|
Written by sariwati
|
|
Tuesday, 05 May 2009 11:20 |
|
Yesaya 43 : 16 Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat. Tidak ada jalan buntu dalam Tuhan. Bahkan lautan luaspun bisa ia belah untuk memberi jalan keluar bagi umat yang percaya kepadaNya. Itu sudah Ia buktikan sejak dahulu kala. Tidak ada jalan tertutup bagi umatNya yang menaruh iman kepada namaNya yang penuh kuasa. Setiap masalah yang kita hadapi untuk membuat kita lebih diberkati, dan sesungguhnya untuk setiap anak Tuhan yang percaya kepadaNya selalu Dia sediakan ‘pintu’ yang terbuka di dalam setiap masalah itu. Terkadang ‘pintu’ itu tidak kelihatan, tapi bukan artinya tidak ada. Hanya untuk melihatnya diperlukan IMAN. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan dikejar oleh tentara itu, sebagian besar dari mereka melihat laut merah itu sebagai akhir dari hidup mereka. Mereka berpikir hanya sampai di situ saja tangan Tuhan menolong. Tapi IMAN yang Musa miliki terhadap Allahnya tidak melihat hal yang sama. Lautan itu, yang untuk sebagian besar orang Israel merupakan akhir segalanya, justru adalah jalan keluar terbaik dalam pandangannya. Ia berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan. Musa mengangkat tangan, dan Allah pun turun tangan. Lautan terbelah, dan sekarang jalan keluar itu kelihatan. Mereka bersorak senang dan mulai melangkah menuju kebebasan yang menunggu di seberang sana. Mata jasmani kita tidak bisa melihat ‘pintu’ itu. Dibutuhkan mata rohani – mata iman, untuk bisa melihat ‘jalan keluar’ itu. Tapi percayalah, Dia selalu buka jalan. (SG) |
|
|
Written by sariwati
|
|
Tuesday, 05 May 2009 11:18 |
|
Yudas 1:23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. Apa yang kita pikirkan ketika kita mendengar ada orang yang melakukan kejahatan? Apakah kita akan segera mengutuk dan membenci mereka? Ikut menuduh dan segera menjatuhkan hukuman bagi mereka? Ingat, bahwa setiap jiwa itu berharga bagi Tuhan. Ia akan segera meninggalkan yang sembilan puluh sembilan, hanya untuk menyelamatkan yang satu. Itu artinya, Dia sangat mencintai setiap jiwa yang sudah Dia ciptakan. Dan untuk itulah Dia mati di kayu salib, untuk bisa melepaskan belenggu yang mengikat mereka, menebus mereka dari kutuk yang sudah dijatuhkan pada saat pertama kali dosa itu muncul. Kalau kita menemukan ada orang yang terhilang, seharusnyalah belas kasihan itu bisa kita tunjukkan dan berikan kepada mereka, injili dan tuntun mereka untuk bisa menerima keselamatan dari Tuhan itu. Bukan manusia itu yang melakukan kejahatan, tapi ‘kutuk’ yang mengikat roh mereka itulah yang membuat mereka bisa seperti itu. Jadi, bukan manusianya yang harus dibenci tapi ‘pakaian’ mereka, perbuatan-perbuatannya yang dicemarkan oleh keinginan dosa itu. Dan ketika kita bisa menuntun mereka pada kebenaran, dan pakaian itu diganti dengan pakaian kekudusan dari Tuhan, maka niscaya kehidupan mereka pun tidak akan pernah sama lagi. Sekalipun tubuh jasmaninya masih tetap sama, tapi roh mereka sudah dibebaskan dari belenggu yang mengikat mereka sehingga mereka menjadi seperti baru. (SG) |
|
Written by sariwati
|
|
Tuesday, 05 May 2009 11:15 |
|
Yohanes 10 : 9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Siapa yang tidak mau menemukan padang rumput yang segar? Di sana menjanjikan satu pemeliharaan dan pemenuhan kebutuhan bagi setiap domba. Padang rumput juga memberikan satu perlindungan keamanan karena di sana biasanya selalu ada gembala yang menjaga mereka. Tidak ada satu dombapun yang akan sampai ke padang rumput kalau bukan gembalanya yang mengeluarkan mereka dari kandang dan membawanya ke sana. Siapa yang tidak membutuhkan padang rumput? Setiap domba merindukannya dan sangat mendambakannya. Di sana menjanjikan kelimpahan dan tidak ada kekurangan. Dan di sana juga menjanjikan kebebasan, bisa berlari ke sana ke mari tanpa khawatir akan ada ancaman dan bahaya, karena ada satu gembala yang selalu mengawasinya. Gembala itulah jaminannya. Dan berbahagialah kita yang berada di bawah pengawasan Tuhan, Gembala yang baik itu, karena jaminan dari Tuhan itu melebihi segalanya. Tidak ada gembala lain yang seperti Dia, yang rela memberikan nyawaNya sebagai jaminan keselamatan kita. Dan barangsiapa yang keluar atau masuk melalui Dia PASTI akan selamat dan menemukan padang rumput yang segar itu. Di sanalah kita akan menikmati semua pemenuhan janji-janji Tuhan itu. (SG) |
|
|
Written by sariwati
|
|
Tuesday, 05 May 2009 11:13 |
|
2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Ketika kita menghadapi masalah, percayalah bahwa di dalam segalanya Tuhan ikut bekerja, dan selalu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Bahkan tanpa kita tahu, Dia ijinkan sesuatu terjadi karena Dia ingin memberikan berkat yang besar di balik semuanya itu. Mengapa engkau harus takut dan khawatir menghadapi masalahmu? Dia sudah katakan bahwa Dia tidak memberikan roh ketakutan. Jadi artinya, kalau ketakutan itu masih ada di dalam dirimu, itu pasti bukan dari Dia. Mengetahui hal ini seharusnya membuat kita bersukacita dan dengan yakin bisa katakan pada roh ketakutan itu untuk PERGI!! dan jangan mengganggu kehidupan kita lagi. Kalau hari ini masih ada di antara kita yang merasakan ketakutan itu menyerang, ayo bertindak dengan iman perkatakan firman Tuhan yang kita dapat hari ini. Karena roh yang berasal dari Tuhan itu akan selalu memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban. Ingat bahwa ‘roh itu memang penurut, tapi daging itu lemah’, karenanya perkuat roh kita dengan membaca Firman Tuhan-Roti Hidup itu, yang adalah sumber makanan untuk roh kita. Dan ketika roh kita kuat, maka daging itu akan dapat dikuasai sehingga kita bisa mengalahkan ketakutan dan menghadapi hari-hari kita dengan jauh lebih baik. Perkatakan Firman Tuhan itu dan dengan cara ini kita memerintahkan daging kita untuk bisa kuat di dalam Tuhan. (SG) |
|
Written by sariwati
|
|
Thursday, 30 April 2009 19:44 |
|
Kejadian 39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Berkali-kali dalam perjalanan hidupnya, Yusuf boleh menikmati kebaikan Tuhan yang menyertai dia kemanapun dia pergi. Sekalipun prosesnya sangat tidak menyenangkan, tapi ia bisa mengecap kebaikan yang nyata dalam hidupnya itu. Banyak rintangan yang kelihatannya menekan dan tidak bisa membuat dia bergerak leluasa. Dimasukkan dalam sumur, dijual sebagai budak, bahkan akhirnya terdampar di penjara. Tapi melalui semua masalah itu tidak membuat ia berhenti menyembah Allah. Ia tahu siapa yang memelihara hidupnya. Dan karena itulah ia sangat dikasihi dan diperhatikan oleh Allah, sehingga dimanapun ia berada, ia selalu bisa merasakan penyertaan dan pemeliharaan dari Allah sendiri. TanganNya yang ajaib selalu menuntunnya kemanapun ia pergi, sehingga apa yang dilakukannya selalu berhasil. Dan itulah yang memang terjadi dalam hidupnya. Allah menyediakan pemeliharaanNya melalui banyak cara, sehingga sekalipun ia hidup dalam penjara yang dibuat dan direka-reka oleh manusia, tapi ia memiliki kebebasan di dalam Allah, sehingga Allah menyediakan kasih karuniaNya melalui orang-orang disekitarnya. Ia memang harus tinggal di penjara itu, tapi hidupnya terjamin. Tidak ada yang akan menyakitinya, bahkan semua orang di situ menghormatinya seakan-akan dia bukan orang hukuman. Itulah kebebasan yang sesungguhnya. Cobalah kita melihat dan merenungkan kehidupan kita secara pribadi, apakah kita tetap menyembah Dia dalam segala keadaan? Belajarlah seperti Yusuf, dan kita akan mendapatkan jaminan pemeliharaan itu juga buat hidup kita. (SG) |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 9 of 37 |