu semua kemuliaan. Bantu aku mendapatkan cara-cara yang kreatif untuk bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sekelilingku. Dalam nama Yesus. Amin.
Last Updated on Thursday, 16 July 2009 05:43
 
IKAT PINGGANG KEBENARAN PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Wednesday, 15 July 2009 19:02

Yeremia 13 : 2  Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku.

Setiap kali saya membaca tentang ‘Ikat Pinggang ‘  di dalam Alkitab, saya selalu teringat satu perkataan prophetic yang saya dapat bertahun-tahun yang lalu dari salah satu pastor di gereja saya. Ketika itu saya belum menjadi Hamba Tuhan seperti sekarang, tapi saya sangat aktif melayani.

                Dalam Nubuatan itu dikatakan bahwa beliau melihat sebuah ‘Ikat Pinggang’. Dan Tuhan mengatakan bahwa saya akan seperti ‘Ikat Pinggang’ itu sifatnya dalam melayani. ‘Ikat Pinggang’ itu sifatnya bisa untuk memperindah, bisa untuk membuat ramping, bisa untuk mengetatkan, tapi juga bisa untuk dijadikan senjata yang dahsyat untuk melecut dan menyakiti. Semua itu akan tergantung dari pada penggunaannya. Dan diujung nubuatan itu dikatakan,’Diamlah dan Ketahuilah bahwa Akulah Tuhan Allahmu.’

                Saya seringkali merenungkan perkataan hari itu. Kalau dikatakan bisa memperindah, alangkah menyenangkannya. Tapi kalau dikatakan bisa untuk menjadi senjata yang dahsyat, saya menarik nafas dan berkata...’Tuhan...jangan sampai saya salah memakai senjata itu.’

                Tapi hari ini, saya merasa bersyukur dengan apa yang Tuhan katakan kepada saya. Karena setelah sekian tahun berlalu, saya merasakan bahwa semua yang saya terima dengan iman itu memang benar. Keberadaan saya di komunitas saya memang terasa sekali dapat memperlengkapi orang-orang sekitar, memperindah dan membuat suasana di komunitas itu terasa lebih hidup dan menyenangkan, sekaligus juga bisa menjadi orang yang mengingatkan kepada mereka untuk menomorsatukan Tuhan di atas segalanya. Tapi adakalanya, ketika terdapat banyak bentuk kompromi, maka saya akan seperti senjata yang dahsyat untuk mengingatkan mereka dengan keras.

                Benar sekali, akan tergantung bagaimana cara menggunakannya. Tapi apapun bentuknya, jika semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan, saya bersyukur bisa menjadi bagian di dalamnya. Apakah anda juga mau menjadi bagian itu? Responi hari ini juga dan katakan ‘Tuhan...saya mau ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan yang dahsyat itu. Amin. (SG)

 
PURPOSE OF YOUR LIFE PDF Print E-mail
Written by Zaldy Leon   
Saturday, 06 June 2009 06:48
Sedikit pengalaman pribadi, semoga bisa menjadi berkat,

Just a simple sharing :

Hal yang paling bikin repot selama musim hujan adalah kalau setiap kali habis cuci mobil, baru dipakai beberapa jam eh..udah hujan lagi. Maklum karena idealisme maunya cuci mobil sendiri biar bersih, jadinya pegel deh. Sering banget seperti itu. Suatu saat ada usulan, kalau nggak mau kotor ya udah nggak usah pake mobil. Habis cuci simpan aja di garasi. Pasti nggak kotor! Tapi akhirnya saya sadar bahwa mobil diciptakan bukan untuk disimpan di garasi, tapi untuk mengantar kita kemana pun kita pergi. Mobil itu diciptakan untuk mengantar kita mencapai tujuan, tidak perduli apapun kondisinya, apakah jalannya mulus atau harus melewati jalan yang hancur, mobil itu akan tetap berjalan sampai ke tujuannya.

Demikian pula dengan kehidupan kita, kadang tidak selamanya apa yang kita harap dan rencanakan berjalan mulus. Banyak hujan dan badai, hati yang hancur harus kita lewati. Tapi jangan menyerah, hidup kita harus tetap berjalan dan dengan pertolongan Tuhan percayalah kita akan mencapai tujuan akhir, karena untuk itulah kita diciptakan.

Sebuah kapal akan aman bila bersandar di dermaga, tapi bukan itu tujuan diciptakannya kapal.

Tuhan memberkati.


Zaldy Leon
 
SIAPKAN HARIMU PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 20 May 2009 05:04

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2)

Pernahkah engkau terbangun dari tidurmu di pagi hari dan tiba-tiba saja engkau diingatkan akan semua kesalahan yang sudah kau buat hari kemarin dan semua masalah yang akan engkau hadapi di masa depan? Itu adalah perbuatan si musuh yang sedang mencoba membuat pikiranmu supaya harimu menjadi negatif, kalah, dan berantakan. Tetapi janganlah engkau terperangkap karena itu.

Alkitab berkata, “Pikirkanlah perkara yang di atas.” Ini memberitahu kita supaya kita menjadi proaktif. Kita harus terus  berada pada posisi menyerang. Ketika engkau bangun di pagi hari, milikilah sikap seperti yang Daud lakukan dalam Mazmur dan berkata, “Ini adalah hari yang sudah Tuhan jadikan! Apapun perasaanku, seperti apapun ekonomi saat ini, apapun yang dokter katakan, aku memilih untuk bersukacita. Aku memilih untuk menjadi bahagia hari ini.”
Kau tahu apa yang sebenarnya sedang kau katakan? Engkau sedang berkata, “Aku tidak akan membiarkan orang lain mencuri sukacitaku hari ini. Aku tidak akan membiarkan kekecewaan dan kemunduran melemahkan aku. Aku tidak akan terfokus pada masalah-masalah dan kesalahanku. Aku menetapkan pikiranku untuk mendapatkan semua yang sudah Tuhan sediakan bagiku!”

Doa Hari Ini

Bapa di Surga, aku memilih untuk menyiapkan hari ini dengan memikirkan perkara yang di atas. Aku memilih untuk melepaskan semua kekawatiranku dan fokus pada semua yang sudah Engkau siapkan bagiku. Dalam nama Yesus. Amin.

 
ANGGAPLAH SEBAGAI SUATU KEBAHAGIAAN PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 19 May 2009 03:48

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. “ (Yakobus 1:2-4)

Ketika masalah-masalah itu datang, memang tidak wajar jika kita gembira atasnya. Kebanyakan orang tidak akan berkata, “Terima kasih Tuhan, untuk tantangan yang dahsyat ini.” Engkau tidak pergi ke kotak suratmu dan dengan gembira berkata, “Oh terima kasih Tuhan! Tagihan yang tak terduga!” Tetapi perhatikanlah apa yang terjadi ketika kita tetap bersukacita di masa-masa sulit tersebut. Semua itu membawa kita kepada kedewasaan supaya kita dapat menerima semua yang Allah sediakan bagi kita.

Ingatlah bahwa kunci untuk bertumbuh adalah bagaimana engkau mengatasi pencobaan. Jika engkau bersungut-sungut, engkau tidak akan kemana-mana. Jika engkau menjadi negatif dan kepahitan dalam hidupmu, engkau tidak akan lulus dalam tes tersebut. Pengangkatan itu sudah tersedia, tetapi jika engkau menganggap semua itu sebagai suatu kebahagiaan, engkau akan ketinggalan. Kabar baiknya adalah Allah akan memberimu kesempatan berikutnya. Dia masih bisa membawamu kemana engkau seharusnya berada. Ketika seseorang menghinamu, engkau harus memutuskan bahwa engkau tidak akan menjadi marah. Ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu, daripada mengeluh, bersyukurlah pada Tuhan untuk kesempatan untuk bertumbuh. Anggaplah semua itu sebagai suatu kebahagiaan supaya engkau bisa menjadi seperti apa yang sudah Tuhan panggil.

Doa Hari Ini

Bapa di Surga, terima kasih untuk apa yang sudah Kau kerjakan dalam hidupku. Meskipun aku tidak mengerti akan apa yang terjadi, aku memilih untuk percaya kepada-Mu. Aku memilih untuk menganggap semua itu sebagai suatu kebahagiaan karena aku tahu Engkau punya rancangan yang baik bagiku. Dalam nama Yesus. Amin.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 37
Designed by vonfio.de